Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Bab 15 # Kontrakan baru


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 21:00,malam.


"Alhamdulillah.... "Ucap ku sembari mengusap kasar wajahku.


"Sandra pasti suka dengan rumah kontrakan yang baru ini."Gumam ku sembari melihat sudut-sudut rumah yang sudah rapi dan bersih.


Semoga Sandra menyukai nya☺️.Maa Sya Allah... Perjuangan banget pagi-pagi sebelum berangkat kerja mencari rumah kontrakan.Jam 12 siang deal pembayaran.Jam 5 sore buru-buru pulang dan mengangkutin barang-barang ke rumah kontrakan baru.Istirahat sejenak sholat magrib dan lanjut bersih-bersih hingga sekarang.


Aku mengulas senyum sembari menghapus keringat yang mulai jatuh bercucuran.


Alhamdulillah... Bismillah... Jemput istri judes ku.Oops.... Istri cantik ku☺️.


Aku yang mulai menyalakan motor jadul ku dan menjalankan nya mengelilingi pusat perkotaan yang semakin renggang kendaraannya.


Karena waktu nya memang untuk istirahat.Aku memutar belok kanan memasuki komplek perumahan dimana tempat mertua ku tinggal.


Tok... Tok... Tok...


"Assalamualaikum....."Aku yang mengetuk pintu.


"Waalaikum salam...."Jawab mbak Ijah yang membuka pintu nya.


"Silahkan masuk Den Dewa..."Kata mbak Ijah dan aku pun mengangguk mengulas senyum.


Aku melangkah kan kaki menuju ke dalam rumah.Dan langkah ku terhenti di ruang tamu untuk menyapa papi dan mami mertua.


"Assalamualaikum... Papi,mami..."Sapa ku dan mencium punggung tangan kedua mertua ku.


"Waalaikum salam.. Duduk dulu sini."Jawab papi dan mami bersamaan dan papi memintaku untuk duduk.


"Dewa... Bagaimana?Kamu sudah mendapatkan rumah kontrakan yang baru?"Tanya papi mertua kepadaku.


"Alhamdulillah sudah Pi,dan maksud kedatangan Dewa kesini mau jemput Sandra untuk pulang."Jawab ku.


"Bagaimana nak?Apa Sandra sangat merepotkan kamu?"Tanya mami mertua yang ikut kepo.


"Alhamdulillah papi sama mami tenang saja insyaallah Sandra tidak merepotkan Dewa.Memang tugas Dewa kan mengingat kan dia."Jawab ku.


"Kalau bisa Dewa segeralah kalian berdua membuat kan kami cucu."Seru papi Sandra.


"Cucu....?He... He..."Ulang ku sembari menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal.


"Kalau soal itu papi dan mami bilangnya sama Sandra yahhh."Tambah ku sembari mengulas senyum.


"Lah apa bedanya ngomong sama kamu nak?"Tanya papi lagi.


"Takut Sandra belum siap Pi..."Sahut ku.


"Kalau gitu kalian pergi libura haneymoon dulu bagaimana?"Saran mami Sandra.

__ADS_1


"Nah... Ide bagus itu mi.Biar cepat launching dedek bayi nya."Sahut Ayu yang datang tiba-tiba dan duduk disamping mami.


"Ayu.. Kakak kamu ngapain di atas?"Tanya papi sembari menyeruput kopi.


"Main hp!"Jawab Ayu.


"Ya sudah samperin ke atas istrimu nak."Titah papi.


"Kalau begitu Dewa izin ke atas dulu ya Pi,mi."Pamit ku kepada kedua mertua ku.


"Iya nak...."


Aku pun menaiki tangga setelah sempat mengobrol sedikit kepada papi dan mami mertua beserta adik nya Ayu dilantai bawah.


Hingga langkah kaki ku berhenti tepat di kamar yang bertuliskan Casandra Liem di pintu depan kamar.


Tok... Tok... Tok...


"Assalamualaikum...."Sapa ku sembari menarik tuas pintu kamar nya.


Ceklek...


Aku masuk ke dalam kamar Sandra dan menutup kembali.


Tap... Tap... Tap ...


Aku melihat dia yang tertidur nyenyak diatas ranjang dan berselimut.


Aku pun mendekat ke arah nya dengan duduk dipinggiran ranjang.


"Sandra... Sandra...."Aku menggugah Sandra dengan suara lembut.


"Sandra... Sandra..."Gugah ku lagi.


Sandra pun menggeliat setelah aku menggugah berkali-kali.


Dan dia membuka kedua matanya.


"CK.Hm....?"Kata nya dengan ketus sembari mengucek kedua matanya.


"Ayok... Pulang.."Kata ku yang mengajak nya untuk pulang.


"Pulang....?"Kata nya yang terkejut sembari mendudukan bokong nya sbari memangku guling.


"Besok saja ya... Sudah malam nih."Kata Sandra dengan nada malas nya.


"Sekarang Sandra... Tadi pagi kamu sendiri kan yang bilang kalau kamu minta pindah kontrakan?Dan aku sudah menuruti apa mau yang kamu mau,kita sudah pindah ayok kita sekarang pulang."Kataku yang memberi penjelasan dan pengertian.


"Enggak besok saja Dewa."Tolak Sandra.

__ADS_1


"Enggak bisa begitu dong Sandra.Kan kamu sendiri yang minta pindah kontrakan kok kamu seperti itu sih tidak menepati janji kamu?"Jawab Dewa.


"Ini sudah malam Dewa bukan gue enggak mau tepati janji gue ke elo.Loe lihat sendiri ini sudah jam 11 malam.Lagian loe datang nya terlambat.Kenapa dari tadi loe enggak jemput-jemput gue?"Jawab Sandra yang balik menyalahkan Dewa.


"Astagfirullah hal adzim Sandra... Bagaimana aku enggak terlambat jemput kamu?Dari tadi pagi aku sudah sibuk cari-cari kontrakan sendiri.Lanjutin program kantor,Ngangkutin barang-barang Pindahan sendirian,bersih-bersih rumah sendirian enggak ada yang bantuin tau."


"Tolong dong hargain aku.Aku itu suami kamu loh.Sejak dari tadi pagi kerja beresin rumah kontrakan."Ucap ku sembari menekan kan kalimat akhir.


Sandra hanya bisa terdiam sembari *******-***** jari-jemarinya.


"Ayok... Kita pulang ya.Aku hari ini capek sekali."Aku yang benar-benar mengeluh capek.


"Kita berdua nginap saja ya kalau begitu di rumah papi mami."Kata Sandra dan aku menolak dengan menggelengkan kepala tanpa bersuara.


"CK,loe itu memang susah orang nya!"Jawab Sandra dengan ketus.


Aku pun tidak memperdulikan perkataan Sandra lagi.Dan aku lebih fokus mengambil koper nya dan aku jinjing melangkah kan kaki keluar kamar.


Aku menunggu Sandra dibawah dengan ditemani papi dan mami diruang tamu.10 menit kemudian Sandra menuruni anak tangga dan menghampiri papi dan mami.


"Sandra pulang dulu ya Pi mi."Pamit Sandra sembari mencium punggung tangan kedua orang tua nya.


"Iya.Hati-hati ya nak."Pesan mami mertua.


"Iya.Pi mi..."Sahut Sandra.


"Assalamualaikum...."Salam kami.


Aku dan Sandra pulang dengan mengendarai mobil Sandra karena waktu yang telah larut malam.


Aku dari tadi hanya bisa memandangi wajah istri cantik ku yang dari tadi wajah nya ditekuk diam seribu bahasa.


"Kok diam?"Tanyaku sembari fokus menyetir.


"Capek!"Jawab Sandra sambil mengerucutkan bibir nya kedepan.


Aku tau dia pasti kecewa dan kesal karena aku mengajak dia pulang kerumah kontrakan.


Aku pun terus memberi pengertian kepada dia,kalau sekarang dia tidak seperti dulu.


Kalau sekarang pergi kemana-kmana dia harus izin suami dulu.Biar perginya hanya kerumah kedua orang tua harus tetap izin.


Sandra hanya memilih diam dan tidak berdebat mengeluarkan suara nya.


25 menit kemudian kami tiba dirumah kontrakan yang baru tepat pukul 00:00 malam.


Aku memarkirkan mobil Sandra di garasi rumah kontrakan.


Bersambung.....

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2