
"Tidak semua yang kita harap selamanya milik kita akan terkabul terkadang misteri yang kita pikir indah ternyata bisa mengubah sesuatu mengubah ikatan persahabatan atau mengubah jalan hidup kita." Kata yang di tulis oleh Tania di buku hariannya.
Tania memang suka menulis puisi yang indah di bukunya termasuk tentang cerita hidupnya.
Tania memiliki sahabat yang ceria Syafira Renata dan Vina mereka memang sering kemana" setiap pagi sebelum masuk kelas mereka sering nongkrong" di kantin atau di lorong sekolah sambil bercanda atau ngobrol" pada umunya.
Di rumah vina, Vina yang sedang beberes rumah terhenti di depan kamar ibu dan ayahnya yang sudah meninggal.
"Emmmm semuanya udh bersih,Aku udh lama tidak masuk kamar ibu sama ayahku pasti disanah kotor semenjak orang tua ku pergi aku ragu untuk masuk kamar ibu karena pasti aku akan mengingat mereka." Kata Vina dengan sedih dan berdiri di depan kamar ibunya.
Vina memang sudah lama menjadi Yatin piatu karena orang tuanya meninggal kecelakaan.
Bayangan Vina...
"Treneng" (bunyi ponsel vina)."Vina langsung mengecek ponsel dengan melihat siapa yang menelpon dia.
"Ibu? Halo Bu ada apa?,Apa ibu udh pulang sama ayah?".Sambil mengangkat telpon Vina langsung berdiri dari kasur dan posisinya yang tadinya sedang berbaring.
"Maaf apa ini dengan putri dari Bu nisa dan pak Hermawan?"Suara lelaki dewasa.
"Eh iyh saya putrinya ini dengan siapa yah?."
"Saya warga sekitar yang menemukan jasad pasangan suami istri yang mengalami kecelakaan di dekat danau saya tidak sempat melihat persis kecelakaan nya terjadi tetapi posisi mobil yang di tumpangi nya sedang berada di posisi menabrak pohon."
"Apa mas? Baik baik saya akan segera kesana tolong mas dan warga di sana tolongin bapa dan ibu saya pergi ke RS terdekat."
Kembali ke masa kini....
"Apa aku masuk aja yah?."Kata Vina sambil memegang pegangan pintu.
Dan Vina pun memasuki kamar kedua orang tuanya terlihat banyak debu karena sudah lama di tinggal.
"Terlihat kusam dan kotor lebih baik aku rapih kan kamar ibu dan ayahku."
Vina dengan semangat membersihkan kamar ibu dan ayah nya tetapi saat dia hendak membuka lemari untuk melihat lihat baju ibu dan ayah nya ada catatan harian ibundanya.
"Diari ibu? Apa aku baca aja yah siapa tau ada sesuatu yang penting."
"Pak dimas?siapa yah kenapa ibu menulis sesuatu seperti kode."
"Langit yang cerah sekali tiada tanda tanda hujan yang akan turun sehingga aku ingin terbang tanpa memikirkan cuaca tetapi tiba tiba ada petir tanpa hujan yang menusuk keceriaanku.
Dimas Wijaya."
Itulah yang ada di halaman dimana Vina berhenti melanjutkan halaman tersebut dia sempat berfikir jika dia tidak asing dengan nama "Dimas Wijaya".
Keesokan harinya....
"Yahahahahahhahaha"suara keras dari Tania dan teman" Genk nya.
Tak lama kemudian datang Vina dengan wajah yang sedikit suram.
"Vin Lo kenapa?"Tanya Tania.
"Iyh Vin masih pagi muka Lo udh kusam aja,Ada apa sih ada sesuatu yang terjadi sama Lo? Cerita aja sini."kata Syafira dengan memberikan tempat kosong untuk Vina duduk.
Vina duduk dengan sedikit berusaha menghilangkan wajah kusamnya,tetapi tak lama kemudian ponsel Tania berdering dengan nama "ayah" Tania mengangkat telpon nya dan pergi ke keramaian.
"Halo yah?Ada apa?."
"Halo Tania kamu bisa gak datang ke acara ayah di kantor nanti malam?"
"Emmm tapi pah aku mau pergi sama sahabat" aku."
"Yaudh kamu perginya ke kantor papah aja."
"Tapi pah masa"
Tut Tut bunyi kalo telpon nya ditutup Tania kesel karena kalo ayahnya ingin sesuatu harus dia patuhi.
"Gimana bilangnya ketemen temen masa aku ajak temen" ke acara kantor papah sih."
"Tania cepet sini"kata Renata sambil melambaikan tangan.
"Iyh iyh emmm temen temen gimana kalo nanti kita ke acara papah aku aja? Karena papah aku maksa untuk kita datang kesana."Kata Tania memohon.
__ADS_1
"Masa kita pergi ke acara bokap Lo sih,Yaampun Tania nanti kita di anggap apa disana."Kata Renata
"Yamaaf tapikan kalian tau sendiri sifat ayah aku gimana."
"Yudh" kita kesana aja lagian kan gak enak juga sama ayahnya Tania udh mau ngundang kita masa kita gak datang."kata vina.
"Yudh deh."
Akhirnya semua setuju untuk pergi ke acara ayahnya Tania.
Dan di kantor pak Dimas terdapat banyak tamu yang berdatangan.
"Halo yah kita udh ada di depan kantor nih."kata Tania di telpon.
"Yaudh Yaudh kamu sama temen" kamu masuk aja."
"Iyh yah."
Dengan gaada semangat"nya Tania menutup telpon dan masuk ke kantor papahnya bersama ke 3 sahabatnya.
"Yaampun acaranya dipenuhi orang orang tua."Kata Syafira.
"Iyh nih mod gw hancur dah bukanya kita seneng seneng malah terjebak dalam ruangan penuh orang tua."kata Renata sambil melihat-lihat keliling ruangan.
"Udh ahk komplen Mulu kalian siapa sih salah satu dari kita yang mau kesini." Ucao Vina.
"Yang penting kita sudah menghargai undangan dari ayah nya Tania."
"Halo pak Dimas Wijaya."suara cwo.
"Ha iyh" senang bisa liat kau lagi disini sudah lama kita tidak ketemu."suara Dimas Wijaya
"Hi pah"Kata Tania sambil mencium tangan kepada ayahnya yang ternyata adalah Dimas Wijaya.
"(Jadi Dimas Wijaya adalah ayahnya Tania?)"Suara dalam hati Vina.
Lalu saat acaranya selesai Vina yang langsung pulang ke rumah.
"Jadi? Yang dimaksud ibu adalah ayahnya Tania?"kata Vina.
Karena ingin menyelidiki apa yang dimaksud dengan kata yang ada di buku diari ibunya Vina langsung memeriksa Kembali diry ibunya.
Vina yang masih bingung.
...
"Aku gak boleh diem aja kalo memang ayahnya Tania yang udh buat aku Yatin piatu aku gak boleh diam aja aku harus membuat ayahnya Tania menebus kesalahannya."
"Tapi bagaimana caranya."
"Aku akan membalas kejahatan dengan cara jahat, bagaimanapun yang salah itu ayahnya Tania bukan aku jika aku merasa kehilangan maka aku akan buat Tania merasakan kehilangan sama seperti yang aku rasakan."
Balas dendam Vina dimulai.
Keesokan harinya...
Tania dan temen temen lainya termasuk Vina yang pura" dalam keadaan normal.
"Kapan yah aku bisa satu Genk dengan mereka."Kata Diana.
"Padahal aku tau banyak tentang mereka kesukaan mereka dan yang ditakuti mereka juga aku tau." Ucap Diana.
"Lebih baik aku ngucapin selamat ulang tahun ke Tania" Ucap Diana.
"Hbd Taniaaaaa"kata Syafira.
"Cie nambah tua."kata Renata sambil mencubit pipinya Tania.
"Kamu gak lupa buat acara di rumah kamu?."kata Vina.
"Iyh dong kalian datang aja ke rumah aku nanti malem."kata Tania.
"Ciee serius yah jangan lupa sama bolunya yah."kata Vina.
"Iyh" bawel deh"Kata Tania.
__ADS_1
"Hahahahahah."Suara ketawa dari 3 sahabatnya.
Karena pelajaran dan jam istirahat gak seru kita langsung aja ke pesta ulang tahunnya Tania.
Pesta ulang tahun Tania.
Seperti biasa banyak yang datang yaitu temen SD SMP dan temen sekolahnya di SMA.
"Hbd Tania."kata Diana sambil memberikan kado.
"Iyh makasih."Kata Tania.
"Gw harus cepet cepet kasih obat pelupa ingatan."kata Vina.
Dan Vina pun memasuki dapur...
Vina dengan cepat dia menaruh sedikit obat bubuk di minuman yang dia tandai untuk Tania.
"Mba saya minta tolong untuk berikan minuman ini ke Tania yah."kata Vina
"Iyh baik nyonya."suara cewe.
Pelayan wanita lalu memberikan minuman yang dikasih bubuk itu kepada Tania.
"Yes gw yakin Tania akan pingsan dan koma untuk waktu yang lama."kata Vina.
Tania meminum minuman itu.
"Yes Tania meminum minuman itu mending gw gabung di Genk biar gaada yang curiga sama gw."kata Vina.
"Haiii gayss."kata Vina.
"Darimana aja sih loh?"kata Syafira.
"Emmm gw dari toilet biasa kebelet."kata Vina.
Emmm Yaudh deh mending kita makan."kata Renata.
"(Gw kok sedikit pusing yah)."Kata Tania
"(Kepala gw nyut nyutan)."
Tania pun pingsan.
ketika sedang asik asikan para tamu yang ada di sana akhirnya melihat ke arah Tania yang terjatuh.
"(Yes efek samping itu berkerja dengan baik).kata Vina dalam hati.
Bersambung
Episode selanjutnnya
Dipinggir jalan...
"Eh Vina,gw gak nyangka yah ternyata elo yang udh buat Tania koma"Kata Diana.
Vina dengan terkejut langsung melepaskan genggaman dari Diana.
"Eh Lo apa apaan sih datang datang langsung nuduh gw sembarangan, kalo Lo gaada buktinya Lo gaush nuduh gw"kata Vina.
"Eh gw gaakan nuduh Lo kalo gw gaada buktinya yah"
"Emang nya Lo punya bukti apa!."suara Vina yang keras tepat di depan muka Diana.
"Gw punya rekaman cctv yang merekam saat Lo masukin obat kedalam minuman Tania"balas Diana dengan suara yang lebih keras ke depan muka Vina.
"Udh Lo gaush buang buang waktu gw akan bilang semuanya ke ayah dan ibunya Tania".kata Diana sambil menarik tangan Vina.
"Eh Lo apa apaan sih lepasin gw"
"Gak gw gaakan lepasin sebelum gw bongkar semuanya"
"(Gimana nih gw gamau kalo semua terbongkar,pokonya gw harus cari cara agar bisa kabur dari Diana)"Suara dalam hati Vina.
"Lepasin"Vina langsung mendorong Diana sampe jatuh.
__ADS_1
Mobil trek yang maju di depan Diana membuat Diana dan Vina terkejut karena menabrak Diana.
...(Penyelidikan Diana)...