Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Ketakutan Vina


__ADS_3

*Episode Sebelumnya


Vina yang baru sampai dan berada di halaman depan sekolah melihat Bu Siska yang sedang mengakhiri telpon.


"Bu? Tadi siapa yang Telpon yah Bu?"tanya Vina


"Emmmm maaf Bu bukan maksud saya kepo nih yah tapi saya dengar ini ada campur bautnya sama Diana yah?"


"Emmm iyh Vina tadi ibu dapat telpon dari orang tuanya Diana kalo Diana sedang di rumah sakit"Jawab Bu Siska.


"(Hhuuuf jadi Diana udh ditolong,bagus lah dan gw harus tenang karena ini semua bukan salah gw)"suara dalam hari Vina.


"Kalo begitu kamu mau ikut ibu buat menjenguk Diana nanti sepulang sekolah?"


"Eeeee (gimana nih gw takut kalo Diana ngeliat gw dia bongkar semuanya tapi kalo gak gimana kalo Diana mati Yaampun gw pasti akan terlibat tentang kasus ini)"Vina terlihat panik membuat Bu Siska bertanya"


"(Kalo gw menjenguk Diana nanti gimana kalo diana inget gw?)" Ucap Vina ketakutan*


"Vina Hay kamu kemana kok keliatan agak pucet gitu kamu sakit?" Tanya Bu Siska.


"Eh enggak Bu kalo begitu aku ikut untuk menjenguk Diana emmm aku ke kelas dulu yah daaaa"


Vina langsung pergi.


"Dia kenapa yah kok tadi kelihatanya seperti ketakutan"Kata Bu Siska.


Lalu saat Vina memasuki kelas...


"Vina hey"teriak Syafira sambil melambaikan tangan.


"Sini" kata Syafira.


"Eh iyh iyh"


Vina menghampiri Syafira Dan Renata.


"Eh Vina Lo tega banget ninggalin kita berdua kemarin"Kata Renata.


"Iyh nih tau tiba tiba hilang, kemana aja si Lo?"Tanya Syafira.


"Iyh maap gw kemarin ada urusan mendadak."Kata Vina.


Tiba tiba Denis datang menghampiri mereka.


"Eh kalian tau gak ada berita menghebohkan"kata Denis.


"Berita apaan nih jangan membuat kita penasaran tapi ternyata cerita nya yang garing lagi"jawab Renata.


"Gak dong kalo sekarang 2 rius deh"


"Yaudh cepetan bilang"Kata Syafira.


"Jadi katanya kalo si Diana kecelakaan Hinga masuk rumah sakit jiwa"Kata Denis.


"(Hah? Denis tau dari mana? Kok gw gatau yah kalo Diana ketabrak separah itu sampe masuk rumah sakit jiwa)"seketika ketenangan Vina hancur oleh Denis.


Karena muka Vina yang kaget dicampur ketakutan membuat Syafira Renata dan Denis curiga.


"Lu kenapa Vin?"tanya Denis.


"Hah? Gak kok emang gw kenapa gpp kok"Jawab Vina.


"Tau nih Vin Lo kaya orang yang habis nyelakain orang tau gak" Kata Renata.


"(Kenapa Renata bilang gitu? Apa dia tau sesuatu?)"Suara dalam hati Vina.


"Emmm apaan sih eh iyh den emang bener yah Diana sampe masuk rumah sakit jiwa?"Tanya Vina.

__ADS_1


"Yang gw denger sih gitu soalnya sih dia kaya kegeleng mobil gitu"Jawab Denis.


"Emmmm gw ke toilet dulu yah"Kata Vina sambil berjalan menuju toilet.


saat Vina memasuki toilet Vina menutup pintu dengan keburu buru dan tegang melihat dirinya di cermin.


"Gw harus tenang"Kata Vina dengan tegang.


"Diana kecelakaan bukan seratus persen kesalahan gw"


"Tapi gimana kalo nanti Diana bilang ke polisi kalo gw yang dorong dia sampe dia kecelakaan"Kata Vina sambil berjalan Mundar mandir.


"Gw harus jenguk Diana biar orang lain gak curiga ke gw"


Vina menenangkan diri dan pergi ke kelas.


Namun saat di rumah sakit Ibu Tania terus menatap Tania dengan muka penuh kesedihan.


"Tania kenapa kamu bisa begini, Padahal ibu lihat kamu ceria banget setiap harinya" Kata ibu Tania sambil menghelus pipi Tania.


"Ibu gak tau apa yang bisa ibu lakukan untuk kamu Tania"


"Ibu pingin sekali bisa terus melihat kamu ceria"


"Tania lihat ini kalung yang kamu pernah bilang ingin memilikinya"


"Ibu sengaja tidak membelikan kamu pada saat itu"


Bayangan ibunya Tania....


"Mah lihat deh ini kalung nya lucu banget yah mih warna kuning warna yang melambangkan keceriaan"Tania menunjuk kalung itu dengan wajah senyum yang manis.


"Iyh sayang ibu janji ketika nanti ibu punya cukup uang ibu akan membelikan kamu kalung itu"Jawab ibu Tania sambil menghelus rambut Tania.


"Janji"Kata Tania sambil memberikan kelingking tangan kepada ibunya.


Kembali ke masa sekarang....


"(Menarik napas panjang)Ibu sengaja ingin membelikan kamu kalung ini di hari ulang tahun kamu sayang"


"Tapi sayang nya kmu belum sempat membuka kado dari ibu"


"(Muka sedih)"


Sepulang sekolah....


"Emmm Van Lo mau ikut gak?Kita mau jenguk Diana"Tanya syafira.


"Emmm iyh gw ikut"jawab Vina


"Nah gitu dong yudh yok pake mobil gw aja"Kata Syafira.


Saat di jalan menuju rumah sakit jiwa...


"Emmm Vin Lo dari tadi kenapa sih?Kaya tegang gitu"tanya Renata.


"Eh enggak kok gw cuma sedikit gak enak badan aja"jawab Vina.


"Vin? Lo sakit?"Tanya Syafira yang sedang nyetir mobil.


"Eh enggak kok enggak tenang aja entar juga kalo banyak di gerakin udh sembuh"Jawab Vina.


"Kalo Lo sakit mending Lo istirahat aja deh di rumah gw Anter aja yah ke rumah Lo"Kata Syafira.


"Eh enggak gw mau jenguk Diana mending Lo fokus aja ke jalan gw baik baik aja kok"Kata Vina.


"Yudh yudh deh fir mending Lo pokus aja ke jalan nanti nabrak kita juga yang repot"Kata Renata.

__ADS_1


"Emmmm bener tuh"kata Vina.


"Iyh iyh"


Renata dan yang lainpun sampai di sebuah rumah sakit dan mencari tempat parkir.


"Serius loh disini serem banget deh"Kata Renata.


"Yah kata Denis sih disini"Kata Syafira.


"Yudh yudh yu masuk aja deh"kata Vina.


Mereka semua memutuskan untuk langsung menemui Diana.


Banyak yang berteriak teriak atau berdebat seperti RSJ pada umunya.


"Yaampun berisik banget deh"kata Renata.


"Ish Udh ahk kita tanya suster disini aja siapa tau susternya tau dimana Diana"kata Vina.


Akhirnya Vina melihat suster yang sedang berjalan.


"Eh sus,suster tau gak pasien yang bernama Diana sekarang sedang berada dimana yah?"tanya Vina.


"Maap nama kepanjangannya apa yah?"kata suster.


"Eh Diana putrika sari dok kalo gak salah dia baru saja masuk ke sini" jawab Renata yang sedang ketakutan dan mengandeng erat tangan Syafira.


"Oh Diana sepertinya terakhir saya liat sedang berada di halaman depan"jawab suster.


"Terimakasih sus kalo begitu kita permisi"Kata Vina.


"Tunggu sebaiknya kalian jaga sikap dan jangan membuat pasien berteriak karena jika satu pasien berteriak maka semua pasien ikut berteriak dan jangan kasih gerakan dadakan"Kata suster.


"Baik sus"Jawab Vina dan Renata.


Saat di harapkan belakang...


"Yaampun jangan berteriak padahal udh dari tadi banyak pasien yang berteriak teriak ish berisik banget deh yudh ahk cepet kita cek keadaan Diana lalu langsung pulang,gw gamau lama" disini gak betah tau gak"Kata Renata.


"Yaampun Renata dari tadi Lo ngomong Mulu namanya juga rumah sakit jiwa makanya dari sebelum datang aja bilang kalo Lo itu gak mau ikut"Kata Syafira.


"Yah kan gw gatau kalo rumah sakit jiwa itu berisik nya lebih dari anak kecil lagi ngerayain pesta ulang tahun"Kata Renata.


"Udh udh"kata Vina.


"Tuh Diana yudh yu kita langsung kesana"Kata Renata yang bener bener ingin cepat pulang.


Akhirnya mereka sampai di deket Diana.


"Diana"Kata Vina sambil Engan menyentuh pundak Diana.


Bersambung


episode selanjutnya


"GAK ENGAK AKU GAMAU KETEMU KALIAN"Teriakan Diana.


Vina Renata dan Syafira yang ketakutan melihat Diana.


Di rumah vina yang sedang ketakutan..


"(Ini gimana gw harus cari cara biar Diana bisa tutup mulut kalo misalnya dia sembuh dari stres nya)"Kata Vina.


2 Bulan kemudian


"Temen temen"Tania yang tiba tiba muncul di depan Vina Renata dan nyafira.

__ADS_1


...(Bangunya Tania dari koma)...


__ADS_2