Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Rencana Vina


__ADS_3

*Episode Sebelumnya


"Assalamualaikum" sambil mengetuk pintu.


"Ada siapa yah pah?" Tanya Tania.


"Gatau, coba kamu cek siapa tau penting" Jawab Pak Dimas.


"Baik pah"


Tania yang menurut untuk mengecek siapa yang datang.


Dan membuka pintu...


"Iyh siapa?" Tanya nya dengan heran.


"Anakku?" Ucap Senang Bu Nela*.


...


"Anak?" Jawab kaget Tania.


Bu Nela yang tidak segan memeluk Tania.


"(Kenapa pelukan ibu ini Hangat?)" Tanya dalam hatinya.


Tania yang melepaskan pelukan Bu Nela membuat Bu Nela heran.


"Sayang kamu kenapa melepaskan pelukan ibu nak?" Tanyanya.


"Maaf! Ibu siapa yah?" Jawab Tania menyakiti hati Bu Nela.


"Ini ibu........" Ucapan Bu Nela yang terpotong oleh kedatangan sosok.


Pak Dimas...


"Maap ini ada apa yah?" Ucap pak Dimas memotong omongan Bu Nela.


Bu Nela yang ingin membicarakan penting menarik napas dan menghapus air mata di pipinya.


"Hiks pak saya cuma mau memberitahu bahwa anak bapak itu tertukar dengan anak saya" Ucapnya serius.


"Maap kamu bicara apa yah?" Ucap heran pak Dimas.


Tania yang hanya bengong karena bingung untuk mengatakan sesuatu.


"Saya adalah ibu kandung anak bapak"


Bu Nela yang menjelaskan panjang lebar kali tinggi:v


"Heh jangan Ngada Ngada kamu" Ucap tegas kepada Bu Nela.


"Udh Tania kamu jangan pikirkan omongan ibu ini kamu pergi saja ke sekolah" ucap Pak Dimas.


"Pak! Saya mengatakan sejujurnya"


"Anak bapak itu tertukar dengan anak saya" ucapnya dengan tatapan serius.


"(Kenapa tatapan ibu ini bener bener meyakinkan, kenapa aku seperti melihat ibu itu tidak berbohong?)" Ucap dalam hati Tania dengan menatap Bu Nela tajam.


"Sayang! Kamu percaya kan sama ibu?" Ucapnya dengan memegang tangan Tania dan memohon.


"Ibu mohon kmu percaya..." Ucapnya.


"Udh tolong ini putri saya!" Ucapnya memotong omongan Bu Nela.


"Buuu (mengerakan Bu Nela berdiri) gini aja ibu tinggal pertemukan kita sama anak ibu nanti kita baru akan cek ke dokter dan mengetas DNA" Jawab Tania dengan ramah.


"Dengar apa kata anak saya?"


"Lebih baik kamu bawa anak kamu dan kita tes dna" Jawab judesnya.


"Baik pak saya akan usahakan untuk bawa anak bapak" ucapnya dengan sedih.


Bu Nela dengan perasaan sedih pergi dari rumah Tania.


"(Apa yang di katakan ibu tadi benar yah?)" Ucap Tania keheranan.


Vina yang super heboh dengan pestanya dengan memberi undangan pesta kepada teman temannya.


"(Pokonya Tania harus datang ke pesta ulang tahun gw! Gw gaboleh biarkan rencana gw gagal)" Ucapnya dengan wajah licik


Tidak lama Tania datang....


"Hii vinaaa, Selamat ulang tahun!" sapanya.


"Hai Taniaaaaa, Iyah makasih" Jawabnya.


"Tania Tania, ini ada undangan buat Lo" Ucapnya dengan memberi undangan ulang tahun.


"Oke vinaa mau ada undangan atau gak gw pas bakal datang kok!" Jawab Tania sambil menerima undanganya.


"Iyh iyh gw percaya kok sama loh!"


Vina yang gembira dengan hayalan hayalan nya tentang Tania.


Bu Nela yang sedang berada di taksi menuju arah pulang.


"(Yatuhan tolong beri aku cara untuk mencari Syafira)" Ucapnya.


Bayangan Bu Nela...


Bu Nela yang sedang berlari kencang di tengah hujan yang rebat tengah malam.


Akhirnya Bu Nela berada di rumah lama Bu Sari.


"Hiks hiks" Menangis.


"Syafira maaf kan ibu nak" Ucap sedih nya.


"Aku harus menitipkan kamu ke orang lain karena ayah mu yang ingin ginjal yang kamu miliki" Dengan memeluk Syafira dengan lembut.


"(Aku kasih kalung ini untuk menandakan anaku)"


Syafira....


Kata yang berada di kalung itu.


Untuk menandakan bahwa anak itu bernama Syafira....


Bu Nela pun menaruh Syafira di depan rumah lama Bu Sari yang sedang dalam keadaan menangis....


Dengan hati sedih Bu Nela pergi dari tempat itu.


Berusaha kuat.


Kembali ke masa kini...


"Hiks" menangis.


"(Aku harus cari tau dimana Syafira)" Ucapnya.


Di sore hari...


"Daaaah" Tania yang berpisah dengan klubnya.


"Blukkkk!!!!"

__ADS_1


Tania yang tidak sengaja menabrak


Rendy....


Bertatap muka....


Dak dik Duk...


"Eh maap maap" berdiri dari posisi pelukan.


"Eh hobi Lo nabrak orang yah!" Ucap judesnya.


"Hah? Heh mana ada orang yang punya hobi nabrak! Ada ada aja si loh!" Jawab kesalnya.


"Yah itu berarti loh ceroboh"


"Iyh iyh gw kan udh bilang maap gimana sih! Bukanya maap in kek" Jawabnya marah marah.


"Heh! Yang harus nya marah itu gw bukan lo!" Jawab kesalnya.


"Iyh iyh serah"


Tania dengan mod kesal pergi meninggalkan Rendy yang sepertinya masih ingin mengomeli Tania.


"Tuh cewek aneh banget sih" ucapnya sambil mengepuk" Bajunya.


Menjelang malam...


"Huhu akhirnya bentar lagi pesta gw di mulai" Ucapnya.


"Lebih baik gw segera selesaikan rencana gw"


"Gw takut Tania datang lebih awal"


"Hah gw akan buat Tania nyebur ke kolam!" Ucap liciknya.


"Dengan itu Tania pasti bakalan ke kamar gw buat ganti baju"


"Dan gw akan buat cara apapun agar Tania pergi ke balkon dan jatuh" ucap Vina dengan wajah penuh kelicikan.


Vina yang pergi ke dapur dan mengambil minyak dan pergi ke balkon depan kamarnya.


Vina pun menumpahi minyak dengan lembut di sekitar sekitar balkon.


"Aku harus buat Tania jatuh dari lantai atas" jawabnya dengan menumpahkan minyak licin di depan kamarnya.


"Dengan itu Tania akan jatuh dan koma kembali" Ucap jahatnya.


Seperti pesta pada umunya banyak tamu undangan, ada yang baru datang ada yang lalu lalang dan ada yang makan.


Tania bersama klup nya yang baru datang.


"Happy birthday Vinaaa" Ucap Renata.


"Selamat ulang tahun" ucap Tania.


"Hpyberd Vinaa" Ucap Syafira.


Seperti itu lah'v


Ucap teman temanya Tania dan Tania sambil memberikan kado.


"Hahahahahaha makasiiii" Ucap Vina sambil menerima kado dari teman temanya.


"Hahahahahaha!" Tawaan ceria mereka ber4.


Tiba tiba ada sosok lelaki datang...


Rendy ...


Tatapan Rendy dan Tania bertemu....


Dengan kesalnya Rendy langsung memalingkan wajah...


"(Isss dasar!) Suara dalam hati Tania yang kesal.


"Selamat ulang tahun Vina" Ucap dinginnya.


"Hehe iyh makasih rendyyyy" Ucap senang Vina.


Rendy yang menatap kembali Tania, Dan lagi lagi pandangan mereka bertemu.


Rendy yang langsung memalingkan pandangannya dan pergi.


Pesta pun dimulai....


Tania yang sedang bercanda bercandaan seolah olah tiada hampaan hati...


"(Gw harus mulai sekarang)" Ucap Vina.


Vina yang langsung berjalan mendekati Tania...


Dan Vina menendang pelan kaki Tania.


Dan


"Blukkkk"


Tania jatuh ke kolam...


"(Mampus Lo Tania!)" Ucap jahat Vina.


"Toloooong" ucap Tania.


Jelas semua memalingkan pokusnya ke arah suara itu....


"Taniaaaaa!" Ucap Syafira.


"Fira Fira liat deh itu kan Taniaaaaa" Ucap Renata cemas.


"Iyh Renata ini gimana nih"


"(Gw lebih baik pura pura cemas)" Ucap Vina.


"Yaampun ini gimana niii ini tolongin dong" Pura pura khawatir.


Rendy yang baru keluar dari toilet tergangu oleh suara berisik di kolam.


"Ini ada apa yah?" Dengan tergesah gesah Rendy langsung pergi ke kolam.


"Ada apa nih?" Rendy yang baru sampai di kolam.


"Rendy Rendy tolongin Tania dong!" Ucap Renata gelisah.


"TOLONGGGG!!!"


tengelam...


Tania yang Tengelam membuat Rendy berserta yang lain kaget.


Kecuali Vina...


"(UPS! Gw gaada rencana sih buat lo mati tengelam Tania, tapi kalo memang loh tengelam itu lebih bagus)" Ucap jahatnya.


Rendy yang shok dan nyebur menyelamatkan Tania.


Semua yang langsung memperhatikan Rendy.

__ADS_1


Akhirnya Rendy berhasil menangkap Tania.


Dan membawanya ke sisi kolam.


"Tania tania" Cemas Renata.


Rendy pun mengeluarkan air dari tubuh Tania.


"Eh Rendy loh kasih napas buatan gih!" Ucap Renata.


"Hah?" Ucap kaget Rendy.


Membuat pipinya memerah...


"Iii cepetan!"


"Loh mau buat sahabat gw keburu mati?"


"Iyh iyh" Jawab terpaksa Rendy.


Rendy pun memberi napas buatan...


Kepada Tania.


Tania yang sadar dan melihat wajah Rendy yang sangat dekat dengan wajahnya.


Mendorong jauh Rendy.


"Iiiilih! Lo apaan sih modus yah!" Ucap kesal Tania.


"Tania Tania loh gapapa kan?" Ucap Renata khawatir.


"Iyh Tania kita khawatir loh sama Lo" Ucap Syafira.


"Gw gapapa kok gays" Jawabnya.


"(Kenapa tadi gw ngeliat kalo Vina sengaja yah mau buat gw jatuh?)" Suara dalam hati Tania.


"Yah syukur lah Tania kalo loh gapapa" Topeng khawatir Vina.


"(Kenapa gak sekalian loh gak napas lagi aja sih Tania)" Ucap jahatnya.


"(Kayanya cuma perasaan gw aja kali, gak mungkin kalo Vina sengaja mau buat gw jatuh atau paling gak mungkin Vina gak sengaja mendorong kaki aku)"


"Yudh Tania kamu ganti baju aku aja yah" tawaran Vina dengan wajah jahat.


"Iyh Vin" Jawabnya.


"Hati hati Tania" Ucap Renata.


Tania yang langsung ganti baju di kamar Vina.


Tentu saja yang lain kembali menikmati pestanya dan di kamar Vina cuma ada Tania Vina Renata dan Syafira.


"Widiiiih cantik banget kamu Tania!" Ucap Renata memuji.


"Iyh Hahahahahah!" Balas Syafira.


"Kalian bisa aja" Jawab malu Tania.


"Yudh emmm Tania kita liat pesta di balkon yu" aja Vina.


"Hah? Ngapain?" Ucap Tania.


"Yudh hayu" Ajak Vina memaksa.


"Heh Vina?" Tania yang pasrah dan diikuti oleh Syafira dan Renata.


"Nah lihat deh bagus kan?" Tanya Vina.


"Iyh cantik banget" Jawab Tania sambil melihat keliling.


"Waw" ucap Renata.


"Nah kalian liat pesta aku disini aja!" Jawab Vina.


Tanpa sadar ada pelayan masuk.


"Maap non Vina ada tamu yang datang sepertinya dia terlambat sebaiknya non menyambut tamunya deh" ucap pelayan.


"Ish kok telat banget sih!" Ucap kesal Vina.


"Lebih baik kamu sambut mereka dulu Vina" ucap Tania.


"Emmm yudh kamu disini aja yah Tania" ucap Vina.


"Emmmm Renata temenin aku yu!" Ucap Vina.


"Emmm yuu Syafira kamu mau ikut?" Tanya Renata.


"Emmm aku mau disini aja dulu" Jawabnya.


"Owh oke!"


Yu Vin"


Renata dan Vina pun pergi...


Dan kini hanya ada Syafira dan Tania.


"Emmmm Tania?"


"Iyh fir?" Tanyanya.


"Kira kira kamu ada kepikiran buat punya ibu tiri gak?" Ucap ragunya.


"Hah? Kenapa kamu nanya begitu?"


"Eh enggak aku cuma mau tau kalo misalnya ayah kamu ada niatan buat nikah sama wanita lain kamu mau membiarkannya?" Tanyanya.


"Emmmm di Islam lelaki di sunah kan untuk menikahi lebih dari 1 wanita dan aku tidak boleh membiarkan ayahku jauh denganku cuma karena ayahku mencintai wanita lain" kata bijaknya.


"Emmmm jadi kamu akan mencoba membiarkannya?"


"Iyh fir emang kenapa?


"Engak kok" Jawabnya.


"(Sepertinya ada sesuatu yang Syafira pikirkan? Lebih baik aku menenangkannya)"


Saat memegang bahu Syafira dan di lihat oleh Renata.


Syafira yang terpleset oleh minyak dan jatuh dari balkon.


Hingga membuat terlihat seperti Tania sengaja mendorong Syafira.


"Aaaaaaaa"


...


Bersambung


Episode selanjutnya


"Heh Tania loh bener bener keterlaluan banget yah!"


"Loh sengaja kan dorong Syafira?" Ucapnya dengan tegas.

__ADS_1


Membuat Tania kaget.


...(Kebencian Renata)...


__ADS_2