Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Sebuah Firasat


__ADS_3

Episode Sebelumnya


Namun saat hampir selesai cincin persahabatan Vina Tania Syafira dan Renata jatuh. Vina kaget dan mencoba mencari cincin itu. Namun karena cincin itu kecil Vina sudah mencarinya.


"Vin?...." Tanya Erika.


"Eh iyah?"


"Kamu nyari apa?"


"Aku nyari cincin aku Rik.... Tolong bantu aku cari" Vina tiba tiba keringat dengan Tania. Dan merasa jika ini sebuah firasat buruk.


"Dimana Vina.... Aku gak Nemu nih" Ucap Erika yang masih mencari cari cincin Vina.


"Aku juga gatau Erika.... Kalau aku tau itu namanya mengambil bukan mencari" Jawab Vina.


"Ah! Udahlah! Kayanya susah nih, apalagi cincin. Pasti kecil. Atau gak di bawah lemari. Pasti sudah ngambilnya" Protes Erika.


"Hemmmm kita minta tolong Jemy aja yu! Sekalian anu....." Usap Vina sambil senyum senyum sendiri.


"Yaampun! Genit banget sih" Jawab kesal Erika.


"Ayo cepet...." Laku Vina dan Erika pun pergi menemui Jemy untuk meminta tolong.


"Jemy, Aku boleh minta tolong?" Tanya Vina sambil malu malu.


"Minta tolong apa yah?" Tanya Jemy yang langsung berdiri dari duduknya.


"Eeeee jadi cincin aku jatuh, dan aku sudah untuk mencarinya, apa kamu bisa tolongin aku?" Ujar Vina.


"Oh, Iyah tentu" Lalu Jemy melangkah memasuki kamarnya dan diikuti oleh Vina dan Erika di belakang Jemy.


"Jatuhnya dimana?" Tanya ramah Jemy.


"Pokonya di kamar ini, aku juga gatau menggelinding ke mana" Jawab Vina.


"Oh, Iyah bentar" Lalu Jemy mencari cari cincin Vina hingga hampir setengah jam tidak ketemu.


"Dimana sih? Ciri cirinya kamu ingat?" Tanya Jemy.


"Eh pokonya di tengah cincin itu ada gambar hati dan di dalam cincin itu ada kata kata selamanya.


Ingatan Vina....

__ADS_1


"Gays...... Tunggu!" Vina Tania Syafira dan Renata sedang jalan jalan ke mall. Hingga mereka melewati toko cincin. Saat Renata melewatinya dia melihat ada cincin bagus dan menghentikan langkah teman temannya.


"Apa sih?" Jawab Vina yang berbalik arah. Begitupun Syafira dan Tania.


"Lihat deh, cincinnya bagus banget, oh Iyah kita gak punya cincin persahabatan loh?" Usai Renata. Renata memang paling cerewet ceria bawel dan lebay dari yang lain.


"Lebay banget si lu!" Jawab Vina. Tentu Vina adalah orang yang paling kaku ketus dan terlihat seperti api yang mudah marah.


"Udah udah! Emang cincin yang kaya gimana sih yang kamu taksir?" Ujar Tania menghentikan perdebatan.


"Ini loh Tania, yang ini...." Jawab Renata sambil menunjuk ke bawah tepat di arah cincin berwarna emas ke Kuningan dan berkata "Ketika persahabatan untuk selamanya" Lalu semuanya mendapatkan satu cincin. Tania mendapatkan cincin ketika dan Syafira mendapatkan cincin persahabatan lalu Renata mendapatkan untuk dan Vina mendapatkan cincin selamanya.


Kembali ke masa ini....


Tiba tiba Vina mengeluarkan air mata karena memang persahabatan mereka hancur karena dendam yang di miliki Vina dan Renata. Entah apa lagi yang akan datang.


"Eh? Kamu baik baik aja?" Tanya Jemy yang heran karena Vina tiba tiba menangis.


"Eh? Iyah Iyah aku baik aja" Jawab Vina yang sadar langsung menghapus air matanya.


"(Pasti Vina keringat dengan temanya. Hemmmm yasudah lah)" Ucap dalam hati Erika.


"Sepertinya gaada deh Vin.... Aku sudah mencarinya kemana mana" Ujar Jemy.


Ingatan telinga Vina...


"Dan ingat baik baik! Jika salah satu cincin kita lepas..... Itu berarti pertanda jika persahabatan kita hancur" Ujar Renata teringat jelas ucapanya di telinga Vina.


"Vin?" Tanya Erika yang binggung karena Vina terus saja melamun.


"Sudah lah.... Gapapa" Ucap ikhlas Vina.


"Serius?" Tanya Erika yang enggak mungkin Vina bilang gapapa karena Erika tau kalau itu pasti cincin penanda persahabatan dia.


"Eh Iyah. Kita langsung ke pembatasan desa aja yah Jem?"


"Oh, okey" Lalu Jemy berdiri dan bersiap untuk mengantarkan Vina.


"(Sudah lah..... Persahabatan aku dan teman temanku sudah berakhir)" Ucap dalam hati Vina yang berbalik arah dan melangkah meninggalkan cincin itu.


Di sebuah danau cukup sangat besar ada lelaki yang sudah berkeluarga memancing ikan disana. Namun saat sedang senang memancing tenyata lelaki itu terkejut dengan sosok wanita yang g mengambang di air. Dan sosok wanita itu adalah Tania.


Saat Vina melintas ruang tamu Vina sangat terkejut dengan tv kecil milik Mak Romlah yang gambarnya cukup jelas. Terdengar jelas bahwa kemari malam ada mobil yang tenggelam di danau. Vina sangat terkejut dan membuat hati Vina sangat tidak enak hati. Dia terus saja tiba tiba teringat dengan Tania.

__ADS_1


"Yaampun! Kasian banget sih yang mengendarai mobil, semoga aja yang ada di mobil itu selamat yah Vin?" Usap Erika. Vina hanya menganggukkan kepala sambil memikirkan Tania dan arah matanya terus saja mengarah ke mobil yang ia lihat sedang menggelam di danau.


"Kita mau pergi sekarang akan?" Tanya Jemy kepada Erika dan Vina yang menghentikan melangkah dan menonton tv.


"Eh? Iyh" Jawab Vina sambil menghapus kegelisahannya.


Lalu di danau lelaki itu mengayuh perahunya ke arah Tania yang berniat menolong Tania. Lalu sampai lah sosok lelaki itu di dekat Tania dan turun dari perahunya dan mengangkat Tania lalu pergi melangkah sambil menggendong Tania ke arah rumahnya untuk meminta istrinya menolong Tania.


Namun saat sudah memasuki desa sang lelaki itu sambil berjerit tolong tolong hingga ada para warga yang menghampirinya. Tentunya Vina dan yang lain melewati itu sambil melihat gerombolan warga menggikari Tania. Namun ternyata lelaki itu tinggal di desa yang sama dari desa yang Vina dan Erika temui.


"Vin... Itu ada apa?" Tanya Erika yang binggung dengan keramaian.


"Kita lihat yu?...." Unsur Erika.


"Eeeee gausah. Kita langsung ke pembatasan desa aja yah? Paling itu cuma ikan besar atau ular" Jawab Jemy. Namun firasat Vina tetap aja merasa ganjal.


"Yaudah Yo" Usai Jemy mengajak Vina berjalan lagi dari hentinya.


"(Kenapa aku rasanya penasaran dengan itu. Apa ada hal yang penting dengan kerumunan orang desa itu?)" Ucapan dalam hati Vina.


Lalu akhirnya Vina dan Erika sampai di pembatasan desa.


"Kami permisi dulu yah Jem?" Ucap Erika.


"Eh, Iyah. Kalian hati hati yah?" Usai Jemy.


"Iyah" Jawab Erika. Sedangkan Vina tetap saja melamun memikirkan semuanya.


Bersambung


Episode Selanjutnya


"Eh..... Aku dimana?" Ucap Tania yang sadar dari pingsannya.


"Untunglah kamu sadar" Usai Jemy.


"Eh? Kamu siapa yah?" Tanya Tania yang pusing dengan memegang kepalanya.


"Kamu sama warga di temui di danau, apa kamu ingat sesuatu?" Tanya Jemy.


"Eh.... Sepertinya... AW" Jeritan Tania yang kepalanya sangat sakit. Entah kenapa ingatan Tania blur dan memerah seakan akan ingatan Tania tidak membiarkan Tania mengingat sesuatu....


...(Hilang ingatan)...

__ADS_1


__ADS_2