
Setelah mendapat wejangan dari mami dan papi akhir nya Sandra mau untuk pulang ke kontrakan lagi.
Kluruk.... Kluruk....
Suara perut Sandra.
Pukul 23:00 aku mendengar suara perut Sandra yang sedang lapar dan aku juga melihat dia yang sedang gelisah tidur.
"Kamu lapar...?"Tanya ku kepada Sandra dan Sandra pun mengangguk.
"Mau mas masakin apa....?"Tanyaku kepada Sandra namun Sandra menggelengkan kepala nya.
"Terus....?"Ulang ku sembari mengkerutkan kening ku.
"Aku mau makan diluar."Jawab nya sembari mengulas senyum.
Aku pun melihat jam dinding.
"Tengah malam ini?Apa masih ada yang jualan?"Ulang ku lagi sembari melihat Sandra yang beringsut memunggungi ku.
"Ya sudah ayo...."Kata ku kepada Sandra dan mengambil 2 Hoodie untuk ku dan untuk Sandra yang berada di dalam lemari.
"Angin malam enggak baik untuk kesehatan.Pakai dulu Hoodie nya."Kata ku kepada Sandra sembari memasangkan Hoodie nya.
"Dah siap..."Kata Sandra sembari mengulas senyum nya kepada ku dan aku membalas kembali senyuman itu.
Aku dan Sandra memutus kan mencari makan malam di emperan yang menu nya ayam lalapan.
Aku dan Sandra sudah mengitari jalanan kota menggunakan mobil untuk mencari ayam lalapan yang dia minta dari tadi.
"Biasa nya ada di daerah sini kok udah tutup semua?"Kata ku sembari menjalankan mobil dengan pelan-pelan.
"Sebelah sana mas coba lihat..."Tunjuk Sandra ke arah pinggir sungai.
"Aduhh... Letak nya di pinggir sungai.Kita cari tempat yang lain ya.Nanti kamu sakit karena angin malam."Kata ku.
"CK,"Sandra berdecih sembari melipat kedua tangan di depan dada dan mengerucutkan bibir nya kedepan.
Aku yang paham dengan kebiasaannya itu yaitu marah langsung meng iyakan nya.
Aku pun berhenti dan parkir kan mobil.
Aku membuka pintu mobil nya.
"Ayok... Turun.Katanya mau makan di pinggir sungai."Ucap ku kepada Sandra dan aku mengulur kan tangan kepada nya .
Sandra mengulas senyum dan meraih tanganku.
Dia pun melingkarkan tangannya di lengan ku.
"Bang... Pesan ayam lalapan nya dua ya dan minum nya teh hangat dua."Kataku kepada penjual ayam lalapan itu.
"Baik mas ditunggu ya...."Kata abang-abang penjual ayam lalapan itu.
__ADS_1
Aku dan Sandra duduk di emperan yang lumayan tidak terlalu dingin dekat dengan sungai.
"Enak ya seperti nya kalau nongkrong disini malam-malam begini?"Kata Sandra dengan raut wajah sumringah nya.
"Enggak baik juga kalau terlalu sering."Sahut ku sembari menopang dagu ku dengan kedua tangan ku.
"Iya...."Jawab Sandra dengan bt nya.
Aku pun mengulas senyum dan mencubit pipi Sandra.
"Sakit mas.!"Kata Sandra dan menepis tangan ku.
"Sayang nya ini tempat umum!"Kata ku terpotong.
"Kalau enggak....??"Kata ku lagi sembari memikir.
"Kalau enggak apa?hm"Tanya Sandra sembari bersendekap dengan dada membusung kedepan.
"Ehem.... "Kata ku sembari menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal.
"Mohon maaf ini pesanan nya silahkan menikmati."Kata Abang ayam lalapan itu.
"Ah,iya terimakasih bang...."Jawab ku kepada Abang penjual ayam lalapan itu.
Setelah Abang lalapan itu pergi meninggalkan meja kami.Aku makan sembari menyuapi Sandra.
"Nice.... "Kata Sandra.
"Besok kita kesini lagi ya mas..."Kata Sandra lagi.
Sudah merasa perut kenyang akhir nya kami memutuskan untuk pulang ke kontrakan karena waktu menunjukan semakin larut malam.
Setelah selesai memarkirkan mobil,aku menggendong Sandra ala bridal style menuju ke kamar dengan canda tawa ria.
"Terimakasih ya mas... Aku senang hari ini bisa makan dipinggiran sungai."Ucap Sandra yang berdiri dengan mengalungkan kedua tangannya di leher ku.
"Sudah enggak marah dan enggak ngambek lagi kan."Tanyaku dan dia menggelengkan kepala nya.
"Ya sudah yok bobok besok kita harus pergi ke kantor."Kataku sembari melepas Hoodie ku dan tangan Sandra meraih pergelangan ku ketika aku beranjak ke arah meja nakas untuk menaruh handphone dan kunci mobil.
"Kenapa...?"Tanya ku sembari menatap Sandra.
Sandra hanya menunduk sembari memainkan jari-jari nya dengan malu-malu tersenyum.
Aku pun mengangkat dagu nya.
"Masih lapar...?"Dan Sandra pun menggelengkan kepala nya.
"Terus.....?"Tanya ku lagi kepada Sandra.
"CK,ihhhh... Masak enggak peka sih kamu."Gerutu Sandra kesal.
"Loh,apa ?Mas benar-benar enggak paham Sandra dengan apa yang kamu maksud sayang."Kataku sembari menangkup kedua pipi nya.
__ADS_1
CUP.....
Tiba-tiba Sandra mengecup bibir ku tanpa aba-aba.Dan aku melepas bibir nya sebentar.
"Entah aku bingung mau bilang apa kepada mu.Enggak tau kenapa aku begitu menginginkan itu mas...."Jelas Sandra malu-malu.
Aku pun tau apa yang di maksud nya.
Aku duduk di sisi depan ranjang dan aku meraih tubuh Sandra untuk duduk dipangkuan ku.Bukan duduk menyamping melainkan duduk diatas kedua paha ku.
Aku mulai membuka Hoodie yang di kenakan oleh Sandra.Aku memagut bibir nya dengan rakus dan dia juga membalas pagutan itu.
CUP....
"Aouh....."Lenguh Sandra ketika aku mulai meninggalkan jejak dileher nya.
Tanganku berkeliaran kemana ingin memberikan sentuhan-sentuhan manja ditubuh nya.
Sembari menyusup hingga ke atas dibalik pengait kaca mata itu pun terhenti dan aku berhasil melepas nya.
Dan dibalik piyama itu tanganku berhasil meraih buah yang mirip dengan pepaya bergelantungan.
"Aouh..... "Lenguh Sandra lagi ketika ke tangan ku berhasil memainkannya dibalik piyama itu.
"Ahh... ... Mas..." Seru Sandra sembari menggigit bibir nya nikmat.
Aku membuka kancing piyama dan menarik salah satu bongkahan itu terus menyusu.
Sandra yang duduk diatas pangkuan ku tidak tinggal diam.Kedua tangannya menekan kepala ku untuk nen.
Dia semakin menggelinjang ketika aku memainkan bulatan kecil seperti kelereng itu dengan lidah ku.
Tangan ku pun menyusup ke dalam celana piyama nya.
Sudah basah....
Aku mengangkat tubuh Sandra ala baby koala dan merebahkan dengan pelan tubuh nya di ranjang.
Malam yang sudah begitu larut tak membuatku berhenti untuk memanjakan Sandra isteriku.
Suara lenguhan yang saling menyahut yang kami keluarkan pun sangat menjamin tidak akan ada orang yang terganggu.
Atmosfer di dalam kamar ini sangat begitu panas.Apalagi kami tadi sempat kedinginan saat mencari makan di pinggir sungai.
Kehangatan seperti ini lah yang kami butuh kan.Aku menatap wajah Sandra yang terlihat begitu bahagia saat bercinta dengan ku.
Hingga kami berdua sama-sama saling merasakan pelepasan dengan bersamaan.
Aku mengecup kening Sandra
Lalu aku menarik selimut untuk menutupi tubuh Sandra dan tubuh ku.
Sejenak kami pun mulai ngantuk dan memutuskan untuk tidur.
__ADS_1
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️