
Episode Sebelumnya
Nyeng....
Erika langsung berhenti bicara dan mendengar ada kendaraan berjalan.
"Vin..... Kamu dengar kan apa yang aku dengar?" Ucap senang Erika.
"Suara ribut kendaraan kan?" Jawab biasa biasa aja dari Vina.
"Vin....." Lalu sontak Erika dan Vina berpelukan karena saking senangnya dan berjalan lalu pergi mendekati suara itu. Lalu tetap saja susah. Karena itu adalah jalan tol dimana pada mobil tidak bisa seenaknya berhenti. Memang sangat banyak mobil yang berkendara. Namun tetap saja mereka tidak ingin berhenti dan Erika ataupun Vina takut untuk menghentikan perkendaraan itu.
Tapi Vina memutuskan untuk mencoba dan melangkah pelan ke tengah jalan namun saat melangkah ia memundurkan langkah karena takut.
"Rik.... Kamu aja yah" Ucap Vina takut.
"Kamu aja deh Vin, aku masih sayang sama nyawa aku. Hehe" Jawab Erika.
"Yaudah Kita bersama aja yah?" Unsur Vina.
"Yaudah deh Iyah" Jawab pasrah Erika. Dan akhirnya Vina dan Erika melangkah ke tengah jalan saat sepi. Namun mobil mewah berwarna biru melintas dengan cepat dan membuat supir itu Erika dan Vina kaget.*
Namun untungnya Raka pengendara mobil itu bisa mengerem pekem dan tidak menabrak Vina dan Erika. Dengan kaget Vina dan Erika langsung ke pinggir jalan dan terlihat Raka meminggirkan mobilnya dan keluar dari mobil dengan muka kesal.
"Heh! Kalian pengen bunuh diri?" Ucap kesalnya.
"Eeeee maaf pak" Ucap pelan Vina. Karena Raka yang memang sangat muda dan mungkin cuma beda dua sampai satu tahun dengan Vina.
"Pak? Lu panggil gue pak? Heh, siapa lu? Ponakan gue? Anak gue?" Ucap kesal Raka yang berdiri di depan Vina.
"Heh! Bisa gak si lu gak usah Nyelongot Nyelongot gitu hah?" Ucap bentak Vina membuat Raka makin marah.
"Supir mana yang enggak Nyelongot melihat dirinya hampir menabrak orang yang bisa buat dia rugi ratusan juta" Balasnya.
"Yah udah gue kan udah bilang minta maaf" Balas Vina mendekatkan wajahnya ke Raka.
"Agh!" Ucap kesal Raka yang melangkah memasuki mobil namun di tarik oleh Vina. Karena Vina menarik Raka terlalu kuat membuat dirinya jatuh tapi untungnya di tangkap oleh Raka. Erika yang melihat adegan itu di depan mukanya dia hanya tersenyum dan memperhatikan wajah Vina dan Raka terlihat sangat serasi.
"Iyuh!" Raka langsung melepaskan tangkapan Vina hingga membuat Vina terjatuh.
"AW" Ucap Vina sakit dan langsung Erika membantu Vina berdiri.
"Yaampun Vina...."
__ADS_1
"Fyuh" Ucap ketusnya.
"IGH!" Usai Vina yang kesal dengan Raka.
"Lu pasti kan sengaja dorong gue biar gue berasa di pelukan lu?" Ucap ketusnya.
"Hah? Tunggu tunggu... Emang lu siapa sampai gue harus senang ada di pelukan lu?"
"Gue kan ganteng?"
"Hah? Gak salah dengar?"
"Yaudah lah kali ini gue hargain pelukan gue gratis ke orang kere kaya lu, yang memang gak memang yang walaupun seribu" Ucap sombongnya.
"Agh!"
"Vina udah! Biar sama aku aja" Relai Erika. Lalu Vina nurut dan diam sambil terlihat wajahnya yang kesal dengan Raka.
"Eeeee kak?"
"Nah gitu dong! Kak kek" Ucap senang Raka.
"Ternyata lu itu sopan, gak kaya temen lu tuh!" Ejeknya.
"Iyah kak, eee kak boleh gak kita minta tolong sama kakak?" Tanya Erika.
"Eh, eh kita......"
"Udah lah Erika, kamu ngapain sih minta tolong sama cowok belagu kaya dia" Ejeknya. Raka hanya menatap sinis dan membuang pandangannya dari Vina.
"Stt" Perintah Erika kepada Vina.
"Jadi gini kak.........................." Erika menjelaskan beberapa detail singkat kepada Raka. Saat udah menjelaskan bagianya Raka langsung menghentikan dan menawarkan Erika menjelaskannya di mobil sambil jalan.
"Stttt udah sampai sini dulu aja. Kamu masuk dulu aja di mobil dan lanjutin ceritanya di mobil aja yah?" Tawarnya.
"Iyah kak" Jawab Erika.
"Heh, lu. Kuntilanak mau numpang di mobil gue atau diem di sana dan gatau bakal ada orang baik kaya gue atau gak" Ucap Raka berteriak.
"LEBIH BAIK GUE DI ANTARIN SAMA POCONG DARI PADA SAMA COWOK BELAGU SOK KEGANTENGAN KAYA LU" Teriak bentak Vina kepada Raka. Namun Raka langsung menghampiri Vina dan mengendong Vina tanpa mendengar jeritan dan pukulan pelan Vina yang mencoba menurunkan dirinya. Lalu Raka menaruh Vina di kursi belakang yang pintunya sudah di bukain oleh Erika.
Lalu di sisi lain. Tania yang sudah sadar dan sedikit membaik memutuskan untuk berdiri menangkap angin yang sejuk di depan rumah Jemy. Hingga Jemy melihat Tania dan duduk di kursi samping Tania.
__ADS_1
"Kamu sudah membaik?" Tanya Jemy.
"Eeeee sudah kak" Jawab ramah Tania.
"Eeeee yaudah kalau begitu" Lalu Tania menanyakan sesuatu kepada Jemy yang membuat Jemy sedikit makin pokus kepada dirinya.
"Kak, apa kakak tau nama aku?" Tanya Tania.
"Hemmmm. Kurang tau sih, tapi kakak akan namai kamu dulu Eneng" Jawab Jemy.
"Eneng? Yasudah kak"
"Hemmm Iyah. Eh itu cincin kamu? Kamu Nemu dimana?" Karena penasaran Jemy yang baru sadar Tania mengunakan cincin.
"Ini? Oh, Eneng kurang tau. Tiba tiba cincin ini memang sudah ada di jari Eneng" Jawab Tania.
"kalau gitu aku ke kamar kamu dulu yah. Ada beberapa barang yang harus aku ambil dari kamar kamu. Karena kan itu asalnya kamarku" Ucapnya.
"Eh, Iyah kak" Karena Mak Romlah sangat tidak mau orang lain yang belum dia percayai masuk ke kamarnya jadi Jemy lah yang tidur di bawah ranjang Mak Romlah.
Saat memasuki kamar Tania yang asalnya kamar dia Jemy mencari cari kotak hitam yang kemarin sempat dilihat Erika dan Vina.
Namun Jemy akhirnya melihat cincin Vina yang terjatuh. Dan terlihat sudah cincin itu mirip dengan cincin yang sedang ada di tangan Tania.
"Ini cincin, mirip persis dengan cincin yang aku lihat di tangan Eneng. Itu berarti Wanita bernama Vina itu memang berteman dengan Eneng" Ucapnya semakin yakin dengan pikirannya.
"Ah sudah lah. Lebih baik aku simpan dulu aja cincin ini dan tanyain ke Eneng" Lalu Jemy menyimpan cincinnya di saku dan melanjutkan mencari kotak hitam itu. Saat bertemu Jemy langsung menyimpan kotak itu dan kembali ke depan untuk membicarakan tentang cincin kepada Tania.
"Neng, Eneng liat deh cincin ini mirip sekali dengan cincin yang ada di jari Eneng. Eneng bisa ingat gak?" Ucap Jemy yang mengeluarkan cincin itu dan memberikannya kepada Tania.
"Cincin?" Laku Tania melepaskan dulu cincin yang ada di tangannya dan membandingkan cincin miliknya dengan milik Vina dan menang terlihat sangat mirip seolah olah ada satu.
"(Cincin ini?)" Tiba tiba pikiran dan telinga Tania teringat sesuatu.
Suara yang berada di telinga Tania.
"Dan ingat baik baik! Jika salah satu cincin kita lepas..... Itu berarti pertanda jika persahabatan kita hancur" Ujar Renata teringat jelas ucapanya di telinga Tania.
Bersambung
Episode Selanjutnya
"(Ketika? Dan ini selamanya? Sepertinya ada kata tengah deh di tulisan ini. Tapi....)"
__ADS_1
"AGH!" Jeritan Tania membuat Jemy panik.
...(Rencana menolong Genk Five Line)...