
*Episode Sebelumnya
"Tania"Kata Vina dengan menghentikan langkah Tania yang berjalan keluar kelas. "Iyh Vin?"Tania yang sempet berfikir Vina aneh saat di kantin membuat Tania merasa penasaran dengan reaksi Vina yang seolah ragu untuk bicara dengan Tania.
"(Gw bilang gak yaaa)" Vina yang ragu trs di hantui rasa gelisah Hinga Tania penasaran. "Vin Lo kenapa sih aneh banget deh Lo yang manggil Lo yang diem"Dengan menyadarkan Vina yang trs saja melamun membuat Vina tidak bisa mengelak selain melanjutkan rencananya.
"Eeee bentar lagi kan gw ulta Lo mau kan datang ke pesta gw?"Tanya Vina ragu,karena Vina yang mengatakannya ragu" membuat Tania merasa sedikit aneh dan membuat ia bertanya"
"Eeee Iyah tentu pasti gw sama temen temen lain datang (Perasaan gw aja atau emang Vina lagi gelisah yah?Tapi kok dia ngomong sama gw kaya gugup gitu yah?)"Dengan rasa penasaran Vina yang bener bener ketakutan akhirnya dia mempercepat jalan untuk keluar kelas "Okey daaah" Kata Vina dengan jalan cepat.
"(kok Vina aneh banget yah hari ini? Kaya ada yang dia pikirin)"Pikir Tania*.
Saat di rumah Tania yang melihat ayahnya yang seperti sedih dan gelisah saat mengakhiri telpon membuat Tania penasaran ada apa dengan ayahnya hingga membuat Tania menghampiri papahnya.
"Pah ada apa?Papah kok kaya sedih gitu yah?"Tanya Tania kepada papahnya membuat papahnya Engan mengasih tau Tania,"Engak sayang papah gapapa kok,(Gimana nih aku gamau buat Tania sedih nantinya, tapi bagaimana pun Tania berhak tau dari aku)"Dengan Engan karena takut Tania Syok karena tau kalo "Ibunya meningal".
"Serius pah? Papah gak bohongkan?"Dengan wajah Tania yang serius membuat papahnya terpaksa memberi tahu Tania akan kabar buruk yang menimpa ibunya.
"Tapi papah dapat telpon dari warga(menarik napas)" Karena ragu memberi tahu Tania membuat Tania merasa penasaran, "Mamah kanapa pah?"Dengan wajah sedikit bertanya tanya dan akhirnya papahnya memberi tau Tania hingga membuat Tania sempat tidak mempercayainya
"(Tarik napas panjang )Mamah kecelakaan sayang"Sontak dengan kaget Tania yang hampir terjatuh tersengret di meja dekat dia berada.
"Engak? Papah apaan si bercanda mulu,ini mamah Lo papah kok bisa bisanya bilang gitu kemamah"Karena tidak mempercayai papahnya Tania yang tidak sengaja menjatuhkan air matanya dan kening yang tiba tiba penuh keringat hingga papahnya memeluknya dan memberitahu Tania kalo itu bukan candaan.
"(Melepas pelukan) Engak pah Engak"dengan berniat melepas pelukan tetapi papahnya terus menahan Tania melepas pelukannya membuat suasana sedih meliputi ruangan itu.
Saat baru sampai di rumah sakit Tania dan ayahnya yang panik akan apa yang terjadi sama ibunya Tania membuat mereka sedih
"Dok gimana istri saya dia baik baik saja kan dok?"Tanya papahnya Tania dengan panik kepada suster.
__ADS_1
"Maap ini dengan keluarga korban?"Tanya suster kepada Tania dan papahnya,Tania dan papahnya langsung menjawab Iyah namun suster tersebut memberitahu Tania dan papahnya bahwa ibu Tania tidak bisa di selamatkan.
Mendengar kabar tersebut Tania dan papahnya menangis karena kehilangan ibu nya Tania,Tania langsung memberikan kabar kepada temen temennya untuk melayat di rumah Tania tentu saja Renata Syafira dan Vina kaget dan menenangkan Tania agar Tania bisa mengiklaskan kematian ibunya.
Saat melayat Rumah Tania, Tania dan Genk nya yang berada di dekat jasat ibunya Tania mengelus" Pundak Tania dan Tania menyenderkan diri ke pundak Syafira, Tetapi karena Vina memiliki dendam pribadi kepada Tania Vina kelihatanya sedikit bahagia karena bisa melihat tangisan jatuh di keluarga Tania.
"(Gw gak nyangka Tampa gerak gw bisa melihat pemandangan indah ini)"Suara dalam hati Vina yang arah olah senang dengan Kematian ibu Tania dengan Berpura pura berduka untuk Tania.
Penguburan ibunya Tania pun berjalan lancar, Vina Syafira dan Renata pun ijin pamit ke Tania.
"Kami pamit yah Tan"Kata Syafira, "Udh Lo gaush sedih gw yakin kok ibu Lo pasti akan di terima di sisi Allah soalnya kan ibu Lo itu baik"Kata Renata dengan mengusap pindah Tania yang sedang bersandar di papan atas nama kuburan itu deh pokonya lupa lagi namanya awokawok:v.
"(Menghapus air mata di pipi)Iyh kalian hati hati yah di jalan"Kata Tania sambil berdiri.
Vina Renata dan Syafira pun berpamitan dan pergi dari pemakaman.
Bayangan Syafira...
Di rumah Syafira berpamitan untuk melayat ke Tania tiba" Syafira melihat goresan di plat mobil mamanya yang berwarna merah.
"Ini kok kaya golesan tabrakan lari gitu yah?"kata syafira bicara sendiri
Karena memikirkan golesan mobil ibunya Syafira lalu teringat akan kabar kematian ibunya Tania yang disebabkan karena tabrakan lari membuat Syafira berpikir hal yang belum Masti/yang Engak"
"(Engak engak ini mungkin cuma kebetulan karena gamungkin banget kalo ibu yang nabrak tapi ibu gak nolong mamahnya Tania)"Karena golesan yang mirip seperti golesan mobil yang habis nabrak pada umumnya yang membuat Syafira heran Syafira berusaha untuk tidak memikirkan yang gak"
Kembali Ke masa kini...
"(Engak engak!, Engak mungkin! Syafira Lo harus berpikir Positif mungkin aja itu golesan serempetan motor kan?)"Kata Syafira dengan tegang
__ADS_1
Saat di perjalanan karena Vina melihat Syafira yang tegang Vina pun penasaran dan menanyakan apa yang terjadi kepada Syafira,"Eh? Syafira Lo kenapa sih kaya orang ketauan maling (Menghentikan langkah)"Kata Vina menatap Syafira dengan heran.
Lantas membuat Syafira menghentikan langkahnya dengan Renata yang ikut menghentikan langkahnya,"eh? Engak kok! Gw gapapa hhe"Kata Syafira mengelak,(Gw harus mengalihi pembicaraan)"Kata Syafira, "Eh gays gimana kalo kita nginep di rumah Tania?"Kata Syafira mengelak.
Membuat Renata yang langsung senang dan pokus dengan pembicaraan trs langsung mengatakan setuju, "Setuju!,Bener banget kita udh lama gak mek'up" and gitu trs nanti nonton drama Korea lagi (menepuk tangan kesenangan) iyh gak gays sekalian lah gw bosen dirumah, gw harap Lo juga ikut kan Vin"Omongan bawel Renata membuat Vina yang gabisa menolak ajakan Syafira dan akhirnya berhenti menanyai soal yang tadi "emmm iyh²"jawab Vina lemas.
"Oke kalau gitu kita langsung siap² Gassss"Kata Renata semangat kegirangan.
Saat di kamar ibunya Syafira.
Karena rasa penasaran yang menghantui Syafira,Syafira memutuskan untuk bertanya langsung kepada ibunya.
"Emmm mah? Btw tadi Syafira lihat mobil mamah lecet karena apa yah?"Tanya Syafira.
Ibunya Syafira yang sedang dandan di depan cermin reflek dan kaget dengan pertanyaan Syafira yang langsung keluar dari mulutnya hingga ibunya Syafira menhentikan mek'up nya dan berjalan ke arah Syafira
"Emang kenapa sih sayang?Kamu kok tiba tiba nanya gitu?"Tanya ibu Syafira kepada Syafira, Karena kaget dan takut kalo Syafira tau bahwa ia sudah menabrak orang di jalan saat dia menuju ke rumah "(Kenapa Syafira menanyakan hal itu yah?)"Rasa ketakutan ibunya Syafira tertangkap jelas oleh Syafira.
"Mamah kok kaya orang ketakutan gitu?" Tanya Syafira memperfokus menatap ibunya, Membuat ibunya susah mengelak untuk mengalihi topik lain dan memutuskan untuk berbohong.
Bersambung
Episode selanjutnya
"Saya minta tolong Carikan bayi bergolongan B-" memang B- Golongan yang langkah memang susah di temukan.
"Iyh baik jika ada seorang ibu yang melahirkan anak golongan B- saya akan hubungi bapak" Kata Bu Maya. "Bagus karena 100 juta menanti kamu" Kata sosok lelaki yang menelpon Bu Maya, karena perkataan sosok lelaki itu membuat Bu Maya buta harta.
...(Penyelidikan Bu Nela)...
__ADS_1