
Episode Sebelumnya
Lalu akhirnya Vina dan Erika sampai di pembatasan desa.
"Kami permisi dulu yah Jem?" Ucap Erika.
"Eh, Iyah. Kalian hati hati yah?" Usai Jemy.
"Iyah" Jawab Erika. Sedangkan Vina tetap saja melamun memikirkan semuanya.
Lalu Vina dan Erika pun pergi. Jemy langsung kembali ke dalam desa dan menghampiri kerumunan.
"Astagfirullah ternyata ada orang yang tersesat lagi" Ucap Jemy melihat Tania.
"Pie Jamy. Sampean ngurus wanita iki kanthi apik, Yen kita wis omah omah. Lan kita wedi yen garwane mikir kaya gono. Apamaneh ing omahmu ana Mak Romlah (Iyah Jemy. Kamu rawat wanita ini dengan baik, Kalo kita kan sudah menikah. Nanti istri kita mikir macam macam. Apalagi di rumahmu ada Mak Romlah)" Usai lelaki yang menolong Tania di danau.
"Ya mengko aku bakal nggawawong wadon iki menyang omahku. Banjur aku njaluk ngapura (Yasudah saya akan bawa wanita ini kerumah saya. Kalau begitu saya permisi dulu)" Ujar Jemy yang langsung membawa Tania ke rumahnya.
Vina terus saja memikirkan tentang kerumunan orang orang desa itu. Dia terus saja merasa bahwa orang orang berkerumun itu ada sangkut pautnya dengan dia. Dengan lamunan di setiap jalan tentu saja membuat Erika bingung dan heran.
"Vin? Kamu kenapa sih? Ada masalah? Apa soal cincin itu?" Mendengar ucapan Erika apa lagi tentang cincin membuat Vina makin murung dan pusing. Soal cincin persahabatan itu yah mungkin saja memang pertanda tentang persahabatan mereka.
"En... Enggak kok Rik, mungkin aku pusing aja karena semalam kurang nyenyak.
"Hemmmm, Yasudah. Tapi kita harus cari cara untuk menyelamatkan Windi sama yang lain" Usai Erika.
"Hemmm sepertinya kita harus cari orang lain yang berkendara untuk bisa mengantar kita ke polisi"
"Tapi apa kamu yakin Vin? Enggak mungkin lah ada orang berkendara di hutan...."
"Yaampun Erika. Maksudku bukan gitu, kita cari jalan raya dan menunggu orang berkendara, gitu." Penjelasan Vina.
"Oalah yoes lah! Hahahaha" Ejek Erika yang sok bisa bahasa Jawa.
"Yahahahahahah! Kamu tuh, sok bisa bahasa Jawa tau gak!" Balas Vina.
"Yah gapapa, siapa tau kita bisa belajar dari mereka hahahaha"
"Pusing Rik. Gak bisa satu hari YAHAHAHAHHAHA"
__ADS_1
Akhirnya Erika dan Vina memiliki candaan yang bisa membuat mereka tertawa. Namun tetap saja mereka masih merangkul beban.
Termasuk Tania. Dia yang akhirnya bisa sadar dari pingsannya malam hari. Namun saat Tania sadar dari pingsannya.
"Eh..... Aku dimana?" Ucap Tania yang sadar dari pingsannya.
"Untunglah kamu sadar" Usai Jemy.
"Eh? Kamu siapa yah?" Tanya Tania yang pusing dengan memegang kepalanya.
"Kamu sama warga di temui di danau, apa kamu ingat sesuatu?" Tanya Jemy.
"Eh.... Sepertinya... AW" Jeritan Tania yang kepalanya sangat sakit. Entah kenapa ingatan Taniga blur dan memerah seakan akan ingatan Tania tidak membiarkan Tania mengingat sesuatu.
"Eeeee kamu jangan paksain ingat sesuatu dulu yah. Karena kata nenek aku karena kepala kamu terbentur benda benda saat kamu masuk ke danau membuat ingatan kamu blur" Usai Jemy yang berdiri dan membantu Tania untuk berbaring lagi.
"Hah? Ingatan aku blur? (Itu berarti aku tidak bisa ingat apa apa?)" Batin ketakutan Tania.
"Tapi sepertinya kamu kesini bersama teman teman kamu deh, Kamu kesini sama dua wanita gitu. Kalau kamu gak ingat ya udah gak apa apa. Tapi aku yakin kamu tinggal di Jakarta" Ucap Jemy yang berfikir Tania tinggal di Jakarta dan berteman dengan Vina serta Erika.
"Hah? (Aku kesini sama teman? Tapi kenapa aku gak bisa ingat apa apa yah?)* Usai pusing dan bingungnya.
"Kakak mohon kalian lebih baik pulang ke rumah masing masing. Biar pencarian ini kami yang urus" Ucap kak Riko.
"Tapi kak? Syafira gak mau pulang sebelum Syafira ketemu dengan Tania. Titik" Jawab Syafira.
"Kakak tau kamu khawatir sama teman kamu. Tapi lebih baik kamu pulang dan doain yang terbaik buat dia" Saran kak Riko.
"Hemmmm" Syafira memutuskan diam dan menurut. Lalu semuanya berkemas untuk pulang. Hingga akhirnya mereka berada di dalam bis. Renata yang terlihat terus saja memperhatikan Syafira karena merasa bersalah. Dan Renata berjalan dan duduk di kursi sebelah Syafira.
"Maaf.... Sepertinya kamu salah kursi deh" Ucap sombongnya.
"Fir. Aku minta maaf sama kamu....." Jawab menyesal Renata.
"Kamu gak perlu minta maaf ke aku yah? Kamu itu seharusnya minta maaf sama Tania! Yang entah sekarang berada di mana" Bentak Syafira mengejutkan Renata.
"E, Aku gatau harus gimana lagi ke kamu Fir. Kalau nanti Syafira sudah ketemu, aku bakal minta maaf ke dia kok"
"IYAH..." Bentaknya mengagetkan dan menghentikan Renata bicara.
__ADS_1
"Tapi sampai seketika. Tania belum ketemu"
"Aku minta maaf Syafira.... Aku bener bener gak ada niatan...." Penyesalannya terlambat karena ia sudah membuat Tania menghilang.
"Udah Ren! Udah aku bilang kan? Aku gak mau berteman lagi sama kamu" Lintangnya. Hal itu membuat Renata sedih dan bingung. Mungkin setelah ini kalau Tania dan Vina sudah kembali dia akan di campakan.
Dan keesokan harinya.
Akhirnya Vina dan Erika bangun dari tidurnya di bawah pohon.
"Kita harus jalan lagi Vin. Aku yakin kita dekat dengan jalan raya..."
Nyeng....
Erika langsung berhenti bicara dan mendengar ada kendaraan berjalan.
"Vin..... Kamu dengar kan apa yang aku dengar?" Ucap senang Erika.
"Suara ribut kendaraan kan?" Jawab biasa biasa aja dari Vina.
"Vin....." Lalu sontak Erika dan Vina berpelukan karena saking senangnya dan berjalan lalu pergi mendekati suara itu. Lalu tetap saja susah. Karena itu adalah jalan tol dimana pada mobil tidak bisa seenaknya berhenti. Memang sangat banyak mobil yang berkendara. Namun tetap saja mereka tidak ingin berhenti dan Erika ataupun Vina takut untuk menghentikan perkendaraan itu.
Tapi Vina memutuskan untuk mencoba dan melangkah pelan ke tengah jalan namun saat melangkah ia memundurkan langkah karena takut.
"Rik.... Kamu aja yah" Ucap Vina takut.
"Kamu aja deh Vin, aku masih sayang sama nyawa aku. Hehe" Jawab Erika.
"Yaudah Kita bersama aja yah?" Unsur Vina.
"Yaudah deh Iyah" Jawab pasrah Erika. Dan akhirnya Vina dan Erika melangkah ke tengah jalan saat sepi. Namun mobil mewah berwarna biru melintas dengan cepat dan membuat supir itu Erika dan Vina kaget.
Bersambung
Episode Selanjutnya
Namun Jemy akhirnya melihat cincin Vina yang terjatuh. Dan terlihat sudah cincin itu mirip dengan cincin yang sedang ada di tangan Tania.
"Ini cincin, mirip persis dengan cincin yang aku lihat di tangan Eneng. Itu berarti Wanita bernama Vina itu memang berteman dengan Eneng" Ucapnya semakin yakin dengan pikirannya.
__ADS_1
...(Cincin persahabatan)...