Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Penyelidikan Bu Nela


__ADS_3

Episode Selanjutnya


Resepsoudis pun menutup telepon dan mempersilahkan Bu Sari untuk keruangan pak dimas.


"Tok tok tok" Bu Sari yang mengetuk pintu ruangan pak Dimas.


"Masuk" pak Dimas yang mempersilahkan masuk.


"Hi pak Dimas" Bu Sari yang membuka pintu dan masuk.


Pak Dimas yang melihat arah pintu di terkejut kan oleh kedatangan Bu Sari.


"Ada urusan apa lagi yah kamu kesini? Atau ada pembicaraan yang belum selesai saat tadi pagi metteng?" Jawab pak Dimas.


"Kebetulan tidak ada pak" Ucap Bu Sari.


"Terus ngapain kamu kesini?" Ucap pak Dimas dengan ketus.


"Saya cuma mau ngajak bapak makan siang, Pasti bapak kesepian jika makan sendirian" Ucap Bu Sari mengoda pak Dimas.


"Saya bisa makan sendiri" ucapnya sinis.


"Yaampun bapak, Bapak gaush malu malu gitu saya saya (mendekatkan muka kepada pak Dimas) Karena istri bapak kan sudah tiada" Ucapnya sambil memegang pipi pak Dimas.


Entah kenapa bukanya kesal tetapi detak jantung pak Dimas tiba tiba berdetak.


"(Melepaskan genggaman tangan Bu Sari dari pipinya) Kamu apaan si! Ini kantor jadi mohon jika kamu tidak ada keperluan penting silahkan pergi dari ruangan saya" Ucap Pak Dimas.


"Heh bapa ngusir saya? Sepertinya bapak lupa kalo saya bisa kapan saja mengambil aset saya di kantor bapa kapan saja" Ucapnya dengan mendekatkan lagi mukanya kepada pak Dimas.


"Dan saya bisa kapan saja membuat bapa jatuh miskin" Ucapnya Membisik.


"Yah tapi saya sih gak maksa bapa buat makan siang dengan saya sih jadi kalo bapak gabisa saya akan pergi" ucapnya dengan ngancam dan berjalan keluar ruangan tetapi...


"Tunggu" Ucap pak Dimas menghentikan langkah Bu Sari.


"Iyh pak (Membalik kearah pak Dimas)" ucap sombong nya.


"Iyh Okey Saya akan makan siang dengan kamu" ucap pasrah nya.


"Baik kalau begitu, bisa kita pergi sekarang?" Ucap sombong.


"Iyh bisa"


Bu Sari dan pak Dimas pergi ke sebuah cafe.


Tania dan Genk nya yang sedang shoping shoping.


"Jangan lupa Lo gays besok aku ultah" Ucap Vina mengingatkan.


"Hahahahahah iyh iyh Kita pasti datang kok" Jawab Renata.


"Janji ya gays" Ucap Vina.


"Iyah Iyah" Respon teman temanya.


"(Kriuk kriuk)" Bunyi suara perut Renata.


"Iiiih gelaaay" Ucap Vina alay.


"Iiiih malu malu in aja si Lo" jawab marah Vina.


"Yah maap abis gw lamar udh lama gak makan" Jawab lembut Renata.


"Ih baru juga beberapa jam" Jawab Vina.


"Yudh udh kita cari cafe deket sini aja yah" Ucap Tania.


"Yudh yuu" Jawab Renata.


Mereka berempat pun pergi ke sebuah cafe.


Cafe yang sama dengan Pak Dimas dan Bu Sari.


Saat mereka sampai di cafe dan berada di parkiran.


Saat nyampe di cafe. Vina yang terlintas melihat pak Dimas masuk ke dalam cafe.


"Eh Tania Tania! Liat deh itu bukanya bokap Lo?" Tanya Vina menunjuk ke arah pak Dimas.


Tetapi pak Dimas sudah tidak kelihatan....


"Mana?" Jawab Tania sambil melihat lihat tunjukan jadi Vina.


"Ituuu yang masuk ke cafe sama cwe!" Ucap Vina.


"Gamungkin lah Vina kalo ayah aku pergi ke cafe sama cwe! Apa lagi kan ibu aku baru kemarin meninggal" jawab Tania.


"Emmm iyh sii mungkin gw salah liat" Ucapnya.


"Issh udh dong mending kita langsung ke cafe gw lapar kali!" Ucap Renata.


"Emmm iyh iyh" jawab Vina.


Memasuki cafe....

__ADS_1


"Mbaaa gw persen ........ " Ucap Renata.


#Karena saya tidak tau nama nama makanan di restoran jadi ngasal aja yah!


"Baik mba" jawab pelayan.


"Kalo aku pesan sendwit aja 1 yah" ucap Syafira.


"Kalo aku juice Jeruk aja yah mbak" kata Vina.


"Aku sama jus jeruk yah mbak" Ucap Tania.


Renata yang tersingung karena hanya dia yang memesan makananpun protes ke teman temanya.


"Woi! Kalian gak setia kawan banget yah masa cuma gw sih yang makan sedangkan kalian cuma pesan minum" ucap Renata protes.


"Elu lagi cuma pesen cemilan" ucapnya lagi ke arah Syafira.


"Eh briwil elu apaan sih kalo elo yang Lapeer Kenapa elu yang sewot sih!" Ucap Vina tengan tegas.


"Ish Udh udh Yaudh gw pesen yang sama aja deh sama dia mbak" jawab Syafira memasrah.


"Oh baik mba" ucap pelayan dan pergi..


"Nah gitu dong jadi kan enak gw ada temen makan" Ucap Renata.


"Makasih yah Syafira elo emang the Beat deh!" Ucap Renata memeluk Syafira.


"Iyh iyh" jawabnya dengan melepaskan pelukan Renata.


Disisi lain....


"Ayo pak silahkan duduk" ucap genit Bu Sari.


"Iyh iyh ini bukan rumah kamu" jawabnya dingin.


"Yah tapikan saya tetap harus sopan sama bapa" ucapnya.


"Oh iyh iyh" jawab dingin nya lagi.


"Hemmmm kamu mau pesan apa biar aku pesankan buat kamu" ucapnya mengoda.


"Saya pesan.........." Jawabnya.


"Oh baiklah" jawabnya.


"Mbaaa (melambaikan tangan)"


"Iyh mba mau pesan apa?" Tanya pelayan.


"Oh baik mba tunggu sebentar yah" ucap pelayan dan pergi.


"Cafe ini bagus yah pak" jawabnya dengan mendekatkan kursinya ke kursi pak Dimas.


"Oh iyh menurut saya biasa aja" jawab ketusnya.


"Tapi pak liat deh di keliling kita" ucap Bu Sari dengan mendekatkan mukanya ke muka pak Dimas dan memegang pipi pak Dimas "lagi".


Detak jantung pak Dimas yang berdetak lagi.....


Tanpa sadar Tania yang kebetulan melihat ke arah meja pak Dimas dan Bu Sari...


"(Itu kan papah)" ucap dalam hati Tania.


Karena ingin memastikan itu papahnya Tania yang ijin ke toilet kepada teman temanya.


"Eh gays gw ke toilet dulu yah daaah" ucapnya bangun dan pergi dari meja teman temanya.


"Eh Tania Lo mau kemanaa" Teriakan Renata.


"Eeeee kalo gitu gw nyusulin Tania yah sekalian mau nyuci tangan" ucap Syafira.


"Eh kenapa pada pergi sih!" Protes Renata.


"Gw pergi yah daaaaah" ucap Syafira.


"Heh Syafira Lo mau kemana?" Teriak Renata.


Disisi lain...


"Mas kamu liat deh aku" Ucap rayuan Bu Sari.


"Aku ini cinta sama kamu mas" Membisik.


"Tolong Sari ini kita sedang berada di tempat umum!" Sambil melepaskan genggaman tangan Bu Sari dari pipinya.


"(Itu bener bener papah)" Ucap dalam hati Tania dengan kaget bahwa papahnya sedang berada di cafe bersama "wanita".


"(Wanita itu siapa? Kenapa dia memegang pipi papah)"


"Tapi pa aku bener bener mencintai bapa dari pertama kita kerjasama" ucapnya dengan memegang tangan pak Dimas.


"(Hah?)" Kagetnya karena melihat wanita itu memegang tangan papahnya.


"Sari cukup!" Dengan melepaskan genggaman tangan.

__ADS_1


"Tapi pa"


"Sari cukup!" Dengan tegas.


"Kalo kamu gak bisa menjaga sikap lebih baik kita batalkan makan siangnya" ancamnya.


"Iyh pa iyh saya minta maaf" pasrah nya.


Syafira yang tidak sengaja melihat tania yang sedang mengintip seseorang menghampirinya.


"Tania!" Ucap Syafira.


"Syafira? Kamu sedang apa?" Membalikan tubuh dengan kaget.


"Kamu lagi apa si Taniaaaaa bukanya kamu bilang mau ke toilet?" Tanyanya.


"Eh? Iyh aku udh kok ke toiletnya" jawabnya dengan gugup.


"Serius?" Tanyanya curiga.


"Iyh Syafira kalo gitu aku ke meja lagi yah daaah" ucap Tania mengelas.


"Iyh daah" jawab Syafira dengan kebingungan.


"Tania aneh banget dia liat apa yah?"


Tanpa sengaja Syafira yang liat liat keliling untuk memastikannya terlarihkan ke suatu tempat yaitu meja pak Dimas dan Bu Sari.


"Itu kan mamah?" Dengan kagetnya.


"Mamah kok sama ayahnya Tania?" Tanyanya.


"Tunggu! Jangan jangan Tania tadi liat mamah sama papahnya ada disini?" Takutnya.


"Tenang fir Tania Kan belum kenal sama ibu aku jadi seharunya dia belum tau ibu aku" dengan menenangkan diri.


"Oke lebih baik gw bersikap normal di depan Tania" ucapnya.


Karena Syafira yang merasa sudah tenang ia pun pergi dari situ dan ke tempat meja dimana teman temanya berada.


Syafura Tania Renata dan Vina pun menghabiskan makanannya dan pergi dari cafe begitu pun dengan pak Dimas dan Bu Sari.


Di rumah sakit.


Seperti yang Bu Maya janjikan yaitu mencari tau data orang tuanya Tania Bu Maya yang pergi ke rumah sakit kandungan tempat ia kerja untuk mencari tau data tersebut.


"Maaf sus saya mau memeriksa data pasien yan lahiran 16 tahun yang lalu" Tanya Bu Sari.


"Tapi itu privasi Bu Sari? Apa tidak apa apa jika Pak Rangga tau?" Ucap suster.


"Gapapa sus nanti saya akan bicarakan dengan dokter Rangga" jawabnya.


"Baik kalau gitu"


"Oh ini data ibu yang lahiran 16 tahun yang lalu sekitar tahun 2005 an" Jawab suster.


"Oh iyh sus"


Bu Maya yang mencari tau identitas orang tuanya Tania...


"Jadi nama ibu dari bayi yang tertukar itu adalah Bu Gayatri?" Ucap Bu Maya.


Bu Sari yang langsung pergi dari tempat itu dan berada di halaman rumah sakit.


"Aku harus kabari Bu Nela tentang info yang aku dapat" ucap Bu Maya dengan mengambil hp di tasnya.


"Tut Tut Tut"


"Halo Bu?" Ucap Bu Maya.


"Halo Bu apa sudah ada informasi tentang ibu dari bayi yang bernama Tania?" Tanya Bu Nela.


"Sudah Bu jadi nama ibu dari bayi itu adalah Gayatri dan seperti yang saya liat suaminya adalah pak Dimas Wijaya ia orang yang cukup terpandang" Ucap Bu Maya.


"Apa ibu sudah menemukan alamat rumahnya Bu?" Tanya nya.


"Sudah Bu alamatnya di ......" Jawab Bu Maya.


"Terima kasih banyak Bu" Ucap Bu Nela.


"Iyah Bu sama sama" saat Bu Maya menutup telpon tersebut datang sosok lelaki yang mengejutkannya.


Yaitu........


Bersambung


Episode selanjutnya


Pak Rangga yang datang mengejutkan Bu Maya.


"Kamu sedang apa" ucap pak Rangga mengejutkannya.


"Pak Rangga?" Ucapnya terkejut.


...(Keculigaan Tania dan Syafira)...

__ADS_1


__ADS_2