
Episode Sebelumnya
"TOLONG....." Teriak Windi.
Lalu Bu lili dan bodyguard nya datang ke kamar Windi dan yang lain.
terlihat Vina yang sedang berakting sakit.
"Bu..... Vina tadi muntah muntah dan panas, Apa gak sebaiknya kita periksa ke rumah sakit?" Ucap windi.
"Hemmm TUNGGU!" Ucap Bu lili mengagetkan yang lain.
Bu lili pun menghampiri Vina berniat untuk mengecek apakah Vina sakit atau tidak.
Membuat yang lain di sana panik.
Saat Bu lili hampir memegang kening Vina, Bu lili di kaget kan oleh Erika.
"Bu..... Sebaiknya ibu jangan pegang Vina, takutnya nanti ibu malah ketularan sakit lagi?" Alasan Bu lili.
"Iy..... Iyah juga yah? Apalagi kan gadis ini Nemu di hutan....." Alasan Erika yang di percayai oleh Bu lili.
"Nah... Iyah tuh Bu... Lebih baik kita langsung aja bawa ke rumah sakit..." Ucap kompak acak yang lain.
"Amiiir cepat bawa dia ke mobil...." Perintah bu lili kepada bodyguardnya.
"Iy... Iyah Bu" jawab bodyguardnya itu.
"Sa.... Saya ikut..." Ucap Erika.
"Kamu ikut?? Untuk apa?" Tanya Bu lili.
"Eeeee Yah saya mau jaga Vina Bu hhe" jawab Erika.
"Untuk apa? WOEEY gaakan ada apa apa dengan Vina.. ngerti.... Eh tunggu, kamu tau dari mana nama gadis ini?" Karena Bu lili pikir Vina memang belum sadar dari tadi dan kenapa yang lain bisa tau nama Vina.
"Kita.... Eeeee yah kita tau dari Vina Bu, Vina sempat bangun dan bilang sakit" dan panas kaya gitu Bu.... Dan dia bilang nama dia Vina gitu Bu hhe" Jawab gugup dan salting yang lain.
"Hemmm yaudah... lagian kamu tetap gak boleh ikut... kamu lupa sama apa yang udah kalian lakukan mencoba untuk meloloskan diri hah?" Ucap Bu lili.
"Lagian yah.... Ibu juga gak ikut tuh, Untuk apa ibu buang buang waktu untuk mengurus gadis yang belum ngasih duit iyuh"
"eeeee. Bu??? Ibu gak khawatir apa? Kalo Vina ini di bawa sendirian sama bidygard bidygard ibu yang genit itu...."
"Iyah nih Bu.... Ibu lupa apa, mereka juga Jan pernah ngodain kitaaa"
"Iyah buuu"
"Nah Iyah buuu Jadi ijinkan Erika buat ikut yah?.... Buat jagain Vina dari bidygard bidygard mata keranjang ini...."
akhirnya rayuan mereka berhasil, Bu lili mengijinkan Erika untuk ikut ke rumah sakit.
"Hemmm yaudah, Ingat yah... Awas aja kalo sampe kamu berani berusaha kabur... Ibu akan mengasih hukuman kamu tiga ratus kali lebih berat dari sebelumnya. Ngerti???"
"Iyah ibu, Aman ok?"
"Hemmm Yaudah"
Dengan mengayunkan kipasnya lalu bu lili keluar dari kamar itu.
Lalu bidygard Bu lili pun mengangkat Vina untuk di masukan ke dalam mobil.
"Dah gaysss"
__ADS_1
"Erika semangattt" Ucap teman teman yang lain.
Lalu kamar mereka pun di kunci balik oleh Bu Lili.
"Semoga aja Erika sama Vina berhasil!" Ucap Rena.
"Iyah..... Eh Iyah gays, Kalian ingat gak si? kalo Vina sempat bilang ia bersama temanya?" Ucap Windi dengan menatap teman temanya saling keheranan.
"Iyah.... Tapi temanya ada di kamar mana yah?" Jawab dan tanya balik Rara.
Karena gaada jawaban mereka masih terdiam kebingungan.
Lalu di mobil Vina yang berada di kursi belakang bersama Erika lalu 2 bidygard Bu lili di depan.
"(Gw harus gimana nih? Pokonya gw tunggu aja biar agak jauhan dari sini)" Batin Erika.
Dan seiring waktu berjalan Erika menyadari bahwa kini ia sudah berada jauh dari tempat Bu lili.
Lalu Erika memberikan kode kepada Vina, dan Vina pun memahami kodenya.
Lalu Vina yang berdiri dari pangkuan pundak Erika dan...
BUGH
Hantaman Erika kepada supir yang mengendarai mobil itu.
"Kita harus cepet cepet pergi Erika....." Ucap Vina yang tegang.
"Iyah hayoo" Jawab Vina dengan langsung keluar dari mobil.
Lalu saat mereka berlari menjauh tanpa arah.
"HAYOOOK MAU KEMANA KAMU?" Ucap preman bodyguard Bu lili yang mehadang Vina dan Erika.
"Erika gimana iniii" Ucap Vina yang takut dengan mengengam tangan Erika dengan kuat.
"Hemmm Bom.... Lu jangan tangkap Kita yah???" Ucap rayuan Erika.
"ENAK AJA! BISA BISA KITA DI PECAT" Ucap marah bobon bidygard kribo itu.
"Oh yaudah kalo begitu aku gaakan mau tidur sama kamu, Sampai kapanpun!" Ucap Erika yang membuat Vina kebingungan dengan caranya.
"Hah?.... (Aduh ini Erika cantik kenapa sih?)"
"Kalo mau kamu kesini aja.... Cium pipi aku, Cium bibir aku!" Rayunya.
Dengan mulut yang seperti monyong monyong itu lalu bobon menghampiri dan mendekati Erika berniat untuk menciumnya namun.....
BRUK!
Erika menyakiti arah kelamin bobon dengan lututnya.
"AW... Aduh aduh...." Ucap bobon yang kesakitan.
"Ayo Vina...."
Vina hanya mengangguk mengatakan Iyah...
lalu Vina dan Erika pun berlari cepat.
Lalu di sisi lain.
"(Akhirnya saya bebas juga di rumah sakit gila ini)" Batin Rastri.
__ADS_1
Rastri yang akhirnya bisa di bebaskan di rumah sakit jiwa ini dan berniat untuk menghirup udara segar diluar.
namun saat Rastri berjalan ke arah luar ia menabrak Diana.
Bruk...
"aww"
"Eh?"
"Kamu bener bener yah! Bisa liat gak sih?" Ucap Ratri yang kelihatan marah seperti itu.
"Hah? Ibu marah marah sama saya? Harusnya saya deh yang marah sama ibu, Ibu itu baru luar dari rumah sakit jiwa ini kayanya karena jiwa ibu ketinggalan yah? Sini Diana ambilin" Ucap Diana yang berniat pergi mengambil jiwa Rastri. Ingat, itu cuma candaan!.
"Eh kamu kurang ajar banget sama orang tua yah!"
"Bu... Denger yah, Saya gaakan Mandang orang dari sifatnya.... Tapi dari kelakuannya!"
PLAK!.
Tamparan Rastri kepada Vina Hinga pipi Vina sedikit memerah.
"AWW, Ih! Ibu nyeselin banget sih?" Ucap marah Diana.
"Karena kamu kurang ajar kepada saya!"
"Ah udah lah, Capek saya berantem sama ibu"
Diana langsung pergi ke luar rumah sakit jiwa.
Oh Iyah, Selain Bu Rastri, Diana pun keluar dari rumah sakit jiwa.
"Ih bener bener yah! Ada aja orang yang gak sopan sama orang tua" Ucap keselnya.
Dan di rumah Bu lili.
Terlihat Bu lili yang mendapatkan Telpon dari seseorang.
Treneng.... Treneng....
Bunyi telepon itu.
"Halo pak?" Ucap Bu lili.
"Halo... Apa sarapan malam saya sudah siap?" Ucap Tama.
"Tentu saja sudah pak.... Bugar dan sehat.... di tambah cantik...." Maksud Bu lili adalah Tania.
"Coba kirimkan potonya kepada saya, Kalo benar dia cantik. Saya akan kasih kamu sepuluh kali lipat dari biasa yang saya bayar"
Tama adalah seorang lelaki kaya yang tinggal di Jakarta juga, Namun beliau sudah beristri jadi beliau bermain malam di tempat jauh dari Jakarta.
"Waw...." Ucap Bu lili dengan wajah senang.
Bersambung
Episode Selanjutnya
"Lepasin!" Ucap Tania.
Dengan kuat tenaga Tania langsung mendorong Tama hingga dia jatuh dan berlari tanpa arah.
"TUNGGU!" Teriak Tama.
__ADS_1
... (Kisah membebaskan diri Tania)...