Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Rencana Tim five line


__ADS_3

Episode sebelumnya


Dengan tangisan kecil yang ia keluarkan dan pikiran yang terus saja memutar kini ia bener bener tidak memiliki cara lain.


Erika yang simpati dengan Vina kini menghampirinya dan memeluk Vina.


"Kamu tenang aja yah, Kita semua pernah ada di posisimu dimana kita tiba di sebuah ruangan yang entah apa, Kamu tenang aja ok? Tuhan akan memberikan jalan untuk dia yang terus saja membawa nama tuhan dari semua doanya"


Ucapan Erika yang terlihat kalo dia sepertinya orang yang baik dan Solehah.


"Iyah! Kamu tenang aja, Pokonya kita harus cari cara untuk bebas dari sini" Ucap wanita lain dengan rambut coklat kekuningan dan bernama Rena.


"Iyah" Ucap Vina dengan senyuman main.


"Oh iya lupa nama lo siapa?" Tanya erika kepada Vina.


"Hemmm Iyah btw nama gw Vina, Salam kenal semuanyaaa" Jawab Vina sambil melambaikan tangan ke semua penghuni kamar.


"Salam kenal juga vinaa" Jawab semua wanita yang ada di kamar tersebut.


Lalu semua penghuni kamar tersebut memberitahu nama mereka masing masing kepada Vina.


Jumlah orang yang berada di sana tentu saja sudah saya kasih tau..... Yaitu 5 orang termasuk Vina. Ada Erika, Rena, Rara, Windi.


"Oke..... Karena kamu udah masuk di kamar ini jadi kita semua adalah Genk!" Ucap Windi.


"Genk?" Ucap Vina yang tadi bersender kini pandanganya serius ke arah Windi.


"Iyah..... Jadi tadi pas Lo belum masuk kita berempat punya nama grup namanya itu......"


"FOR LINE...." Ucap sorotan yang lain melanjutkan ucapan Windi.


"OKEEE" Ucap teriak windi.


"Jadi kita ganti nama ok?" Ucap Windi.


"Jadi apa nih????" Ucap Erika.


"Hemmm kalo kita jadi berlima......"


"Gimana kalo five line??" Ucap Rena.


"Bagus juga tuh" Ucap Rara.


"Jadi deal yah ganti jadi five line??" Ucap Rena.


"Okeee" Jawab yang lain.


kecuali Vina yang hanya mengangguk setuju saja sama semua keputusan.

__ADS_1


Sedangkan Tania yang di pisahkan di kamar yang berbeda dengan Vina.


"A......Aku dimana?" Ucap Tania yang bangun dari pingsan nya.


Dia beda dengan Vina, Alies dia berada di kamar dengan kasur yang besar dan terdapat ace serta tv dengan layar lebar.


Terlihat genggaman pintu yang berputar.


"(Siapa yang masuk?)" Ucap Tania yang kepalanya masih sedikit sakit.


Lalu saat pintunya terbuka terlihat seorang ibu sedikit tua seperti ibu berusia 40 tahunan ke atas dengan baju seperti anak muda belasan tahun dan gaya rambut yang seperti model.


Menghampiri Tania....


"Kamu udah bangun?" Tanya Bu lili.


"Hah??..... Iyah Tante saya sudah sedikit membaik" Jawab Tania dengan keadaan yang masih memegang kepala atau keningnya.


"(Hemmmm Dia wanita cantik yang pastinya lebih memikat lelaki lelaki tua di luaran sana" Ucap Bu lili dengan menatap Tania penuh rencana.


"Tante?.... Tante kenapa yah? kenapa Tante menatap aku seperti itu?" Tanya Tania yang kurang nyaman dengan tatapan Bu lili kepadanya.


"Eh... Enggak, Kamu istirahat aja yah biar ceker sembuh?" Ucap Bu lili sok perhatian.


"Iyah Tante...."


Tania pun kembali menidurkan dirinya karena mengantuk sedangkan lili yang berniat keluar dari ruangan Tania dengan menatap Tania penuh rencana licik.


"Aku harus ngapain ya Tuhan sambil menunggu pencarian Vina dan Tania?..... Kenapa sih Renata bisa sejahat itu?" Ucap Syafira yang berjalan lemes seperti tidak ada tenaga.


"Syafira?" Teriak Renata memanggil dan menghentikan Syafira untuk berbicara dengannya.


"Hemmm apa?" Jawab Syafira yang terlihat jelas males bicara dengan Renata.


"Heh kamu kenapa sih? kaya gak suka sama aku gitu?" Ucap Renata yang cemberut.


"Lagian yah Renata, Kamu ngapain sih? paket ada rencana buat nyelakain Tania? kamu gak berfikir? gimana kalo Tania kenapa kenapa? gimana kalo dia meninggal?" Ucap Syafira dengan tatapan marah kepada tenaga.


"ih.... kok kamu malah ngediain Tania meninggal sih? Gak baik tau....." Ucap Renata.


"Heh.... Renata, Kamu gak usah sok peduli sama Tania. Padahal kan kamu benci banget sama Tania. Dan maaf yah Renata, Kamu bukan teman aku lagi" Ucap Syafira yang menusuk hati Renata lalu pergi meninggalkan Renata sendirian.


"Fir?..... Syafiraaaaa" Ucap teriak Renata.


Lalu dengan hati yang terluka Renata duduk di batang pohon yang berbaring. Dan Renata dengan melamun mengingat perkataan Syafira yang mengatakan bahwa dia bukan teman syafira lagi.


"(Apa aku tidak pantas menjadi teman siapa siapa? Kenapa semua membenci aku? Padahal aku cuma mematuhi perintah mamah aku.... Apa itu juga salah?)" Ucap batin sedih Renata.


Sambil berdiri Renata mengatakan "(Iyah Yang salah pak Dimas, Bukan Tania...... Yatuhan.... Kenapa aku jahat banget sih sama Tania? Padahal yang jahat itu pak Dimas, Bukan Tania....) Ucap batin Renata yang menyesali perbuatannya kepada Tania karena seharusnya dari awal dia membalaskan dendamnya kepada pak Dimas. bukan Tania.

__ADS_1


Dengan menghapus air mata Renata kini pergi dari tempat itu.....


Di sisi lain time five line yang mencari cara agar bebas dari tempat itu.


"Jadi ada yang punya ide?" Tanya Rena kepada yang lain yang sedang berjalan mundar mandir.


"Belum......" jawab Erika dan yang lain.


lalu semuanya dengan kompak duduk dari dari jalan mundar mandirnya ke ranjang sendiri.


"Aghh ..... " Ucap kesal Windi.


"Jadi gimana nih?..... Serius gaada satu orang pun yang dapat ide?" Ucap Erika. Lalu Erika melirik ke arah Vina dan menanyakan apakah dia menemukan ide atau tidak." Vina? Lo dapet ide gak?".


"E....... Belum" Jawab Vina yang merasa bersalah karena ia takut dirinya tidak dapat membantu.


"Agj.... Berfikir erikaaaa ayo berfikir......" Ucap Erika yang pikirannya sempet pusing dan tidak bisa berputar.


"Gw punya ide...." Ucap lantang Windi yang dari posisi berbaring sambil berfikir kini bangun dari baringanya dan duduk.


Lalu semua yang berada di sana melirik dan menatap Windi yang katanya memiliki ide.


"Gimana kalo salah satu dari kita berpura pura sakit dan pastinya di bawa ke rumah sakit atau apalah.... Nanti saat salah satu dari kita ikut ke ambulan........,............" Dan Windi pun membisikan ide kepada semua lalu semua hanya terdiam memutuskan untuk setuju dengan unsuk Windi.


Misi pun di mulai....


dimana semua memutuskan untuk Vina yang berekting sakit dan Windi yang berteriak mengatakan Vina sakit.


"TOLONG....." Teriak Windi.


Lalu Bu lili dan bodyguard nya datang ke kamar Windi dan yang lain.


terlihat Vina yang sedang berakting sakit.


"Bu..... Vina tadi muntah muntah dan panas, Apa gak sebaiknya kita periksa ke rumah sakit?" Ucap windi.


"Hemmm TUNGGU!" Ucap Bu lili mengagetkan yang lain.


Bu lili pun menghampiri Vina berniat untuk mengecek apakah Vina sakit atau tidak.


Bersambung


Episode Sebelumnya


BUGH


Hantaman Erika kepada supir yang mengendarai mobil itu.


"Kita harus cepet cepet pergi Erika....." Ucap Vina yang tegang.

__ADS_1


"HAYOOOK MAU KEMANA KAMU?" Ucap preman bodyguard Bu lili yang mehadang Vina dan Erika.


...(rencana matang)...


__ADS_2