Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
salah paham


__ADS_3

Lalu Amila membereskan barang-barangnya, saat sudah rapih Amila memutuskan untuk pergi keluar kamar seengaknya mengenal lingkungan rumah lebih jauh.


Amila sempat berfikir, "Rumah sebesar ini yang diisiin cuma dua orang?" Didalam Batinya, memang terlihat jelas rumah itu sangat besar. Malah ada lebih dari lima sampai enam kamar yang dibiarkan kosong, namun tetap dibersihkan oleh bi inem, pembantu salah satu dari tiga pembantu yang ada disana.


Lalu Amila bertemu dengan Aldi yang sedang berada dikolam berenang, yah sedang apa lagi kalau bukan berenang.


Lalu Amila menghampiri Aldi, Aldi yang melihat Amila menghampirinya pun menyelesaikan berenangnya dengan berhenti disisi Amila.


Aldi langsung duduk dipinggir kolam dan menyapa Amila, "Halo cantik." Sapanya menatap Amila.


Amila langsung duduk disamping Aldi yang sedang duduk dipinggir kolam, "Halo juga ganteng." Jawab Amila tersenyum menatap Aldi.


"Kamu bisa berenang?" Tanya Aldi.


"Eh? Ke-kenapa kamu hanya kaya gitu?" Tanya baliknya.


Aldi menarik napas dan menghelapkannya saat menatap Amila, "Kalau gak bisa, aku bisa ngajarin kamu. Tapi kalau kamu bisa" Aldi sengaja menghentikan ucapannya agar Amila menjawabnya.


Amila menggelengkan kepalanya dan meneruskan ucapan Aldi yang mungkin bisa salah, "Kamu tidak akan ngajarin aku? Gitu?" Usainya.


Aldi tertawa pulas mendengar ucapan Amila, "hahahaha, kalau kamu bisa, yah buat apa aku ngajarin kamu! Hahahaha" Tertawanya dan ucapanya terlihat seperti mengejek Amila, tentu saja membuat Amila kesal dan malu.


"Ish! Udah dong," Amila terlihat kesal olehnya. Dikarenakan Aldi tetap tertawa, Amila langsung mengancamnya, "Kalau kamu enggak mau berhenti, aku akan pergi." Ancamnya membuang muka.


Meskipun Aldi terlihat masih ingin tertawa, mendengar Amila mengancamnya. Aldi langsung menghentikan tertawanya. "Iyah deh Iyah," Aldi langsung naik dan berdiri dipinggir kolam itu. "Gimana kalau kita berenang bersama?".


Amila pun ikut berdiri dan menjawab ucapan Aldi sambil tersipu malu karena dia memang tidak bisa berenang. "Hah?"


"Iyah, berenang bersama loh? Udah lama aku enggak berenang bersama siapa-siapa"


"Ta-tapi aku eng-enggak bisa berenang"


Namun tenyata Aldi mendengar ucapan Amila dia tidak tertawa atau mengejeknya, melainkan Aldi menarik napas, "Yaudah, aku akan ngajarin kamu berenang. Mau?"


"Eh? Ta-tapi...." Aldi tidak menerima tolakan. Dia langsung menyuruh Amila untuk mempersiapkan dan mengantikan pakaiannya.


Dengan menepuk tangan, "Oke! Aku tunggu kamu disini, dan kamu ganti pakaianmu."


"Ta-tapi."


Aldi mendorong-dorong Amila untuk pergi memakai pakaiannya.


"I-iyah-iyah."

__ADS_1


Amila dengan malas pergi keatas untuk menganti pakaian.


Namun saat Amila sudah selesai menaiki tangga dia bertemu dengan paman tanpanya.


"Halo Amila," Ucapnya melangkah menghampiri Amila. "Kamu mau kemana sih cantik" Godanya mengusap dagu Amila.


Amila melangkah mundur. "Ap-apa yang paman mau lakukan?"


Ravit melangkah mendekat kearah Amila, "Yaampun cantik," Dengan mengatakan itu Ravit menarik lengan Amila hingga Amila memeluknya. "Kamu jangan mundur terus dong, nanti jatuh ketangga kan bahaya," Usainya dengan mengatakan hal itu wajahnya sedang berada sangat dekat dengan wajah Amila hingga Amila sangat bisa mencium napas Ravit.


"Ta-tapi."


"Udahlah Amila, aku tidak akan melakukannya sekarang. Tapi nanti malam." Ravit melepaskan pelukanya dan pergi kebawah.


"A-apa yang dia maksud?" Batinya sambil memalingkan pandangan melihat kearah Ravit yang menuruni tangga.


Amila membuang pertanyaan itu, meskipun masih terpangku ucapan itu, Amila memutuskan untuk melanjutkan niatnya belajar berenang bersama Aldi.


Ravit baru saja menurunkan tangga dan melihat Aldi sedang duduk dipinggir kolam.


Lalu Ravit menghampirinya dan mengatakan. "Sedang menunggu bidadari datang yah?"


Aldi melihat kearah sumber suara itu dan langsung bangkit berdiri. "Ada apa pah?"


"Hemmm" Ravit mendekatkan diri kepada Aldi. "Kamu suka, sama Amila?"


Sambil membuang muka dan membalikan badan, "Tenang saja Aldi, kamu bisa kok. Menikah dengan Amila."


"Tidak mungkin pah! Amila itu sepupu Aldi...."


"Amila bukan sepupu kamu! Dia hanyalah anak panti asuhan yang diadopsi oleh Michel," Ucapanya membuat Aldi terkejut. "kalau begitu papah permisi dulu." Lalu Ravit pergi meninggalkan Aldi, tapi berhenti dipintu masuk dan mengatakan. "Kalau kamu tidak mau," Memalingkan pandangan kepada Aldi. "Buat papah saja." Lalu pergi.


"Bu-buat papah saja?" Batinya.


Lalu Ravit bertemu dengan Amila yang terlihat baru menurunkan tangan mengunakan baju berenang kampungnya.


"Hai" Sapa Ravit menatap tajam anehnya dengan senyuman yang terlihat jadi semakin tampan.


"Eh?" Amila sontak mundur ketakutan.


Namun Ravit hanya langsung pergi meninggalkan Amila yang ketakutan.


"Kok, aneh yah? Biasanya dia menggodaku" Batinya menatap kepergian Ravit.

__ADS_1


Lalu Amila menggoyangkan kepala membuang pikiranya dan pergi menghampiri Aldi yang sedang memikirkan sesuatu.


"Aldi?" Sapa Amila yang baru sampai dihalaman belakang, halaman kolam.


Aldi langsung sadar dari lamunannya dan menatap Amila lalu menjawab sapaan Amila, "Eh? Iyah Amila?" Jawabnya. Namun seketika saat Aldi menatap wajah Amila, dia jadi mengingat ucapan Ravit.


"Wajah Amila memang tidak mirip sama om Michel sama bi Rini, apa dia memang bukan anak kandung mereka?" Batinya.


Dengan melambaikan tanganya kedepan wajah Aldi, Amila mencoba menyadarkan Aldi yang sedang menatapnya tajam, "Aldi? Hai? Ayo?" Ucapnya hingga Aldi sadar dan menjawab ucapan Amila.


"Eh? Iyah?" Karena Aldi sadar, Amila menurunkan tangannya yang tadi sedang melambai kewajah Aldi.


"Ayo, katanya mau ngajarin aku berenang?" Tanyanya.


"Oh, Iyah ayo!"


"Yo"


Lalu Amila dan Aldi berenang bersama dengan Aldi mengajarkan Amila berenang.


"Oke, sekarang mau belajar berenang gaya apa? Gaya kura-kura dulu aja yah?"


"Hemmm, boleh"


Lalu Aldi memegang tangan Amila dengan dirinya yang berada dibelakang Amila dan wajahnya yang berada dipinggir kepala Amila.


Lalu Aldi berbisik sesuatu, berbisik tentang bagaimana cara untuk menyeimbangkan tubuh atau tangan, bagaimana penggerakan kaki dan bagaimana penggerakan tangan.


Lalu Aldi menjadi pokus dengan kecantikan Amila, seolah olah dia tidak memikirkan apapun kecuali Amila.


Lalu Aldi mengatakan, "Kamu mau tidur dikamarku?" Ucapan Aldi sontak membuat Amila melepaskan pegangan tangan Aldi dan menghindar dari tubuh Aldi.


"Ap-apa maksudmu?" Tanya Amila sontak menjadi ketakutan dan tidak nyaman dengan Aldi.


"Aku mau," Menarik napas. "Menjagamu saja."


"Enggak!" Bentaknya, "Aku senang kamu mau menjaga aku, tapi tidak untuk tidur bersama kamu!"


"Dengarin aku dulu....." Amila tidak ingin mendengarkan ucapan Aldi, dia langsung pergi menaiki tanga kolam dan masuk kerumah menghentikan renangnya.


"sepertinya aku salah bicara kepadanya" Batinya.


Lalu Amila pergi kekamarnya dan Menganti pakaian sambil memikirkan ucapan Aldi.

__ADS_1


Lalu Aldi mengatakan, "Kamu mau tidur dikamarku?" Ucapan Aldi sontak membuat Amila melepaskan pegangan tangan Aldi dan menghindar dari tubuh Aldi.


"Apa maksudnya?" Batinya ketakutan.


__ADS_2