Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Sadarnya Syafira


__ADS_3

Episode sebelumnya


Sesampainya di rumah sakit.


Tania yang melihat sudah ada Bu Sari Bu Maya dan Renata.


Dan Renata melihat ke arah Tania.


"Eh Tante ternyata masih ada yah pembunuh! Menjenguk orang yang udh ia bunuh" ucap sinis Renata.


Tania yang merasa tersinggung oleh Renata.


"Lancang sekali kamu datang kesini!" Ucap Bu Sari.


"Tante biar Vina.." ucap Vina terpotong.


"Vina udh! Kamu ngapain sih berada di pihak penjahat!" Ucap Renata memotong omongan Vina.


"Ihk! (Renata bener bener keterlaluan!)" Ucap kesal Vina.


"Tante, Tania cuma mau menjenguk Syafira" ucap lemas Tania.


"Buat apa? Mau menyakiti anak saya lagi?" Jawab sinis Bu Sari.


"Bukan gitu Tante!"


"Tante!" Ucap tegas Vina dengan suara tinggi.


"Tani gak salah Tante! Tapi...." Ucap Vina hampir keceplosan.


"(Yatuhan ini gimana? Apa aku ngaku aja ke semuanya? Kalo aku yang buat Syafira jatuh dari balkon!)" Ucap sedih Bu Sari.


"Tapi apa Vina?" Ucap Bu Sari.


"(Kenapa Vina terlihat gugup dan takut?) Bingung Tania.


"Alah udh lah Tante, Vina ini udah terhasut sama Tania! Jadi yah semua yang keluar dari mulut dia pasti kebohongan untuk membela Tania!" Ucap Renata.


"Apaan sih loh ren!" Ucap Vina.


"Yah elo yang apa apaan!" Jawab tegas Renata.


"Ngapain loh belain Tania yang jelas jelas dia yang buat Syafira jatuh dari balkon vinaa! Ucap kesal Renata.


"Lo gak ngeliat semuanya vinaa! Gw yang ngeliat Tania mendorong Syafira sampe Syafira jatuh dari balkon!" Ucap Renata.


"UDAH DIAM!" Ucap tegas Bu Sari.


"Tania lebih baik Lo! Pergi dari sini! Tante tidak mau melihat kamu!" Ucapnya.


"Baik Tante!" Ucap sedih Tania sambil pergi lemas.


"Taniaaaaa!" Ucap Vina kesal.


"(Ada apa ini? Kenapa aku melihat kalo wanita yang bernama Tania itu ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi?)" Ucap penasaran Bu Maya.


Tania pun pergi...


"Terserah Tante yah! Yang penting Vina mengatakan yang sebenarnya bahwa Tania gak bersalah!" Bela Vina.


Dan dengan menatap penuh keyakinan Vina pun pergi menyusul Tania.


Membuat Bu Sari ragu untuk mempercayai kalo Tania bersalah.


"(Tatapan wanita itu penuh keyakinan?)" Ucap dalam hati Bu Maya.


...


Di lorong Rumah sakit...


Vina yang mengejar Tania.


"Taniaaaaa!" Ucap Vina menghentikan langkah Tania.


"Vin?" Ucap lemas Tania.


"Tania loh gak boleh terus aja diam ketika loh di injak injak kaya gini!" Ucap Vina.


"Tapi Vin!"

__ADS_1


"Udh Tania loh gak boleh terus aja diem! Lo itu gak salah!" Ucap Vina memotong omongan Tania.


"Karena gw...." Ucap keceplosan nya.


"Gw? Gw apa Vin?" Ucap bingung Tania.


"Eh Engak kok!" Jawab gugup Vina.


"(Vina gugup? Ada apa sih? Kok akhir akhir ini dia sering ngomong terhenti gitu?) Bingunya.


"Emmm Tania!" Ucap Vina sambil memegang bahu Tania.


"Lo tenang aja yah Tania! Karena kebenaran pasti cepat atau lambat akan terbukti!" Ucap bijaknya.


"(Kenapa gw malah nyindir diri gw sendiri yah?)"


Vina yang heran sama apa yang dia ucapkan sendiri.


...


Diruangan Bu Nela....


"Obatnya bisa di tebus yah Bu" ucap suster.


"Iyh baik sus" jawab Bu Nela.


Akhirnya Bu Nela bisa pulang.


Rangga pun masuk ke ruangan Bu Nela.


"Assalamualaikum bu?" Ucap sopan Rangga.


Dag dig dug


Bu Nela yang pertama kali melihat pak Rangga.


Karena wajah tampan pak Rangga membuat Bu Nela mencintainya.


"Eh Iyah? Kamu yang menolongku yah?" Tanyanya gugup.


"Eh? Iyh Bu, kebetulan semalam saya melihat ibu yang berbaring di jalan, jadi aku bawa ibu kerumah sakit terdekat saja" jawab sopan nya.


"Yudh kalo begitu Bu, ibu mau saya antar pulang?" Tanyanya.


"Eh? Gak ush mas saya bisa pulang sendiri!" Jawab Engan nya.


"Oh yudh kalo begitu saya tebus obatnya dulu yah Bu?"


"Eh? Iyh!" Ucapnya.


Tentu saja akan terlihat jelas bahwa pipi Bu Nela memerah.


Tapi pak Rangga yang tidak mau menyinggung perasaan Bu Nela memutuskan untuk tidak membicarakannya.


Pak Rangga pun menebus obat.


Tak lama kemudian ia kembali dan mengantar Bu Nela ke parkiran.


Tetapi saat di lorong.


Bu Nela melihat Tania.


"Syafiraaaaa" ucap senangnya Dengan memeluk Tania.


Tania yang reflek karena orang asing tiba tiba memeluknya.


"Eh maaf Tante?" Ucap Tania melepas pelukannya.


Membuat hati Bu Nela patah.


"Tania? Ini ibu nak!" Ucapnya sedih.


Tania yang ingat bahwa sosok asing itu ialah wanita yang tadi pagi datang ke rumahnya.


"Tapi bu saya perlu bukti!" Ucap Tania.


"Ibu..." Ucap hentinya.


Karena Bu nela memang belum memiliki cukup bukti untuk membuktikannya.

__ADS_1


"Buu, ibu kan udh janji untuk membawa anak ayah saya kalo emang apa yang ibu katakan itu benar! Sekarang apa ibu udh menemukan anak papah saya?" Ucapnya.


"(Saya lupa, kalo saya belum menemukan anak itu)" ucap sedihnya.


"Ibu akan cepat cepat mencari anak papah kamu yah!" Ucapnya.


"Iyh Bu"


Bu nela dengan berat hati memutuskan untuk pergi dari sana dan berusaha mencari bukti bukti.


Langkah perginya tentu saja di ikuti oleh pak Rangga.


"Tania? Tadi siapa?" Tanya Vina.


"Tadi itu dia orang yang mengaku ngaku kalo saya anaknya" ucap sedihnya.


"Hah? Tunggu tunggu! Jadi maksud kamu dia adalah ibu kandung kamu? Terus terus papahnya siapa? Pak dimas! Iyah?" Ucapnya.


"Heh? Bukan gitu" ucap Tania.


"Jadi dia bilang kalo anak dia dan anak papah itu tertukar, jadi aku adalah anaknya dan anak yang ia bawa adalah anaknya papah" ucapnya.


"Hah? Kok bisa?" Ucap Vina.


"Aku gatau, lagian aku juga gak bisa langsung percaya begitu saja"


"Yudh Tania, kamu gak usah terlalu di pikirin! Karena cepat atau lambat seorang ibu dan anak pasti akan di satukan kembali oleh tuhan!" Ucap bijaknya.


"Oke! Semangat Tania sayaaaang!" Ucap cerianya.


"Iyh iyh vinaa"


...


Syafira yang sudah sadar dari koma.


"Makasih yah dok!" Ucap Bu Sari.


Bu Sari pun masuk ke ruangan Syafira.


Begitupun Renata dan Bu Maya.


"Kamu sudah baik baik saja kan Syafira" ucap Bu Sari.


"Iyh mah Syafira sudah sehat, Lagian kata dokter Syafira sudah boleh pulang" ucapnya.


"Syukurlah"


Bu Sari pun duduk di kursi dekat Syafira dan menatap Syafira dengan serius.


"Syafira?" Ucap Bu Sari.


"Iyh mah?" Ucap Syafira.


Syafira yang merasa binggung dengan mamahnya yang menatapnya tajam.


"Ibu minta sama kamu tolong kamu jangan berteman lagi dengan Tania" ucap Bu Sari.


"Apa?" Ucap Syafira heran.


"Syafiraaaa Tania yang sudah buat kamu kaya gini!" Ucap khawatir Bu Sari.


"Hah?" Kagetnya.


Bersambung


Episode selanjutnya


"Maaah! Syafira jatuh dari balkon bukan karena Tania!" Ucapnya.


"Syafira!" Ucap Renata dengan volume tinggi.


"Aku lihat dengan kepalaku sendiri kalo Tania mendorong kamu dari balkon!" Ucapnya.


"Hah?" Kagetnya lagi.


"(Kenapa semua menyalahkan Tania? Apa yang terjadi?)" Bingungnya.


...(Kebencian Bu Sari)...

__ADS_1


__ADS_2