Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Petualangan membebaskan diri


__ADS_3

Episode Sebelumya


"Kamu ikut aku sekarang!


"Enggak lepasin!!!"


"Ayo ikut!"


preman itu akhirnya membawa Vina entah kemana.


'"Kamu bawa gadis yang pingsan itu" Ucap preman yang berambut pendek kepada preman gemuk dengan rambut kriting.


Preman gemuk itu pun mengambil Tania dari gendongan Vina.


"ENGGAK LEPASIN!" Ucap Vina yang terus saja berusaha melepaskan tarikan preman tersebut.


Vina yang terus saja berteriak dan berusaha terus menerus untuk membebaskan dirinya, hal itu membuat preman preman tersebut risih dan membekam mulut Vina dengan kain yang sudah di kasih obat tidur.


Vina pun pingsan saat menghirup kainya tersebut.


"Akhirnya dia pingsan juga!" Ucap preman yang sedikit gemuk.


"Huh nyusahin aja, Tapi gapapa lah lagian gadis ini lumayan mulus" Respon preman satunya lagi.


Di camp terlihat Renata yang masih pusing dengan semua masalah.


Serta pak Dimas yang terus saja terlihat panik.


"Gimana kalo kita lakukan pencarian 24 jam hingga dapat!" Unsur pak Dimas.


Syafira yang sadar atas hilangnya Vina datang di keramaian tersebut dengan sangat panik.


"KAK RIKO, PAK DIMAS!" Ucap teriakan Syafira.


"(Itu Syafira kenapa kelihatan panik gitu yah??)" Ucap batin Renata penasaran karena melihat Syafira dengan keringat hangat di keningnya.


"Ada apa Syafira?" Ucap pak Dimas.


"A....Aku baru sadar kalo dari kejadian kemarin Vina gak ada di lokasi camping" Ucap Syafira.


"Vina pun hilang!!???" Ucap kaget pak Riko.


"Kamu gak usah mengada ngada Syafira, Jelas jelas kemarin Vina masih ada" Ucap jutek pak Dimas.


"Tapi serius pak! Kalo Vina beneran gaada di sekitar camp" Dengan napas yang terengah rengah.


"Udah udah cukup! Lebih baik kita kumpulkan semua siswa lalu kita cek apakah Vina hilang atau enggak" Unsur kak riko.

__ADS_1


Akhirnya kak Riko langsung mengumpul semua siswa, Dan terlihat jelas bahwa Vina benar benar tiada di sana.


"Jadi Vina beneran gaada di sekitar sini??" Tanya pak Riko.


""Kita semua benaran belum lihat Vina dari semalam pak" Ucap salah satu siswi.


"(Vina gaada di wilayah camp? Kemana dia? Apa dia memutuskan untuk mencari Tania sendirian?, Enggak! Gak mungkin Vina senekat itu)" Ucap batin Renata.


"Serius kan Kak, Om, Kalo dari kemarin Vina bener bener gaada di wilayah camp" Ucap Syafira.


"Kemana dia?...." Ucap kak Riko yang di sela oleh pak Dimas.


"Palingan dia kabur karena gak mau bertanggung jawab, Karena anak saya Tania hilang gara gara dia!" Ucap pak Dimas menjelek jelekan Vina dengan memotong omongan kak Riko.


"Cukup yah om.... Vina gak bersalah atas hilangnya Tania! Malahan Vina kah yang paling panik dan khawatir dengan hilangnya Tania!" Ucap Syafira yang pusing mendengar semua ejekan yang keluar dari mulut pak Dimas.


"Udah! Lebih baik kalian semua bantu doa dan pak Dimas kamu ikut saya dan tim pencarian untuk melanjutkan pencarian Tania dan Vina" Ucap kak Riko.


Pak Dimas yang hanya terdiam menyetujui unsur kak Riko.


Lalu Renata yang lewat dekat Syafira melihat Syafira yang bengong dan memikirkan Vina yang ikut hilang dengan Tania.


"Fir?" Ucap Renata dengan suara lembut.


"Apa, Udah deh Renata sekarang kamu jujur kepada semuanya kalo kamu lah yang udah mendorong Tania hingga Tania hilang kaya gini, Dan Vina jadi ikut hilang......." Ucap Syafira dengan menengok ke arah Renata yang baru datang.


""Tapi Renata, Semua ini gaakan terjadi kalo kamu gak merencanakan semuanya!"


"Iyah! Tapi tetap saja gw gak bersalah tentang Vina!"


"Udah lah, Dengar yah Renata, Aku bener bener udah gak bisa kenal kamu lagi! Renata yang dulu aku kenal......Udah mati" Ucapnya dengan langsung pergi meninggalkan Renata sendirian.


"Fir...."


Di sebuah rumah cukup besar seperti rumah orang yang paling kaya dari pada orang orang yang tinggal di desa kecil itu.


Terdapat pagar berwarna hitam dan dinding berwarna putih dan serta terdapat garasi kecil.


Vina yang di bawa ke sebuah ruangan yang terpisah dengan ruangan tempat Tania di sembunyikan, Entah mungkin preman tau dengan keadaan Tania yang tidak cukup baik.


Vina yang terbangun dari pingsannya berada di ruangan yang seperti ruangan pesantren terdapat kasur kasur kecil berpisah, Ada 5 ranjang yang berada di ruangan tersebut serta berada 5 gadis terhitung dengan dirinya.


"Dimana aku?" Ucap Vina yang terbangun dari tidurnya dan melihat beberapa orang muda yang juga melamun terdiam dari ruangan itu.


"Eeeeee aku mau nanya ini tempat apa yah?" Ucap Vina yang menanya ke seseorang.


tentu saja di ruangan itu hanya ada wanita.

__ADS_1


"Ki-Kita akan di jual oleh orang itu untuk melayani pria pria tua yang menyewa kita" Ucap pelan wanita dengan baju kaos coklat dan rambut yang pendek serta kulit yang halus.


"Hah?" Ucap terkejut Vina.


Vina yang panik dan langsung duduk rapi di kasurnya.


Lalu Vina yang teringat dengan Tania dan melirik lirik sekita tetapi tiada Tania.


"Tania?" Ucap panik Vina.


"Dimana kamu Tania, Apa Tania ada di ruangan lain? Aku harus mencari Tania" Ucap Vina dengan bergegas langsung bangun dan melangkah cepat ke arah pintu.


Tentu saja pintu itu di kunci oleh penjahat itu, Hingga membuat Vina yang mencoba membuka pintu itu tidak bisa.


"I....ini....." Ucap Vina yang mencoba bertanya ke orang yang berada di sana, Namun gadis yang tadi menjawab pertanyaan Vina kini menjawabnya lagi tanpa harus menunggu Vina menyelesaikan ucapannya dia sudah tau.


"Pintunya di kunci kak, Dan kita tidak mustahil untuk mencoba membebaskan diri" Ucap Erika.


"Ta......Tapi teman aku....."


"Mungkin teman kamu ada di kamar lain" Jawab Erika lagi.


Vina yang bener bener pusing dengan semua masalah yang dia miliki, Kini ia kembali ke ranjangnya dan terdiam terpaku dan memikirkan nasibnya dan nasib Tania tentunya.


Dengan tangisan kecil yang ia keluarkan dan pikiran yang terus saja memutar kini ia bener bener tidak memiliki cara lain.


Erika yang simpati dengan Vina kini menghampirinya dan memeluk Vina.


"Kamu tenang aja yah, Kita semua pernah ada di posisimu dimana kita tiba di sebuah ruangan yang entah apa, Kamu tenang aja ok? Tuhan akan memberikan jalan untuk dia yang terus saja membawa nama tuhan dari semua doanya"


Ucapan Erika yang terlihat kalo dia sepertinya orang yang baik dan Solehah.


"Iyah! Kamu tenang aja, Pokonya kita harus cari cara untuk bebas dari sini" Ucap wanita lain dengan rambut coklat kekuningan dan bernama Rena.


"Iyah" Ucap Vina dengan senyuman main.


Bersambung


Episode Sebelumnya


"A......Aku dimana?" Ucap Tania yang bangun dari pingsan nya.


Dia beda dengan Vina, Alies dia berada di kamar dengan kasir yang besar dan terdapat ace serta tv dengan layar lebar.


Terlihat genggaman pintu yang berputar.


"(Siapa yang masuk?)" Ucap Tania yang kepalanya masih sedikit sakit.

__ADS_1


...(Rencana Tim five line)...


__ADS_2