Menikah Dengan Anak Mami

Menikah Dengan Anak Mami
Berat Badan


__ADS_3

Selama beberapa bulan ini rumah tangga ku dan Sandra berjalan dengan normal mulus seperti jalan tol.


Aku selalu berdoa dan berharap agar berjalan mulus.


Waktu sudah menunjukan pukul 23:00 malam.Akhir-akhir ini Sandra selalu merasa lapar walau sudah makan malam.


Dengan motor butut ku,aku mengajak Sandra keliling untuk mencari makan malam.


Dan berhenti di sebuah lapak angkringan yang menyediakan makanan seperti nasi bakar sate-sate an seperti sosis bakar usus dan masih banyak lagi.


Kami pun duduk di lesehan....


Aku mengulas senyum ketika melihat Sandra yang begitu lahap makan.


"Kok... Mas lihatin aku seperti itu?"Tanya Sandra sambil makan sosis bakar.


"Pipi mu sekarang tambah chubby.. "Jawab ku.


Seketika Sandra memegangi ke dua pipinya.


"Enggak kok.Masih sama."Ucap Sandra.


"Di bilangin kok.Ya udah lanjutin makan nya sebentar lagi seperti nya mau hujan turun."Kata ku.


"Mas enggak makan?"Tanya Sandra dan aku menggelengkan kepala.


"Ya udah..."Jawab Sandra dan melanjut kan makan sosis bakar nya.


Setelah selesai aku meminta Sandra untuk menunggu di motor butut ku yang tidak jauh parkir dari angkringan itu.Sementara aku pergi ke toilet.


Sreeeekkkk


"Daniel....?"Kata Sandra yang terkejut ketika tangan nya di cekal oleh Daniel.


Sandra pun mengibas tangan Daniel yang mencekal pergelangan tangan nya.


"Sandra,semakin hari kamu semakin cantik."Ujar Daniel sambil mengusap pipi Sandra.


Plak


Tangan Sandra melayang di pipi Daniel.Sementara Daniel menatap tajam mata Sandra sembari memegangi pipi nya.


"Itu peringatan buat loe.Awas kalau loe macam-macam sama gue."Ancam Sandra sembari jari telunjuk menunjuk ke arah Daniel.


Daniel pun mulai mengepal kan tangan nya.


"Sandra...."


"Mas..."Kata Sandra dan mendekat ke arah ku seraya memeluk ku.


"Ada apa...?"Tanya ku sambil memeluk Sandra dan menatap tajam ke dua mata Daniel.


"Ayo kita pulang."Ajak nya sembari melepas pelukan nya.


Aku pun meng iya kan ajakan pulang dari Sandra sembari menyalakan mesin motor butut ku.Serta mengabaikan Daniel.

__ADS_1


Dugaan ku benar,tak lama dari kami mencari makan malam di angkringan tiba-tiba hujan deras.


Aku begitu heran dengan Sandra satu Minggu terakhir ini,dia selalu bergelayut manja kepada ku.Hampir setiap malam setelah makan malam di emperan kami tidak pernah melewat kan untuk ber hubungan.


Suara guyuran hujan itu membangkitkan gairah kami untuk memadu kasih.Suara petir dan listrik yang padam pun sama sekali tidak mengganggu aktivitas kami.


"Ahhhhhhhhh...."


Desah Sandra sembari kedua tangan nya yang menekan kepala ku saat aku bermain di area inti nya.


Blushhhh.....


Gaya demi gaya sudah kami perankan setiap malam.Tiga ronde sudah membuat kami kelelahan dan mengakhiri permainan ini.Aku dan Sandra mulai memejam kan mata.


Hingga pagi tiba .....


"Kok belum siap-siap?"Tanya ku kepada Sandra yang melihat dia hanya mengenakan handuk sebatas lutut yang mengobrak Abrik baju di dalam lemari.


"Mas... Sepertinya benar deh apa kata kamu semalam?"Ucap Sandra sembari mencoba memasang beha nya.


"Apa...?"Tanya ku dan mendekat ke arah Sandra.


"Aku gendutan deh."Jawab nya dan memutar badan menghadap ke arah ku.


"Masak beha ku enggak muat semua?"Curhat Sandra sembari memakai kan beha nya.


"Tuh... Enggak muat!"Kata nya lagi sambil mengerucut kan bibir nya kedepan dan melempar beha nya.


"Ya udah pakai yang ada aja nanti kita pulang dari kantor belanja."Saran ku kepada Sandra.


"Ini semua gara-gara kamu mas."Gerutu nya.


"Loh???Kok gara-gara mas?"Kata ku sembari menunjuk diri ku sendiri.


"Coba mas enggak menyusu setiap malam pasti enggak meluber susu Sandra."


Aku menelan Saliva ku dengar kasar ketika melihat Sandra memegangi ke dua buah bergelantung milik nya.


"Sudah pakai baju nya yang ada jangan menggoda mas seperti itu."Titah ku.


"Otak mesum..."Kata Sandra dan pergi menjauh dari hadapan ku.


Setelah drama susu di beha nya selesai,aku pun mulai mengemudikan mobil untuk menuju ke kantor.


Hingga tepat pukul 08:00 kami sampai di kantor.


CEO Rooms


"Nona Sandra sekarang gemu kan ya."Kata Tiwi yang duduk tepat di depan Sandra.


"Aku juga merasa begitu Wi... Aku mulai galau dech."Celoteh Sandra.


"Galau kenapa non?"Tanya Tiwi.


"Ya galau karena berat badan naik."Jawab Sandra sembari menandatangani berkas.

__ADS_1


Tiwi yang menjadi teman curhat Sandra hanya diam dan mengangguk kepala nya.


"Itu tanda nya subur non.Xi... Xi..."Tambah Tiwi sembari ngikik.


"Subur...?"Tanya Sandra yang mengkerut kan kening.


"Iya... Seperti nya pupuk nya Dewa semakin membuat nona Sandra subur."


"Dihhh... Bukan karena itu juga kali Wi.Hampir 2 Minggu ini saya sama mas Dewa memang sering makan malam jam 11.Mungkin itu termasuk faktor juga lemak menimbun."Kata Sandra yang tidak mau mengalah.


"Memang nya nona Sandra tidak mau periksa apa gitu?"


"Periksa...?Periksa apa lagi?"Tanya Sandra lagi.


"Ya,mana tau nona Sandra berisi."Celetuk Tiwi.


"Ha-hamil maksud nya?"Kata Sandra yang terbata dan Tiwi pun mengangguk kan kepala nya.


"Kalau begitu saya keruangan saya dulu nona."Kata Tiwi dan Sandra mengangguk.


"Hamil....?Apa mungkin?"Gumam Sandra.


"Tapi akhir-akhir ini aku enggak merasakan seperti orang hamil.Enggak mual maupun muntah-muntah seperti pengalaman yang lalu."Gumam nya.


Ke dua bola mata Sandra fokus ke arah kalender kecil yang berada di samping line telfon vdd nya.


"Hap......"Kata Sandra yang kaget ketika melihat kalender itu.


"Aku sudah telat 2 Minggu.Tapi masak iya aku hamil?Sementara jarak kuretasi nya belum lama ini."


"Ahhh... Enggak-enggak.Mungkin itu karena darah nya tidak keluar secara lancar.Bukti nya aku beberapa hari yang lalu sempat ngeflek."


Ucapan Tiwi benar-benar mempengaruhi otak Sandra.


"Tapi kalau aku benar-benar hamil bagaimana?Karena akhir-akhir ini aku sama mas Dewa hampir setiap malam melakukan hubungan suami isteri."


"Sepertinya aku harus memeriksa kan diri ke dokter dari pada aku penasaran seperti ini."


Sandra pun melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul 10:30.


"Baik lah sepertinya aku memang harus pergi ke dokter."Kata Sandra.


Sandra pun mulai bersiap-siap dan memasukan handphone ke dalam tas tenteng nya serta mematikan layar monitor laptop nya.


Ceklek,


"Kamu mau kemana?"


"Astagfirullah hal adzim papi..."Kata Sandra yang terkejut dengan kehadiran papi di ruangan nya.


"Sandra ada urusan sebentar Pi."Jawab Sandra sembari mencium tangan papi nya dan ngibrit ke arah pintu keluar.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2