
Episode Sebelumnya
Lalu Mak Romlah masuk ke kamarnya. Vina dan Erika pun memasuki kamar Jemy.
"YAAMPUN ERIKAAA" Ucap keras Vina. Karena kaget Erika langsung menutup mulut Vina.
"Lihat deh! Yaampun Poto potonya polos banget tapi bagus! Tenyata benar yah kata orang. Gaya itu gak penting. Yang penting itu fisik nya!" Entahlah Vina itu mengejek atau memuji.
Bruk....
Tiba tiba kotak hitam jatuh ke lantai.
Bruk.....
"Kotak?" Ucap Vina sambil melihat kotak hitam itu yang terletak di lantai.
"Itu kotak apa Vin?" Tanya Erika.
"Eeeeeee, aku juga gatau Rik" Jawab Vina sambil melihat sebentar ke arah Erika dan kembali lagi melihat ke kotak itu.
"Apa kita lihat aja isinya apa?" Unsur Erika.
"Eeeee.. sebaiknya jangan deh, Kamu ingat kan apa kata nenek tadi? Kamar dia aja tidak mau orang lain masuk, aku takut kotak ini juga rahasia nenek itu" Jawab Vina.
"Yaudah kamu ambil kotak itu terus taro (simpan) Kotaknya di atas lemari" Perintah Erika.
"Eeeee Iyah" Lalu Vina mengambil kotak hitam itu dan menaruh (menyimpan) kotak itu di atas lemari tempatnya lagi. Lalu Erika dan Vina memutuskan untuk tidur karena memang sudah larut malam.
Di sisi lain Tama yang sedang menuruni bukit dengan keadaan gelap dan tidak ada kendaraan lain selain dirinya.
"Keadaanya gelap banget bang, apa Abang masih bisa menyetir?" Tanya Tania yang khawatir dengan keadaan luar.
"Gapapa kok, aman..." Jawab Tama. Dan Tania mencoba menenangkan diri dan mempercayai Tama. Namun tenyata Tama kehilangan kendali hingga mobil yang ia tumpangi tidak atur arah. Hingga membuat Tania dan Tama panik.
"BANG GIMANA INI?" Ucap kaget Tania.
"KAU TENANG AJA! ABANG AKAN MENCOBA MENGENDALIKAN MOBIL INI" Tama terus saja berusaha mengendalikan mobilnya. Namun tetap saja mobilnya belok kanan belok kiri tak teratur. Namun karena di pegunungan desa dan ada pembelokan licin mobil Tama dan Tania terjatuh. Di bawah jurang tersebut ada danau yang memang cukup luas. Mobil yang Tama kendarai tersebut tenggelam di danau.
Di desa tempat Vina dan Erika tentu saja tempat tinggal Mak Romlah dan Jemy selalu di sambut oleh ayam jantan yang berkokok. Ayam jantan tersebut membangunkan Vina dan Erika.
__ADS_1
"Agh... Segar banget yah Vin?" Sapa lagi Erika.
"Iyah, aku nyaman banget tidur disini......" Tiba tiba Vina berhenti bicara karena mendengar ada keributan.
"Rik? Ada apa yah ribut ribut di luar?" Tanya Vina.
"Eeeee, kurang tau nih, kita periksa yu?" Ajak Erika.
"Hayu...."
Di sisi lain terlihat banyak penghuni desa yang berkumpul di depan rumah Mak Romlah karena ada salah satu warga lelaki yang melihat ada anak kota yang masuk ke rumah Mak Romlah. Seperti yang kemarin bilang. Penghuni desa ini mempercayai tahayul yang sedang di bicarakan.
"Ada apa ini?" Tanya Mak Romlah yang keluar dari rumahnya dengan kaget para penghuni desa berkumpul dirumahnya.
"Iyah, ada apa yah?" Usai Jemy.
"Iki lho jeng, ana sing ujar yen ing omah iki ana tamu saka kutha? (Ini lho jeng, ada yang bilang di rumah ini ada tamu dari kota?)" Jawab perempuan cukup tua.
"Iyo Iki, apa dheweke ora Wedi ora bisa uwal saka desa Iki? (Iyah ni, emang mereka enggak takut gak bisa keluar dari desa ini?)" Usai lelaki tua yang berkerja sebagai petani. Lalu Erika dan Vina keluar karena mendengar ada keributan.
"Ada apa ini rame rame?" Tanya Vina yang baru saja keluar dari rumah.
"Nggih jarene, benggi benggi ana sing teka (nah apa aku bilang, tadi malam emang ada yang datang)" Usai lelaki saat melihat Vina dan Erika keluar.
"Eh.... Semuanya tenang dulu yah, kita ini tersesat dari kota. Jadi kita berdua numpang nginep semalam di rumah ini, tapi sekarang kita berdua mau pamit pulang yah kan Vin?" Jawab Erika.
"Kowe ora ngerti? Ing kene yen ana wong mlebu desa Iki, ora bisa lunga maneh (Emang kalian gak tau? Disini jika ada orang yang masuk ke desa ini, tidak bisa pergi lagi)" Usai lelaki tua.
"Eh.... Semuanya tenang dulu yah?, Itu kan cuma tahayul. Jadi belum tau juga kebenarannya" Jawab ramah Jemy.
"Opo maksudmu Jemy? Kapiye wong Iki ujar nini minangka sihir (maksud kamu apa Jemy? Orang ini aja kata nenek sakti kok)" Usai nenek tua.
"Iyo ane paham. Nanging mangga Kisa minangka kulawargi ngobrol kanggo ngrampungake Kabeh (Iyah saya ngeti. Tapi tolong biarkan Kita sekeluarga berbicara untuk menyesuaikan semuanya)" Usai jawab Jemy. Lalu semua warga memutuskan memberi Jemy dan Mak Romlah berbicara dengan Vina dan Erika. Lalu Vina Erika Jemy dan Mak Romlah pergi ke dalam rumah untuk berbicara serius. Lalu semuanya duduk di kursi karena kursinya cuma tiga Jemy berdiri di sisi Mak Romlah.
"Maafin kita yah cu? Sampe kalian harus mendengarkan tahayul aneh itu" Ucap Mak Romlah.
"Iyah nek, oh Iyah nek. Emang kenapa semua warga disini pada percaya sana isu itu? Apa pernah terjadi sesuatu yang membuat mereka percaya kaya gitu?" Tanya Vina.
"Dulu. Memang ada empat orang anak kampus yang datang ke desa ini. Mereka bilang mereka tersesat dan tidak tau jalan pulang. Namun ternyata mereka pergi keluar desa ini karena memaksakan diri untuk ingat ingat jalan agar bisa pulang, tapi tiga hari saat kepergian mereka ada warga lelaki yang mencari ikan menemukan keempat orang itu sudah tewas di tepi danau" Usai cerita Mak Romlah. mendengar cerita itu Vina dan Erika menjadi merinding. Namun mereka tetap berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
"Saya paham nek, tapi kita berdua harus pergi dari desa ini" Ucap Vina.
"Tapi apa kalian ingin memaksakan diri untuk pergi?" Tanya Jemy. Vina dan Erika hanya menganggukkan kepala memberi isyarat Iyah.
"Yasudah kalau kalian berkehendak seperti itu. Jamy tolong antar mereka ke pembatasan desa yah nak?" Usai Mak Romlah.
"Baik nek"
"Tunggu....." Erika langsung menghentikan penggerakan dan memberikan kode kepada Vina untuk pergi ke kamar Jemy dulu.
"Eeeee kayanya Erika ketinggalan sesuatu di kamar Jemy, kita boleh masuk sebentar ke kamar Jemy?"
"Oh iyah tentu" Jawab Jemy. Lalu Erika dan Vina pergi masuk ke kamar Jemy dengan membicarakan ucapan penting.
"Ada apa sih Rik?" Tanya Vina.
"Eeeeeee kamu beneran mau pergi Vin? Aku takut loh!"
"Iyah lah Erika. Kamu ga ingat sama Genk five line kamu?"
"Eeeee Iyah deh, tapi kita rapihin dulu kamar ini!" Laku Vina menjawabnya dengan gelengan kepala dan mulai membersihkan kamar Jemy. Namun saat hampir selesai cincin persahabatan Vina Tania Syafira dan Renata jatuh. Vina kaget dan mencoba mencari cincin itu. Namun karena cincin itu kecil Vina sudah mencarinya.
"Vin?...." Tanya Erika.
"Eh iyah?"
"Kamu nyari apa?"
"Aku nyari cincin aku Rik.... Tolong bantu aku cari" Vina tiba tiba keringat dengan Tania. Dan merasa jika ini sebuah firasat buruk.
Bersambung
Episode Selanjutnya
"Tolong bantu tolong....." Ucap lelaki yang membawa Tania. Dia menemukan Tania di danau. Namun ternyata lelaki itu tinggal di desa yang sama dari desa yang Vina dan Erika temui.
"Vin... Itu ada apa?" Tanya Erika yang binggung dengan keramaian.
"Kita lihat yu?...." Unsur Erika.
__ADS_1
"Eeeee gausah. Kita langsung ke pembatasan desa aja yah? Paling itu cuma ikan besar atau ular" Jawab Jemy. Namun firasat Vina tetap aja merasa ganjal.
...(Sebuah firasat)...