
Episode Sebelumya
"Iyah, SEHARUSNYA KAMU MENJAGA ANAK SAYA DENGAN BENAR!" Ucap tegas dan lantang pak Dimas yang menyudutkan Vina.
"Tapi om! Saya bener bener tidak terlibat atas hilangnya Tania!" Respon Vina sambil mengeluarkan aura sedihnya.
membuat suasana disana sedikit terhanyut dengan kesedihan.
"Terus kenapa kamu tidak mengetahui DIMANA KEBERADAAN ANAK SAYA" Ucap tegas pak Dimas yang bener bener terbakar api amarah.
"Mas udah yah Kamu harus sabar, Tidak enak di lihat....." Ucap Bu Sari yang berniat untuk menenangkan pak Dimas namun di Potong oleh omongan tegas pak Dimas.
"DIAM KAMU!" ucap pak Dimas yang seperti membentak Bu Sari.
"Tapi mas, Kamu harus tahan sedikit emisi kamu" Ucap ramah Bu Sari dengan sabar.
"Udah lah! Sekarang anak saya gimana?" Ucap pak Dimas dengan lantang dan memalingkan pandangan langsung ke kak Riko.
"KAMUUU" Ucap tegasnya.
"Paaa" Ucap kak Riko yang menahan amarah yang sepertinya akan memarahinya.
"Kami juga tidak tau kenapa Tania tiba tiba menghilang pak!"
"KAMU HARUSNYA MEMANTAU ANAK SAYA!" Ucap tegasnya.
"Tapi om! Tania tiba tiba gaada, Kami juga tidak tau" Ucap Nyamber Vina yang berusaha memberi penjelasan.
"DIAM KAMU! ANAK SAYA HILANG JUGA KARENA KAMU!" Ucap pak Dimas membentak Vina.
"(INI ORANG BENER BENER YAH)" Ucap Vina yang sepertinya sakit hati dengan omongan yang keluar dari mulut pak Dimas.
"UDAH YAH OM! OM GAK BERHAK MENUDUH SAYA, KARENA OM GATAU APA APA!" Ucap Vina membantah.
"BERANI KAMU?"
Plak
Tamparan keras pak Dimas mengenai pipi Vina hingga memerah.
Air mata yang keluar dari mata Vina membuat ia memutuskan pergi dari Hadapannya.
"VINAAA" Ucap Syafira yang berniat mengejar Vina namun di halang oleh Renata.
"Udah fir"
"T...Tapii"
Karena halangan Renata Syafira memendam niat untuk mengejar Vina.
Air mata yang terus saja keluar dari matanya saat berlari.
Iyh.....
Vina yang berlari tanpa tujuan.
Hingga dia tersesat entah kemana.
Berhenti di sebuah pohon tua, Dengan tangan yang memegang pohon itu, Terlihat kusam dan ranting ranting tua yang jika di pegang mungkin potong.
"Hiks.... (Kenapa pak Dimas bener bener tidak punya hati)"
"(Dia terus saja menyalahkan aku akan semuanya, Dan jangan lupa.... Dia udah membuat aku sendirian karena menabrak orang tuaku!)"
__ADS_1
Berbicara dengan hati yang sakit memang bener bener ingin membuat kita ikut menangis, Di tambah semua itu berada di hutan, Tangisan dan ucapannya tentu akan memantul.
"(Lebih baik aku sambil mencari Tania)"
"Taniaaaa" Ucap Vina yang memangil Tania di tengah hutan.
...🕑🕜🕝🕒🕟🕞🕓...
"Dimana kamu taniaaaa" Ucap Vina yang kedinginan di karenakan hari yang menjelang malam.
"(Aku dimana ini yah tuhaaan)" Ucap batin Vina sambil melirik sekeliling yang hanya ada pohon, pohon, dan pohon.
"TANIAAAAAAA" Ucap Vina dengan suara keran.
Iyah. Vina yang bener bener tersesat karena berlari tanpa tujuan.
Dan tak jauh dari keberadaan Vina......
Terdapat Tania yang sedang terbawa oleh arus sungai......
"(Hari ini udah hampir tengah malam, Aku harus pulang)"
Tapi saat Vina memalingkan badan untuk pulang ia sadar.
Bahwa dirinya tersesat....
"Hah? Dimana gw? e.....emmmm gw tinggal jalan aja berlainan arah sama arah yang tadi gw pergi!"
Dan Vina pun berjalan kelainan arah dengan arah yang dia tempuh.
Saat ia ada di sungai.
Namun......
Tetap saja dia tersesat.
"Okh! Gw jalan lagi...."
Saat Vina jalan dia terkejut dengan sosok gadis yang sedang terhenti oleh batu besar.
Yang sepertinya gadis itu terbawa arus sungai, Tentu saja kalian tau.
Gadis itu adalah Tania.
"Tu..... Tunggu. Sepertinya itu ada orang deh!"
Saat Tania mendekat dia terkejut dengan sosok itu yang memakai baju yang sama persis dengan baju yang di gunakan Tania.
"TANIAA?" Ucap terkejutnya.
Vina pun langsung bergegas untuk menghampiri wanita yang sedang berbaring di sungai itu.
"Tania yaampun!" Ucap Vina yang memegang kepala Tania.
"Tania.... Tania Lo tenang aja! Gw akan bantu Lo!"
Vina pun mengangkat Tania, Meski berat tetapi dalam keadaan panik seperti itu dia tidak memikirkannya, Yang ia pikirkan adalah keselamatan Tania.
Saat sudah di pinggir sungai Vina yang coba menurunkan Tania karena ia merasa berat.
"Yaampun Tania, kenapa Lo bener bener bisa sampe terbawa arus sungai gini sih!" Ucap Vina yang sedang duduk menghadap ke arah Tania yang berbaring.
"Tunggu....."
__ADS_1
"Gw yakin kalo ini bukan karena hal yang tidak sengaja" Ucap Vina yang begitu yakin bahwa bukan tidak mungkin bahwa Tania memang bener bener sengaja di dorong oleh seseorang.
Tetapi Vina yang memutuskan untuk tidak memikirkan itu dulu, melainkan memikirkan tentang keselamatan Tania.
"Taniaa, Lo tenang aja! Gw akan nyelamatin Lo!"
Vina yang memutuskan untuk mencari tempat cocok untuk beristirahat semalam di hutan itu. Tentu saja Vina mencari kayu bakar dan juga batu kerikil untuk membuat api unggun.
"Nah akhirnya api nya nyala juga!"
Vina pun memalingkan pandangan ke arah Tania yang sedang pingsan.
"Taniaa, Maafin gw yah? Karena gw sempet ingin menjahati Lo! Gw harap Lo bisa maafin gw kalo suatu saat nanti Lo tau atas apa yang udah pernah gw lakukan ke Lo!"
Tanpa sengaja saat Vina mengatakan hal itu Tania mendengar ucapannya.
Tidak sadar, Tetapi kalian tau kan orang yang pingsan tapi kebangun kecil? Yah matanya kebuka dikit lalu pingsan lagi?
"(Vinaa?)" Ucapan batin Tania yang sepet membuka mata sebentar.
"Hiks!" Sudah lah! Lebih baik aku tidur di dekat Tania agar Tania sedikit angat!"
Akhirnya Vina menghampiri Tania dan duduk di dekat Tania.
oh iyh keberadaan Tania yang di tidurkan merendeng di pohon besar.
Syafira yang khawatir karena Vina yang tidak balik lagi dari kejadian tadi.
Saat Syafira yang sedang melamun Renata yang melihat Syafira dan menghampirinya.
"Fir?" Ucap Renata mengagetkan Syafira yang sedang melamun memikirkan Vina.
"Eh? Iyah Ren?" Jawab Syafira yang sempat terkejut.
"Hemmm(Menarik napas) Lo pasti mikirin Vina?, Fir buat apa sih Lo mikirin Vina? Dia sekarang bukan sahabat kita fiiir. Dia sekarang musuh kita...." Ucap Renata yang langsung di potong oleh Syafira.
"Kenapa? Karena masih masalah jatuhnya aku dari balkon?" Ucap lantang Syafira memotong omongan Renata.
"Fir! Tania udah mendorong kamu sampai kamu jatuh!...."
"Tapi Renataaaa! Tania gak mendorong aku sama sekali! Dia tidak sempat menyentuh aku malah" Ucap Syafira lagi lagi menghentikan ucapan Renata.
"Udahlah Renata! Mata hati kamu sudah tertutup" Ucap Syafira yang pergi meninggalkan Renata.
"Fir!" Ucap Renata yang kesal karena Syafira membela Tania.
"Ahk!"
"(Gimana kalo nanti semuanya tau? Kalo sebenarnya aku benci sama Tania karena dia adalah adik tiri aku!)"
....
Bersambung
Episode Selanjutnya
"Gak! Lepasin!" Ucap Vina yang tertangkap oleh preman.
"Kamu ikut aku sekarang!
"Enggak lepasin!!!"
"Ayo ikut!"
__ADS_1
preman itu akhirnya membawa Vina entah kemana.
...(Kenyataan)...