Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Penyelidikan Bu Nela


__ADS_3

*Episode Sebelumnya


"GEMPAA"suara orang² yang berlarian. Membuat Bu Maya takut dan akhirnya sibuk menyelamatkan diri dan melupakan bayinya.


Kembali ke masa kini.


"(Itukan ibu yang pernah melahirkan bayi golongan B-)"Kata Bu Maya dengan mendekatkan diri kepada.


Saat Bu Maya ingin bicara kepada Bu Nela, Tetapi Bu nela hendak pergi dari Rumah sakit*.


Di depan rumah sakit. Bu Maya yang memegang lengan Bu Nela yang berniat untuk menghentikan langkah Bu Nela.


"Buu (Memegang lengan Bu Nela)"Karena syok Bu Nela yang tiba tiba di pegang lenganya Bu Nela langsung melepaskan genggaman tangan Bu Maya.


"Eh maaf" Kata Bu Nela, "Oh iyh maaf Bu saya ingin bicara sesuatu yang mungkin penting untuk ibu?Emmm boleh duduk sebentar Bu?"Kata Bu Maya dengan memberikan insyarat untuk duduk kepada Bu Nela.


"Oh iyh"Bu Nela yang masih kebingungan memutuskan mendengarkan apa yang ingin dikatakan Bu Maya.


"Sebelumnya kenalin dulu nama saya Bu Maya"Saat Bu Maya mengatakan itu Bu Nela memotong pembicaraan dengan bertanya,"Sepertinya saya pernah bertemu mungkin di waktu lalu?"Karena merasa seperti pernah bertemu Bu Nela dengan menanyakan hal itu dan mengingat ingat wajahnya.


"Oh iyh saya suster yang pernah membantu lahiran ibu 18 tahun yang lalu" Dengan jawaban Bu Maya Bu sista yang sontak bercanda dengan tawaan, "oh iyh hahahahahaha Udh lama"


"Iyah hahahahahaha"


"Jadi kaya asing gitu yah Bu"Dengan tawa.


"Hahahahahaha iyh bu"


Dengan bercanda canda dikit akhirnya Bu Maya Mulai serius dan pokus dengan topik utamanya


"Jadi niat saya bicara dengan ibu,Saya ingin mengaku sesuatu"Kaya Bu Maya pokus,"Ingin bicara apa Bu?, Ibu kok kelihatan pokus begitu? bikin saya penasaran aja"Bu Nela yang masih bercanda mulai kebawa pokus akan suasana.


"18 tahun yang lalu tepat dimana sebelum kejadian gempa bumi saya sempat mengambil anak ibu dan saat gempa terjadi saya yang panik menaruh bayi ibu di tempat bayi yang saya kurang tau bayi dari ibu siapa, Tapi yang saya ingat keranjang bayi itu bertuliskan nama Tania Bu" Kata Bu Maya yang membuat Bu Nita reflek, "Ibu kenapa bisa bicara seperti ibu itu Bu" Kata Bu Nela dengan mempokuskan diri dengan topik.


"Saya bener bener mengatakan apa yang memang bener terjadi Bu, saya bener bener sempat melihat kalo saya salah menempatkan anak ibu ke keranjang anak yang lain" Kata Bu Maya.


Hal tersebut membuat Bu Nita reflek kaget. "(Ya Tuhan gw mana ini saya menjadi lebih sulit untuk bertemu dengan anak saya)" Air mata yang tiba² turun di mata Bu Nela.


18 tahun yang lalu tepat di saat Bu Nela pulang sesudah melahirkan dari rumah sakit ayah nya Syafira berusaha merebut Syafira dari tangan Bu Nela untuk di jual jantungnya membuat Bu Nela memutuskan membuang Syafira di depan rumah tempat jauh dimana *Mungkin* Ayah nya Syafira tidak akan menemukan Syafira.


"Bu?, ibu menangis?"Kata Bu Maya.


"Eh?"Jawab Bu Nela dengan menghapus air matanya.


"Gapapa kok Bu, lagian saya juga merasa bersalah akan ibu"


"Karena saya yang buta harta membuat seorang ibu yang terpisah sama anak kandungnya sendiri" kata Bu Maya.


Dan Bu Maya memegang kedua tangan Bu Nela.


"Buuu pokonya saya akan bantu ibu menemukan anak kandung ibu"


"Iyh terimakasih banyak" Kata Bu Nela dengan menghapus air matanya.


"Ini kartu nama saya dan di sana ada nomor telpon kalo ibu perlu bantuan saya, saya akan senantiasa membantu ibu" Melepas genggaman tangan Bu Nela dan memegang bahu Bu Nela.


"Kalo begitu saya permisi yah Bu" dengan berdiri untuk berpamitan dengan Bu Nela.


"Oh iyh Bu kalo ada apa apa saya akan telpon ibu" Ikut berdiri untuk berpisah.


"Oh iyh baik"


Bu Maya yang pergi dari hadapan Bu Nela.


Pikiran Bu Nela yang campur aduk karena akan semakin sulit untuk mencari tau dimana anaknya berada.


Di kamar Tania. Vina yang terbangun yang melihat Syafira dan Renata yang masih tertidur.


Vina yang memutuskan untuk keluar kamar dan berkeliling sebentar.


Hingga melihat Tania yang sedang memasak.


"Tania kamu lagi masak?" Ucapnya dengan menghampiri Tania di dapur yang sedang memasak.


"Eh Vina kamu sudah bangun?" Balasnya.


"Iyh nih Tania, Kamu sedang masak apa Tania?" Tanyanya.


"Aku lagi masak buat sarapan nanti Vin" Jawabnya.


"Oh, Yaudh Tania biar aku bantu yah" Tawar Vina.


"Oh yudh deh coba kamu potong buah buat salad nanti" Jawab Tania.


"Siaaap Queen kuuuu" Kata Vina dengan melebay lebay kan kalimatnya.

__ADS_1


Tania dan Vina yang sangat seru memasak membuat kenangan indah yang mungkin akan dirindukan mereka suatu saat nanti.


Dikarenakan....


Vina yang terus membayangkan tentang dendamnya.


Tania dan Vina usai selesai memasak memangil Syafira dan Renata serta ayah Tania untuk menyantap masakan buatanya.


Tania dan Vina yang masih merapihkan meja makan.


"Vinaa nanti kamu panggil Renata dan Syafira untuk sarapan yh, aku akan memanggil ayah aku" Suruhnya.


"Okee Taniaa" Jawab fresh respon nya.


Dan saat Vina sampai di kamar.


"Bangooooooon" Vina yang menjaili temanya dengan berteriak di antara teringa temanya seperti toak masjid membuat reflek Syafira dan Renata bangun.


"Et,dah bocah Lo bisa gak gaush teriak" segitunya" respon Renata.


"Tau nii, Kayaknya yah kalo kita budek pasti dia bakalan seneng" Ucap Syafira.


"Hahahahahahahaha! Canda canda jangan di bawa hati napa!" Ketawa jail Vina kepada teman²nya.


"(Menarik napas) Gw habis selesai masak sama Tania jadi kalian harus cobain masakan gw!" Ucapnya dengan menyombongkan diri.


"Widiiiiiiih rajin bener" ucap Syafira dengan bangkit dari posisi baringnya.


"Kalo gitu hayo kita cobaiiiiiin!" Ucap Renata yang langsung berlari seolah² sedang balapan.


Syafira dan Vina yang mengikuti Tania tetapi dengan jalan santai.


Kamar ayah Tania.


Tania yang mengetuk pintu kamar ayahnya di jawab langsung oleh ayahnya.


"Ayaaaaah?" Panggilnya.


"Iyh syang" Jawabnya.


Tania yang mendengar jawaban ayahnya langsung masuk ke kamarnya.


"Ayah Tania sudah mempersiapkan sarapan pagi buat ayah! Ayah mau makan kan?" Tawarnya.


"Yah emangnya harus pagi banget yah?" Ucap sedihnya.


"Iyh sayang jadi kamu makan sama temen temen kamu aja yah" jawabnya dengan menghelus rambut Tania.


Tania yang respon dengan gelengan tangan dan pergi makan dengan teman²nya tanpa ayahnya.


Diruang makan.


"Widiiiiiiih! Enak niiii" Renata yang gesit dan melihat² masakan yang ada diikuti dengan Vina dan syafira yang berjalan tak jauh di belakang Renata.


"Iyah dong siapa dulu yang masak! Taniaaaaa!" Ucap Vina yang menyombongkan masakan yang di buat oleh Tania.


"Yeeeeh yang masak Tania yang sombong elo!" Jawab Renata dengan mengambil² makanan.


"Yeeeeh yang penting kan gw ngebantuin beleeek (mengelelkan lidah)" jawab Vina.


Dan tanpa lama Tania yang datang dengan wajah sedikit sedih.


Dan di sadari oleh Vina.


"Eh Tania kamu lagi sedih?" Tanyanya.


"Eh enggak kok! Kalian lanjutin aja makanya" Jawab Tania.


"Taniaaaaa gimana kita bisa makan coba kalo kamu aja kelihatanya gak semangat gitu makanya" Ucap khawatir Syafira.


"Aku baik² aja kok firaaaa" Ucap ngelesnya.


"Hemmmm yudh deh kamu kalo gak mau cerita sama kita" ucap sedih yang merayu Tania.


"Engak gitu firrr, aku cuma ngerasa aneh aja sama ayah aku baru kali ini dia kaya lebih suka pergi kerja pagi biasanya kan gak kaya gitu" Ucap sedihnya.


"Yaampun Taniaaaaa! Yaalah kamu santai aja Tania ayah kamu mungkin kan ngelakuin itu untuk kamu sendiri lagian mungkin kamu belum terbiasa aja karena kan baru² ini aja kamu kehilangan ibu kamu, aku yakin lama kelamaan kamu pasti terbiasa" Jawab fresh respon Vina.


"Iyh vinaa kita lanjut makan aja.." Jawab Tania yang terpotong Renata.


"YAAAMPUN INI SIAPA YANG MOTONG ANEH BENEEER! HAHHAHAHAHA!" Teriakan Renata mengejek.


Membuat Vina kesel dan reflek melempari sesuatu di depannya ke Renata.


"Berisik ka***et, Lo bener bener yah udh baik juga bahan bukan Lo yang sediain apalagi bumbu" atau alat masak tapi yah Lo kaya ibu² habis belanja mahal tapi ngeliat barangnya yang gampang rusak!" Ucap kesel Vina.

__ADS_1


"Beh Vina gw kan cuma bercanda, Lo baperan amat! Lagian nih potongan kaya mau bikin belahan MTK ! HAHHAHAHAHA" Ucap Renata mengejek dan tertawa kencang.


"Iiiii tau ahk" mengambil salad Renata.


"Eh itu punya gw!" Ucapnya


"Heh kalo Lo gasuka mau itu sama potongannya kek rasanya kek buah nya kek atau wadah sama sendok sekalian aja Lo gaboleh makan salad ini"


"Iliiiih apaan sih vinaa! Balikin gak"


"Gamau! Katanya gasuka yudh"


"Iiiii Tania liat Vina nya pelit"


"Iliiiih ngadu segala katanya gasuka"


"Lah emang gasuka"


"Lah terus kenapa minta di balikin"


"Yah gw mau habisin"


"Yeh kalo gasuka ngapain di habisin"


"Yah serah gw lah Mansur"


Bla bla bla entah gimana habisnya....


Tania yang hanya tertawa melihat Vina dan Renata sedangkan Syafira yang menghiraukan pertengkaran mereka karena sering mendengarnya.


Dicafe Ayah Tania yang ternyata sedang meeeteng sama ibunya Syafira alies janda cantik.


"Selamat pagi pak" Ucap Bu Sari yang lebih dulu datang dan mengulurkan tangan kepada pak Dimas.


"Siang" Pak Dimas yang menerima uluran tangan Bu Sari dan duduk.


"Jadi gini pak......."


Seperti miting biasanya......


Saat selesai miting Bu Sari yang memegang tergoda dengan pak Dimas.


Memang mereka bukan miting yang pertama kalinya alies miting yang sudah berkali².


Bu Sari yang sepertinya kagum kepada pak Dimas.


"Sepertinya kita bisa ngobrol² dulu pak! Karena saya juga gaada kerjaan penting di kantor" Goda Bu Sari.


"Emmmm emang nya kita mau ngapain lagi yah? Bukanya obrolan miting sudah selesai?" Jawab ketusnya.


"Saya ngerti pak! Maksud saya (memegang tangan Bu Dimas) kita ngobrol ngobrol dulu aja pak!" Ucap Bu Sari mendekatkan mukanya kepada pak Dimas.


Membuat detak jantung Pak Dimas berdetak.


...?


Bersambung


Episode Selanjutnya


"Tok tok tok..."


"Permisii?"


"Assalamualaikum???"


"Permisi Bu saya mau menanyakan sesuatu"


Tetap tidak ada jawaban.


Hinga ada seorang warga yang menghampiri Bu Nela.


"Halo Bu? Ibu pasti lagi menyari Bu Sari pemilik rumah ini?" Tanya warga sekitar.


"Heh? (Memalingkan pandangan)"


"Iyh benar Bu apa Bu Sari pemilik rumah ini ada?" Tanya balik Bu Nela.


"Maaf Bu rumah ini sudah lama di tinggal dan kalo saya dengar dengar pemilik rumah ini sudah sukses dan meninggalkan rumah ini" Jawab warga sekitar.


"(Lebih baik saya tanya saja apakah pemilik rumah ini membawa bayi atau tidak)" Suara dalam hati Bu Nela.


"Oh iyh Bu! Kalo boleh saya tau pemilik rumah ini memiliki anak tidak yah Bu?" Tanya Bu Nela.


...(Penyelidikan Bu Nela)...

__ADS_1


__ADS_2