Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Penyelidikan Bu Nela


__ADS_3

Episode Selanjutnya


"Selamat pagi pak" Ucap Bu Sari yang lebih dulu datang dan mengulurkan tangan kepada pak Dimas.


"Siang" Pak Dimas yang menerima uluran tangan Bu Sari dan duduk.


"Jadi gini pak......."


Seperti miting biasanya......


Saat selesai miting Bu Sari yang memegang tergoda dengan pak Dimas.


Memang mereka bukan miting yang pertama kalinya alies miting yang sudah berkali².


Bu Sari yang sepertinya kagum kepada pak Dimas.


"Sepertinya kita bisa ngobrol² dulu pak! Karena saya juga gaada kerjaan penting di kantor" Goda Bu Sari.


"Emmmm emang nya kita mau ngapain lagi yah? Bukanya obrolan miting sudah selesai?" Jawab ketusnya.


"Saya ngerti pak! Maksud saya (memegang tangan Bu Dimas) kita ngobrol ngobrol dulu aja pak!" Ucap Bu Sari mendekatkan mukanya kepada pak Dimas.


Membuat detak jantung pak Dimas berdetak.


...?


"Emmm maap maksud kamu apa yah?" Jawabnya dengan melepaskan genggaman tangannya dari Bu Sari.


"Hemmmm maksud saya emang bapak gak kasihan dengan anak bapak, Anak bapa masih butuh sosok ibu loh" hasut Bu Sari.


"Emmm saya belum punya pikiran untuk memikirkan sejauh itu Bu" Jawab pak Dimas sinis.


"Tapi pak....." Ucap Bu Sari terpotong.


"Maap Bu kalo tidak ada pekerjaan yang bisa kita obrolin, saya permisi Bu" Ucap Pak Dimas memotong omongan Bu Sari.


"Hemmmm Iyah pak" Jawab Bu Sari pasrah.


Pak Dimas dengan wajah kurang menyenangkan pun pergi dari cafe dan meninggalkan Bu Sari.


Bu Nela yang memutuskan pergi ke tempat dimana dia menaruh Syafira.


"Aku harus cari anak dari ibu yang tertukar bayi nya dengan anakku" Ucapnya dengan melihat² sekeliling tempat.


"Aku ingat banget kalo bayi itu aku taruh disini"


"Lebih baik aku ketuk pintunya saja, untuk memastikan bahwa pemilik rumah ini masih ada"


Bu Nela yang memutuskan mengetuk pintu rumah tersebut...


"Tok tok tok..."


"Permisii?"


"Assalamualaikum???"


"Permisi Bu saya mau menanyakan sesuatu"


Tetap tidak ada jawaban.


Hinga ada seorang warga yang menghampiri Bu Nela.


"Halo Bu? Ibu pasti lagi menyari Bu Sari pemilik rumah ini?" Tanya warga sekitar.


"Heh? (Memalingkan pandangan)"


"Iyh benar Bu apa Bu Sari pemilik rumah ini ada?" Tanya balik Bu Nela.


"Maaf Bu rumah ini sudah lama di tinggal dan kalo saya dengar dengar pemilik rumah ini sudah sukses dan meninggalkan rumah ini" Jawab warga sekitar.

__ADS_1


"(Lebih baik saya tanya saja apakah pemilik rumah ini membawa bayi atau tidak)" Suara dalam hati Bu Nela.


"Oh iyh Bu! Kalo boleh saya tau pemilik rumah ini memiliki anak tidak yah Bu?" Tanya Bu Nela.


"Oh iyh betul Bu, saya dengar dengar kalo Bu Sari mengadopsi anak perempuan, tapi saya kurang tau jelas Bu karena tiba tiba saja Bu Sari punya anak perempuan" Jawab warga.


"(Aku yakin banget kalo Bu Sari itu bukan mengadopsi anak, tetapi mengadopsi anaku yang aku tinggalkan di depan rumahnya)" Suara dalam hari Bu Nela.


"Kalo begitu saya permisi yah Bu, terimakasih informasinya Bu"


"Iyh Bu"


Bu Nela yang memutuskan pergi dari sana.


"(Aku harus menyelidiki tentang Bu Sari)"


.....


Di rumah Bu Nela, Bu Nela yang berpikir keras untuk mencari tentang anaknya.


"Hah! Kenapa aku tidak kepikiran hal itu"


"Aku yakin Bu Siska bisa bantu aku mencari identitas dari ibu yang membawa anakku"


Iyh aku harus telpon Bu Siska" dengan mengambil handphone di tasnya.


" Tut Tut Tut"


"halo ini dengan siapa yah?" Tanya Bu Maya.


"Halo Bu Iyah ini saya dengan Bu Nela..." Jawab Bu Nela terpotong.


"Oh iyh iyh Bu saya ingat hehehe ada apa yah Bu? Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Bu Maya


"Iyh Bu saya mau minta tolong, Apa ibu bisa mencarikan data tentang orang tua Tania yang membawa anak saya Syafira" Tanya Bu Nela.


"Iyh baik Bu saya bener bener terimakasih atas perhatiannya" Ucap Bu Nela.


"Iyh Bu saya ikut senang kalo mungkin saya bisa membantu ibu" Jawab Bu Maya.


"Iyh Bu, ibu sangat membantu" Jawab Bu Nela.


"Yaudh nanti saya akan kabarin ibu jika saya mendapatkan informasi" Ucap Bu Maya.


"Baik Bu terimakasih"


"Sama sama"


Bu Nela pun menutup telponnya.


Di kantor pak Dimas


Bu Sari yang memiliki rencana licik nya untuk mengoda Pak Dimas.


Bu Sari yang menghampiri Resepsoudis.


"Saya mau bertemu sama pak Dimas, Pak dimasnya ada?" Ucap Bu Sari.


"Apa sudah ada janji Bu?" Jawabnya.


"Oh belum ada si, tapi Kebetulan saya ada urusan sama pak Dimas" jawab Bu Sari.


"Oh bentar Bu"


"Halo pak"


"Iyh halo" jawab pak Dimas.


"Ada orang yang ingin bertemu dengan bapak, apa bapak punya waktu untuk bicara dengannya?" Tanya nya.

__ADS_1


"Oh iyh biarkan dia masuk"


"Kebetulan saya tidak ada urusan yang penting"


"Oh baik pak"


Resepsoudis pun menutup telepon dan mempersilahkan Bu Sari untuk keruangan pak dimas.


"Tok tok tok" Bu Sari yang mengetuk pintu ruangan pak Dimas.


"Masuk" pak Dimas yang mempersilahkan masuk.


"Hi pak Dimas" Bu Sari yang membuka pintu dan masuk.


Pak Dimas yang melihat arah pintu di terkejut kan oleh kedatangan


...


Bersambung


episode selanjutnya


"Mas kamu liat deh aku" Ucap rayuan Bu Sari.


"Aku ini cinta sama kamu mas" Membisik.


"Tolong Sari ini kita sedang berada di tempat umum!" Sambil melepaskan genggaman tangan Bu Sari dari pipinya.


"(Itu bener bener papah)" Ucap dalam hati Tania dengan kaget bahwa papahnya sedang berada di cafe bersama "wanita".


"(Wanita itu siapa? Kenapa dia memegang pipi papah)"


"Tapi pa aku bener bener mencintai bapa dari pertama kita kerjasama" ucapnya dengan memegang tangan pak Dimas.


"(Hah?)" Kagetnya karena melihat wanita itu memegang tangan papahnya.


"Sari cukup!" Dengan melepaskan genggaman tangan.


"Tapi pa"


"Sari cukup!" Dengan tegas.


"Kalo kamu gak bisa menjaga sikap lebih baik kita batalkan makan siangnya" ancamnya.


"Iyh pa iyh saya minta maaf" pasrah nya.


Syafira yang tidak sengaja melihat tania yang sedang mengintip seseorang menghampirinya.


"Tania!" Ucap Syafira.


"Syafira? Kamu sedang apa?" Membalikan tubuh dengan kaget.


"Kamu lagi apa si Taniaaaaa bukanya kamu bilang mau ke toilet?" Tanyanya.


"Eh? Iyh aku udh kok ke toiletnya" jawabnya dengan gugup.


"Serius?" Tanyanya curiga.


"Iyh Syafira kalo gitu aku ke meja lagi yah daaah" ucap Tania mengelas.


"Iyh daah" jawab Syafira dengan kebingungan.


"Tania aneh banget dia liat apa yah?"


Tanpa sengaja Syafira yang liat liat keliling untuk memastikannya terlarihkan ke suatu tempat yaitu meja pak Dimas dan Bu Sari.


"Itu kan mamah?" Dengan kagetnya.


...(Penyelidikan Bu Nela Part2)...

__ADS_1


__ADS_2