Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Sisi Baik Tama


__ADS_3

Episode Sebelumnya


"Agh! Gadis itu kemana sih? Aku harus cari kemana lagi" Ucap Tama.


"(Aduh kenapa hidung aku gatal gini, aku harus tahan)" Ucap batin Tania yang memegang hidung Tania agar tidak bersin. Tetapi sayangnya hidup Tania bener bener memerah karena sesak dan tidak sengaja bersin.


"HACUH" Ucap Tania bersin. Dan membuat Tama sadar bahwa itu pasti Tania.


"Halo cantik.... Saya yakin bahwa kamu ketakutan ada disini.... jadi lebih baik kamu kesini saja cantik..... karena perhatikan aja, disini sangat gelap dan susah untuk melihat" Ucap Tama menakut nakuti Tania.


"(Aku harus tenang, aku gak boleh takut sama hal itu)" Batin Tania. Lalu karena Tania saking takutnya ia mundur mundur dan terjatuh. saking licinya.


"awww" Ucap teriak Tania hingga membuat Tama melihat ke arahnya.


"Oh.... Kamu gak bisa kemana mana sekarang!" Ancam Tama.


"Gak! Biarkan aku pergi" Mohon Tania. Tama tidak mendengarkan Tania, ia menarik tangan Tania dan mencengkram tangan Tania hingga membuat Tania kesakitan.


"LEPASIN AKU MINTA TOLONG SAMA KAMU LEPASIN AKU" Ucap Tania memohon.


"(Kenapa gadis ini terlihat begitu sedih, beda dengan gadis yang biasa aku dapat?)" Batin Tama yang terharu.


"Aku mohon sama kamu tolong antar aku untuk pulang ke Jakarta" Ucap Tania sambil menurunkan air mata yang terlihat jelas oleh Tama dan tentunya Tama menjadi luluh olehnya.


"Aku yakin kamu pasti memiliki sisi yang baik, aku minta tolong sama kamu, Bebaskan aku... aku harus pulang ke Jakarta...."


"Jakarta?..." Tentunya Tama kaget karena wanita itu ternyata tinggal di Jakarta.


"Eeeee, oke. Aku akan antar kamu ke Jakarta" Ucapan Tama membuat Tania senang dan berterima kasih kepadanya.


"Terima kasih pak...... Makasih banyak!" Usainya.


"Iyah Iyah!" Ucap cuek Tama, namun tenyata Tama bukan lah orang yang baik, dikarenakan dia berbohong kepada Tania.


"(Kamu pikir aku lelaki apa? Membiarkan gadis secantik kamu pergi tanpa aku apa apain)" Ucap jahatnya.


Lalu di sisi Vina....


Vina dan Erika terus saja berjalan tanpa henti hingga membuat mereka sampai di sebuah desa terpencil.


"Vina..... Liat deh!" Ucap Erika menunjuk ke arah desa kecil.


"ERIKAAA" Ucap senangnya.


"Vina! Akhirnya kita menemukan desa kecil juga!"


"Iyah Erika!" Lalu Vina dan Erika pergi ke desa terpencil itu. Dan saat mereka berjalan mereka mengunjungi sebuah kubuk kecil dan ia mengetuknya.


Tok tok tok....

__ADS_1


Vina langsung mengetuk pintu hingga keras. yang memang ternyata sekarang sudah jam sepuluh malam Erika dan Vina mungkin bisa menggangu seseorang yang ada di sana.


"Iyah?" Ucap nenek tua yang umurnya lebih dari tujuh puluh tahun. Kita namakan saja Mak Romlah.


Mak Romlah memiliki anak bernama Jemy. Jemy yang memang ramah dan baik hati sering kali mendapatkan julukan si grumblik. Alies si borong semua sikap baik. Karena sikap baik apapun yang kamu cari semua ada di sana. Namun tentunya kalian tau.... Kekurangannya adalah harta. Kalau fisik gak bisa di bilang kurang lagi. Karena kulitnya putih cerah.


"Maaf nek, kita ganggu. Apa kita bisa nginep disini satu malam saja?" Usai Vina.


"Semalam? Kalian siapa yah?"


"Eeeee. Kita orang orang tersesat nek, apa kita bisa numpang semalam disini?"


"Ih Iyah Iyah, tentu saja. Ayo masuk" untungnya memang Mak Romlah orang yang baik dan gak percaya dengan tahayul yang sedang berkunjung tinggi di desa ini. Yaitu orang yang tersesat dan masuk ke desa itu tidak akan bisa kembali.


"Ayo masuk. Ini ada kerupuk dan teh. Kalian makan saja"


"Makasih banyak nek"


Lalu walaupun malu Vina dan Erika memakan kerupuk dan teh itu hingga habis. Mak Romlah hanya tersenyum kepada kedua gadis itu.


"Eeeee maaf yah nek, kita habisin makanan ini hhe" Ucap malu Vina.


"Iyah tidak apa apa cu"


"Cu ini orang mana toh?" Tanya Mak Romlah.


"Kita ini anak kota yang tinggal di Jakarta" Ucap Erika membuat Vina yang masih minum tehnya tersedak.


"Eh? Maaf nek maaf hehe"


"Iyah Vin, eh kamu emang tinggal dimana?"


"Eeeee aku juga di Jakarta loh"


"Oh Iyah? Wah kebetulan bangettt"


Namun saking asik bicara berdua mereka lupa dengan Mak Romlah. Namun Mak Romlah tidak marah kepada mereka. Ia hanya tersenyum manis.


"Eh? Nek?... Maaf maaf" Usai Vina yang tidak enak kepada Mak Romlah.


"Iyah cuuu tidak apa apa. Eh Iyah disini tidak ada kamar kosong, jadi Mak bangunkan anak laki laki Mak, karena Mak tidak bisa membiarkan anak luar masuk ke kamar Mak"


"Eeeee Iyah nek" Lalu Mak Romlah bangun dari duduknya dan pergi ke kamar Jemy.


"Jemy..... Bangun cu" Ucap Mak Romlah membangunkan Jemy.


"Hemmm? Iyah Mak?" Jawab Jemy yang bangun dari tidurnya. Jemy yang mengunakan baju berwarna kuning bergambar laut dan celana pendek berwarna hitam dan garis tiga disamping.


"Kamu tidur di kamar Mak yah? Ada tamu yang akan menginap dan tidur di kamarmu"

__ADS_1


"Oh.... Baik Mak" Jemy emang tidak banyak nanya. Karena beliau selalu menurut ucapan Mak Romlah dengan langsung tanpa menanti nanti atau menanya nanya. Karena baginya ucapan orang tua tentunya tidak akan membuat dia melakukan dosa.


Lalu Jemy keluar dari kamarnya bersama Mak Romlah, tidak mengunakan pintu melainkan mengunakan hordeng (Tirai kain).


Vina dan Erika langsung terkejut melihat Jemy yang tampan itu. Terlihat Vina yang tidak bisa berbicara apa apa karena memandang Jemy. Rambutnya yang tidak keren karena tidak pernah beliau di gaya gaya kaya gitu. Jadi terlihat polos dan seperti anak SD.


"(Yaampun)" Ucap dalam hati Vina.


"Vin?" Ucap bisik Erika.


"Cu.... Kalian tidur di kamar ini yah cu...." Tawar Mak Romlah.


"Iyah nek" jawab Erika. Sedangkan Vina masih terdiam dan menunduk tidak bisa bicara.


"Nama saya Jemy. Jadi kalau ada apa apa panggil nama aja yah" Tawar Jemy.


"Eh Iyah" Jawab keduanya.


"Kalau begitu saya permisi yah? Sudah mengantuk"


"Iyah...."


Lalu Jemy pergi masuk ke kamar Mak Romlah.


"Lebih baik kalian tidur sekarang" Perintah Mak Romlah.


"Iyah nek"


Lalu Mak Romlah masuk ke kamarnya. Vina dan Erika pun memasuki kamar Jemy.


"YAAMPUN ERIKAAA" Ucap keras Vina. Karena kaget Erika langsung menutup mulut Vina.


"Lihat deh! Yaampun Poto potonya polos banget tapi bagus! Tenyata benar yah kata orang. Gaya itu gak penting. Yang penting itu fisik nya!" Entahlah Vina itu mengejek atau memuji.


Bruk....


Tiba tiba kotak hitam jatuh ke lantai.


Bersambung


Episode Selanjutnya


Mobil yang di tumpangi Tama tenyata hilang kendali. Hingga membuat Tania dan Tama panik.


"BANG GIMANA INI?" Ucap kaget Tania.


"KAU TENANG AJA! ABANG AKAN MENCOBA MENGENDALIKAN MOBIL INI" Tama terus saja berusaha mengendalikan mobilnya. Namun tetap saja mobilnya belok kanan belok kiri tak teratur. Namun karena di pegunungan desa dan ada pembelokan licin mobil Tama dan Tania terjatuh.


...(Kecelakaan Tama dan Tania)...

__ADS_1


#Maaf gays up nya') Janji mulai besok up 2 bab perhari") Mohon maap semuanya:(


__ADS_2