
Episode sebelumnya
"kenapa kamu tanya seperti itu sayang?" Ucap Bu Sari sambil duduk di sofa.
begitupun Syafira.
"Kata Renata ibu mau mempernjarakan Tania?" tanya Syafira.
"(Ini Renata gak seportan banget! saya kan bilang kalo ini rahasia! Jangan sampe ada yang tau terutama Syafira)" Ucap tegang Bu Sari.
"Bu, Syafira minta ibu untuk jangan memperpanjanglan masalah ini!" Ucap mohon syafira.
"Tapi Syafira...." Ucap Bu Sari terpotong.
"Bu! Tania ga bersalah!"
"Syafira jatuh dari balkon itu karena lantai yang.
.." Ucap Syafira terpotong.
"Syafira! Renata jelas jelas melihat kalo Tania mendorong kamu dari balkon sayang! Ucap Bu Sari.
tatapan Bu Sari yang terlihat jelas tajamnya.
"Tapi Bu!" Ucap ketus Syafira.
"Syafira udh! ibu akan mencari bukti yang kuat agar Tania dapat hukuman yang setimpal!" Ucap Bu Sari.
"Buu!" Ucap Syafira sedih!.
"(Yaalah kenapa semuanya menyalahkan Tania!)" Ucap sedihnya.
"Ibu akan mempernjarakan Tania setelah pulang dari camp" Ucap Bu Sari.
"Ibu tau dari mana kalo besok ada camp? Syafira kan belum bilang ke ibu?" Tanya Syafira.
"Renata sudah bilang ke ibu kalo besok ada camp, renata juga yang memiliki ide untuk mempernjarakan Tania setelah acara camp"
"Renata?" Ucap sedih Syafira.
Syafiraaaa pun pergi ke kamarnya.
"(Kenapa Renata harus mengatakan itu ke mamah?)"
Syafira pun memutuskan untuk menelpon Renata.
"Tut Tut Tut"
" Halo?" Tanya Renata.
" Renata!" Ucap tegas syafira.
" Kamu ngapain sih pake bicara gitu ke mamah aku!" Ucap kesal Syafira.
" Apaan sih tiba tiba nuduh aku yang gak gak?" Ucap ngeles Renata.
" Eh! mamah aku sendiri udh bilang sama aku! kalo kamu ngehasut mamah aku biar menjarain Tania sepulang camp kan?"
" Oh soal itu? Iyah emang kenapa?" Jawab Renata.
" Ish renata! Kamu gak mikir panjang dulu apa! Nanti gimana kalo mamah aku beneran menjarain Tania sepulang camp?" Khawatir Syafira.
" Yaelah gapapa kali!" Ucap Santai Renata.
" Renata! kamu kok kaya santai gitu sih! Tania Renata! Nanti dia masuk penjara!" Ucap panik Syafira.
" Yaelah gak usah panik gitu lah! Lagian kan lebih bagus kalo Tania masuk penjara?"
" Renata! kamu kok jadi jahat gitu sih ke Tania? Salah Tania apa?" Tanya Syafira.
" Yaampun Syafira, Jelas jelas Tania udh hampir bunuh kamu!" Ucapnya.
" Bunuh? Renataaa! Tania itu..." Jawab Syafira terpotong.
" Cukup Syafira kamu jangan belain Tania lagi! Jelas jelas dia itu gak pantas kamu bela! dia udh membuat kamu koma Syafira!"
" Yaampun Renata...."
"Tut..Tut..Tut.."
__ADS_1
Renata yang menutup telpon dari Syafira.
"Yaalah Kenapa Renata bisa salah paham gini sih?"
Syafira yang terus ingin menjelaskan semuanya ke Renata tetapi terus saja terhalang.
Rendy yang masih mencari uang tambahan untuk camp besok.
"Gw harus nyari uang kemana lagi yah?" Ucapnya bingung.
Rendy pun memutuskan ke tempat cafe.
"(Gw ke cafe aja deh, siapa tau ada lowongan pekerjaan!)" pikirnya.
dan menuju cafe....
Sesampainya di cafe.
"(Nah ini pasti cafe butuh bantuan!)"
Rendy pun masuk dan menuju kasir.
"Permisi kak?"
"Iyah de?"
"Maap Saya mau nanya, apa ada pekerjaan kecil yah kak?"
"emmm gapapa de mau itu jadi pelayan atau apa lah!"
tapi tanpa di sadar Renata yang ada disana.
melihat Rendy yang sedang bicara dengan penjaga kasir.
"Saya mohon kak! Saya butuh banget pekerjaan" Ucap memohon Rendy.
"Maap de! Tapi kebetulan cafe ini tidak membutuhkan pegawai!"
"Saya mohon kak! pasti ada pekerjaan kecil!"
"Saya sudah bilang disini gak membutuhkan pegawai de!" Ucap kesal petugas kasir.
"eh? Renata?"
"Rendy ikut saya bentar ok?" Ucap Renata.
dan pergi ke kursi kosong.
diikuti oleh Rendy.
"Hemmm! Rendy kebetulan saya dengar percakapan kamu sama petugas kasir tadi!"
"Lalu?" Ucap kaku Rendy.
"Saya akan bayarkan biaya kamu selama camp dengan satu syarat!" Ucap licik Renata.
"apa?" Ucap dingin Rendy.
"(Yaelah pake acara dingin segala)" Komentar Renata dalam hati.
"Emmm kamu harus nurut apapun dari perkataan ku selama camp!" Ucapnya mendekatkan wajahnya ke arah Rendy dengan tatapan licik.
"(Nanti saat di camp aku akan memanfaatkan kamu untuk membuat Tania sengsara!)" ucap jahat Renata.
"emmm apa untungnya untuk kamu?" Tanyanya
"CEPAT JAWAB!" Ucap tegasnya.
membuat Renata dan sekitarnya terkejut.
"Saya cuma ingin membantumu!" Ucap liciknya.
"Kalo kamu ingin membantuku lalu apa arti kata aku harus menuruti semua yang kamu katakan Renata!" Ucap tegas Rendy.
"(Yaampun ternyata mengontrol Rendy itu tidak mudah!)"
"(aku harus sabar melawan gudang emosi ini!)"
"Nanti juga kamu tau Rendy!" Jawabnya.
__ADS_1
"(Emmmm apa aku terima? Karena bagaimanapun gak mungkin aku bisa mendapatkan uang 1jt dalam sehari!)"
"Oke aku setuju!"
Perkataan setuju rendy mengagetkan Renata.
"Okeh kalo begitu!" Ucap senangnya sambil berjabat tangan dengan Rendy.
"(sebentar lagi gw bisa mengendalikan Rendy!)"
"(dan dengan itu gw yakin Rendy bisa membantu gw untuk menghancurkan Tania!)" Ucap liciknya
Syafira yang sedih dan memutuskan untuk berbicara dengan ibunya.
"Mah?" Ucapnya.
"Iyh sayang?" Jawab Bu Sari.
Bu Sari yang sedang duduk di code dengan santai sambil memainkan hp nya.
"Syafira minta tolong sama mamah untuk tidak melaporkan Tania ke polisi!" Ucap memohonya.
"Syafira penjahat itu memang pantasnya masuk ke penjara sayang!"
"Tapi mah Tania itu bukan penjahat!"
"Udah Syafira kamu jangan terus menerus membela teman kamu itu!" Ucapnya.
"Hiks" Tangisan syafira.
"Udh Syafira! percuma kamu mau pura pura menangis kek pura pura pingsan kek! Atau Navis darah sekalian pun! mamah gaakan mempan!"
Syafira yang kehilangan cara dan pasrah dengan keinginan ibunya.
karena hati Bu Sari yang sudah tertutup
Malam pun tiba.
Tania yang baru selesai solat isya.
memutuskan menulis diary.
"Bintangku kini hanya satu, Tidak ada yang jatuh ataupun hilang. Hanya saja semuanya seketika tidak bercahaya, Aku ingin membuat semuanya bercahaya. Namun aku tidak mau kamu menjadi seperti matahari yang bisa menerangi bulan." kata kata yang ia tulis di buku diarynya.
dengan menangis dan mengingat kejadian kejadian ia saat di injak injak oleh Renata.
"(Kenapa Renata bisa berubah deraktis kepadaku?) ucap sedihnya.
"Hiks hiks hiks" Tangisanya.
Tania pun mendengar suara ayahnya yang sudah pulang.
lalu Tania pun turun kebawah.
"Ayaaah!" Teriak gembiranya.
Tania pun dengan ria memeluk ayahnya.
"Lepasin!!" Ucap ayah Tania melepaskan pelukannya.
Tania yang terkejut mendengar ucapan ayahnya.
"Ayah?" Ucap sedihnya.
Bersambung_
Episode selanjutnya
"Paaah!" Ucap Tania sambil menangis.
"Tania gak bersalah dalam kasus itu!"
"Tania...." Ucap ketusnya.
"Udh cukup Tania!" Ucap tegas pak Dimas memotong Omongan Tania
"Ayah gak percaya sama Tania?" Ucap sedihnya.
Tania pun pergi dari hadapan ayahnya dengan menangis.
__ADS_1
...(Rusaknya hubungan Tania dan ayahnya)...