
Episode Sebelumnya
"Permisi mbak!" Ucapnya menghentikan langkah.
"Eh iyh Bu? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya warga itu.
"Eh iyh bu, apa ibu tau pemilik rumah ini?" Tanyanya.
"Oh Bu Sari yah Bu?"
"Eh iyh benar Bu! Apa ibu tau dimana ia tinggal sekarang? Eee atau gak apa ibu punya nomor hp yang online atau apa gitu?" Ucapnya.
"Emmm kalo nomor sih saya gak punya, tapi kebetulan rumah ini memang ia titipkan di saya Bu!"
Ucapan warga itu membuat Bu Nela merasa ada kesempatan untuk bertemu Tania.
"Mbak apa saya bisa ijin masuk ke dalam rumah sebentar?" Ucap mohonya.
"emmmm tapi saya perlu ijin dari pemilik rumah ini Bu?" Ucap warga sekitar.
membuat Bu Nela sedih.
"(Iyh juga yah! Gimana yah caranya agar aku bisa masuk ke dalam rumah ini?)" ucap Bu Nela.
"Bu tolong! ijinkan saya masuk sebentar saja!" Ucap mohon Bu Nela.
"Tapi Bu! Maap yah tetapi saya harus meminta ijin kepada Bu Sari?"
"kalo begitu apa ibu punya nomor Bu Sari?"
"Seperti yang tadi saya bilang, Saya sudah lama tidak telepon dia Tapi kita bisa periksa apa nomornya masih aktif atau tidak" Ucapnya.
"Oh iyh Bu kita bisa cek sekarang!" ucap bersemangat Bu Nela.
Tak lama kemudian warga tadi kembali dan memberikan hp nya kepada Bu Nela.
"Ini Bu, Bu Sari ingin bicara dengan ibu" Ucap Warga sekita.
"oh baik Bu" Jawabnya.
" Assalamualaikum Bu?" Ucap Bu Nela.
" Walaikumsalam" jawab Bu Sari.
" Permisi Bu Apa kita bisa bertemu sebentar?" Ucapnya.
" oh tentu bisa dimana yah Bu?" Tanya Bu Sari.
" emmmm nanti akan saya kabari chatanya yah Bu"
Bu Nela pun mencatat nomor Bu Sari.
dan mengembalikan hp warga sekitar itu.
"nih Bu terimakasih banyak yah!" Ucap Bu nela.
"oh iya sama sama Bu" jawabnya.
Bu nela pun memberi tempat dimana ia ingin bertemu dengan Bu Sari.
__ADS_1
Bu nela pun sampai di cafe tempat dimana ia memberikan alamat tempatnya kepada Bu Sari.
dan mencari dimana Bu Sari berada sekarang.
" Halo Bu?"
" Iyah halo!"
Bu Nela pun melihat bahwa Bu Sari sudah berada di sana.
"Permisi Bu" Ucap Bu nela.
"eh? iyh!" ucapnya dengan bangun dari duduknya.
Bu nela dan Bu Sari pun duduk.
"jadi gini Bu saya adalah Bu Nela, Yaitu ibu dari bayi yang berada di depan rumah ibu"
"Hah?"ucap kaget Bu Sari.
"iyh Bu karena waktu itu saya benar benar ingin menyelamatkan Syafira anak saya dari ayah kandungnya yang ingin mengambil ginjalnya!"
"(Ini pasti ibu kandung Syafira, Gak! Pokonya aku gak boleh membiarkan dia mengambil Syafira dari aku! Karena aku lah yang udh membesarkanya)"
"Maaf Bu, tapi saya benar benar tidak menerima bayi apapun di depan rumah saya" Ucap bohong Bu Sari.
membuat Bu nela kaget.
"tapi Bu? saya benar Benar mengatakan yang sejujurnya bahwa saya adalah ibu dari anak itu" ucap Bu nela penuh kesedihan.
"maaf yah Bu tapi saya benar benar tidak ingin membuang waktu saya! karena saya ada urusan yang jauh lebih penting!" Ucap Bu Sari yang langsung pergi dari hadapan Bu Nela.
"(Gak! pokonya Saya gak akan biarkan Syafira di ambil oleh ibu kandungnya!)"
"(Karena saya lah yang sudah membesarkanya)"
ucapnya sambil berjalan cepat.
"Tunggu Bu!" ucap Bu nela yang berjalan cepat mencoba menghentikan Bu Sari.
"(Yatuhan kenapa semua malah lebih sulit lagi!)" Ucapnya panik.
"(Aku yakin kalo ibu tadi berbohong kepadaku!)"
"Aku harus mencari cara lagi agar ibu itu bisa memberikan Tania!.
Bel sekolah berbunyi
menandakan bahwa jam istirahat pertama.
Tania dan Vina yang pergi ke kantin.
yang harus bertemu dengan Renata dan Syafira.
"yah yah yah! Penjahat jaman now banget yah Gak takut masuk penjara yah Lo! Sampe berani menunjukkan batang idung Lo kepada orang yang udah hampir Lo bunuh!" Ucap injakan Renata.
"Heh mulut mercon! Mending Lo diem aja deh! Lagian Syafira nya aja diem aja tuh gak ada 1 kata pun yang keluar dari dia untuk ngehina Tania! kenapa Lo yang sewot gitu!" Bela Vina.
"yah karena kan Syafira itu orang baik! Gak kaya temen Lo yang satu ini!" Ucap sindirnya sambil mengarahkan bola matanya ke arah Tania.
__ADS_1
"(Ya Tuhan tolong berikan Renata yang dulu hamba kenal ya Tuhan!)" Ucap Tania sedih.
"(Kenapa Tania gak melawan Renata si? kenapa dengan dia? dia cuma diem dan pasrah teringanya harus mendengar ejekan Renata?)" Ucap sedih syafira.
"Heh! Tania!" Teriakan Renata.
"iyhm.." Ucap Tania penuh kemalasan.
"Lo bener bener gak ada mulutnya yah! gw lagi ngomong dan Lo gak dengerin omongan gw? sombong banget sih Lo!"
"gw males kalo harus membuat keributan di sekolah"
"MAKSUD LO APA?" Teriakan Renata penuh amarah.
"HEH LO BISA GAK BIASA AJA!" Bales teriakan Vina.
"GW NGOMONG KE TANIA YAH! BUKAN KE LO!" Ucap Renata lebih keras.
"udh temen temen" Relai Syafira.
"SYAFIRAA!" Ucap Renata.
"Udh Renata!"
"Issh!" Renata yang pasrah dan pergi dari hadapan Tania dan Vina.
lalu Syafira pun mengikuti Renata.
"Hiks hiks" tangisanmu yang tiba tiba keluar.
"eh? Taniaaaaa!' Vina yang sadar bahwa kamu menangis.
"udh hey!"
Vina yang memberikan senderan kepadamu.
"mmmm?" Tania yang sangat lemas.
"Tania! kamu udh yah! jangan nangis!"
"lagian gw yakin kok! kalo Lo gak bersalah!"
"Karena gw tani..." ucap Vina hampir keceplosan.
" Gw?" Ucap Tania penasaran.
"(Ini gimana nih! kok gw keceplosan?)" ucap Vina panik.
Bersambung
Episode selanjutnya
"(Ini rencana yang bagus!)" Ucap jahat Renata.
"(Gw bisa mencelakai Tania saat kemping!)" Tatapan Renata penuh Rencana.
"(Lihat aja Tania! Gw akan buat Lo menderita selama di cemping)"
...(Rencana jahat Renata)...
__ADS_1