
Episode Sebelumnya
Syafira yang kelihatanya kebingungan berjalan tanpa tujuan.
Tak lama Renata yang melihat Syafira, dan menghampirinya.
"Fir?" Ucap Renata sambil menepuk dada Syafira.
"eh!" ucap kaget Syafira.
"loh kenapa sih Syafira?" tanya Renata.
"emmmm?" Syafira yang terdiam dan melamunkan sesuatu.
"Gw gabisa menutupi ini semua dari Vina!" ucap Syafira.
"maksud Lo apa Syafira!" ucap Renata.
"gw harus kasih tau Vina atas semua yang terjadi sama Tania!" ucap Syafira yang tidak sengaja di dengar oleh Rendy yang sedang berjalan tak jauh dari situ.
"Apa maksud Lo syafira! oh, jadi Lo lupa sama semua pembelaan yang gw lakukan untuk Lo?"
"bukan gitu Renata! tapi gw emang bener bener takut kalo Tania gak mendorong gw di balkon!" ucap Syafira.
"(ini apa apaan sih Syafira! gw harus tenang, pokonya gw harus buat Syafira tutup mulut sama semua ini!)" ucap Rendy.
Rendy pun berniat untuk menghentikan niat Syafira untuk mengatakan sesuatu kepada Vina.
Plak...
Tamparan Renata yang pas ke pipi Syafira.
"Ingat yah Syafira, Gw bener bener gak habis pikir sama loh!" Ucap Renata dengan tatapan serius.
Hinga membuat Syafira terkejut saat Renata menamparnya.
"Hiks.. Tapi Ren! Lo udah keterlaluan ke Tania, Gimana kalo dia kenapa kenapa? Apa Lo mau tanggung jawab atas itu semua?" Ucap Syafira dengan tangisannya.
"Udah lah syafira, Pokonya kalo sampe Lo bilang semuanya kepada Vina, Maka gw gak bakal mau jadi temen Lo lagi" Ucap Renata sambil menunjuk ke depan muka Syafira untuk menakut nakutin nya.
"(Kenapa Renata bener bener lain dari Renata yang gw kenal?" Ucap dalam hati Syafira.
Renata pun pergi dari hadapan Syafira, Tak lama saat Syafira yang memang sedang melamunkan perubahan Renata, Rendy datang dan menarik Syafira untuk berbicara tentang niatnya.
"Awww sakit!" ucap Syafira melepaskan tarikan tangan Rendy.
"Denger yah Syafira! gw minta sama Lo, jangan sampe Lo kasih tau kesiapan siapa tentang Tania! ngerti?" ucap Rendy.
"eh! apaan sih Lo! lagian yah Rendy! ****** yang belum di mandikan dan di solatkan mau di kubur dan di sembunyikan segimana pun! pasti baunya akan tercium, ngerti!" jawab Syafira.
__ADS_1
Rendy yang tidak bisa mengatakan apa apa dan terus saja panik dalam keadaan.
"(Kayanya gw gak bisa memaksa Syafira, Gw harus lakukan sesuatu agar dia tutup mulut)" Ucap dalam hati Rendy dalam ketakutan.
"Hemmmm De-Denger yah Syafira, Kalo Lo lapor semuanya kepada Vina, Gw bakal buat semua ini seakan akan Renata lah yang salah, Lalu Renata yang akan terbenam dalam penjara. Lo gak mau kan temen Lo masuk penjara?" Ancam Renata dengan mengunjuk ke arah muka Syafira.
"(Iyah juga yah, Bagaimana pun juga ini semua salah Renata, Kalo gw bilang ke Vina pasti Vina akan melaporkan semuanya kepada polisi, Laku Renata akan masuk penjara)" Batin Syafira dengan raut wajah sedih.
"(Huuy Syafira kayanya takut sama ancaman gw, Dan gw yakin Syafira gak mungkin tega buat Renata masuk penjara apa lagi Renata udah membela dia habis habisan selama ini)" Ucap dalam hati Rendy dengan raut wajah senang.
"(Padahal gw yakin kalo Syafira lapor ke Vina dan Vina melaporkan semuanya ke polisi pasti gw yang bakal masuk penjara bukan Vina)" Batin Rendy.
"Udah lah gw pergi dulu, Dan gw harap Lo bisa berpikir bijak" Ucap Rendy, Dan Rendy pun pergi dari hadapan Syafira dan meninggalkan Syafira dalam keadaan bingung.
"(Gw ga tau harus gimana, Disisi lain gw yakin cepat atau lambat semua ini pasti akan terungkap)" Ucap Syafira dengan raut wajah sedih.
Pak Dimas yang khawatir dengan keadaan Tania berniat untuk menyusul Tania di camp, Saat pak Dimas sudah siap siap telpon yang berada di sakunya berbunyi.
Treneng.....Treneng.....
"Ini siapa sih!" Ucap kesal pak Dimas yang sedang terburu buru.
" Halo?" Ucap pak Dimas dengan suara jutek.
" Halo Mas? hemmm soal kemarin aku benar benar turut berduka yah? Karena kan kemungkinan besar anak kamu sudah meninggal" Ucap Bu Sari yang berpura pura sedih, Tetapi pada aslinya ia sangat senang karena jika Tania meninggal dia akan lebih mudah lagi untuk mengambil hati pak Dimas.
" Oh iya" Udah yah saya mau pergi menyusul Tania kesana" Ucap jutek pak Dimas.
"Tidak perlu Sari, Saya pergi sendiri saja"
"Tapi mas, Aku bener bener peduli loh sama anak kamu"
"Tidak usah sok peduli, Kau saja belum pernah bertemu anak saya" Ucap judes pak Dimas.
" (Sial, Aku harus sabar menahan rasa kesalku)" Ucap dalam hati Bu Sari dengan kesal.
"Tapi mas, Aku bener bener ingin menemani kamu di sana" Ucap nya dengan nada memeras.
" Hemmm" Jawab cuek pak Dimas.
"Makasih yah mas, Kalo begitu aku minta tolong buat kamu menjemput aku"
"Ahk! Iyah!" Ucap juteknya, Pak Dimas pun langsung menutupi teleponnya dan masuk ke mobil.
lalu pak Dimas pun pergi ke rumah Bu Sari untuk menjemputnya.
Pak Dimas pun sampai di depan gerbang rumah Bu Sari.
"Terimakasih yah mas" Ucap lembut Bu Sari.
__ADS_1
"Hemmm Iyah" Jawab dingin pak Dimas.
mereka pun pergi dari rumah Bu Sari dan menuju tempat camp Tania.
Syafira yang sedang berjalan dengan ke adaan sedih di karenakan ia yang tidak bisa mengatakan apa yang terjadi dengan Tania kepada Vina, Tetapi Vina yang melihat Syafira sedang keadaan lesu.
"Fir?" Ucap Vina yang menghampiri Syafira.
"Eh? Iyah Vin?" Jawab Syafira yang sedang terkejut karena kedatangan Vina.
"Lo sedih? Lo kenapa sih?" Ucap Vina yang menyadari keadaan Syafira.
"E-Engak kok Vin, Gw cuma lagi kangen aja sama ibu hhe" Alasan Syafira kepada Vina.
"Lo gaush bohong deh fir, Gak mungkin banget Lo kangen sama ibu Lo dengan epresi Lo yang kaya gini" Ucap Vina.
"Serius kok Vin"
"Yaudah kalo gitu, Gimana kalo Lo ikut gw buat bilang ke kak Riko tentang Tania? Lo mau ikut atau gak?" Tanya vina
"Hemmmm boleh Vin"
"Yuk!"
Vina pun mengandeng Syafira dan pergi bersama untuk mencari kak Riko.
Akhirnya Syafira dan Vina menemukan kak Riko.
"Nah itu dia" Ucap Vina menunjuk ke arah keberadaan kak Riko.
Syafira dan Vina pun menghampiri kak Riko yang sedang bertelpon.
" Jadi Tania masuk ke air terjun?" Ucap Kak Riko kepada seseorang di telpon.
Tetapi ucapan itu tidak terdengar hanya kepada Syafira dan Vina, Tetapi juga Rendy dan Renata yang tidak sengaja melewati tempat itu.
"(Apa? maksud kak Riko apa? Apa dia sudah menemukan Tania?)" Ucap dalam hati Rendy dengan keadaan panik.
Bersambung
Episode selanjutnya
Plak
Tamparan Pak Dimas kepada Vina.
"Kenapa kamu tidak mampu untuk menjaga Tania!" Ucap pak Dimas dengan suara tegas.
"INI JUGA TERMASUK UNTUK YANG LAIN" Ucap pak Dimas menunjuk ke Keliling tempat.
__ADS_1
...(Kemarahan Pak Dimas)...