
Episode sebelumnya
Vina yang menghentikan langkah Tania.
"Tania" menhentikan langkah Tania.
Tania yang melihat ke belakang dan menyadari bahwa itu adalah Vina.
"Iyah Vin?" Tanyanya dengan sedih.
"Tania gw bener bener gak berniat untuk diam saja saat Lo di injek injek sama Renata" ucapnya.
"Iyh Vin lagian gw ngerti kok kalo Lo gak bisa melakukan apapun saat itu" Jawabnya.
"Tania! Tapi Renata udh bener bener keterlaluan" ucapnya.
"Vinaa Lo percaya kan kalo gw gak mendorong Syafira?"
"Iyah Tania gw percaya Seratus persen sama Lo" jawabnya.
"(Karena gw lah yang membuat Syafira jatuh dari balkon Tania)" ucapnya.
"Makasih Vina! loh udh percaya sama gw"
"Iyh Tania"
Tania pun memeluk Vina.
(Kenapa gw gak bisa benci sama Lo Tania! Apa karena Lo memiliki hati seperti bidadari?) Ucapnya.
Tania pun melepaskan pelukannya.
"Vinaaa sekali lagi aku bener bener makasih banyak sama kamu karena kamu mau percaya sama aku" Ucapnya dengan memegang kedua tangan Vina.
"Iyh Taniaaaaa" Jawabnya.
Vina yang luluh oleh Tania....
...
Bu Maya yang sudah ada di rumah sakit.
Sedangkan Bu Sari yang pergi untuk metting.
"Aduh kenapa aku kebelet pipis sih?" Bu Maya pun pergi ke toilet sebentar.
Saat ia sudah ke toilet ia pun balik lagi menuju ruangan Syafira.
Tapi saat di perjalanan.
Bu Maya melihat Pak Rangga.
"Itu Rangga kan?" Ucapnya.
Dan menghampirinya.
"Rangga?" Ucapnya.
Pak Rangga pun terkejut
"Maya?" Ucapnya kaget.
"Kamu ngapain disini?" Tanyanya.
"Eeee? Ada keluarga sepupu atau teman kamu yang sakit?" Tanyanya.
"Emmmmm jadi gini kemarin malem saat perjalanan pulang ngeliat ada orang berbaring di jalan, Karena aku takut dia kenapa Napa jadi aku bawa saja kesini gak masalah kan?" Penjelasanya.
"(Ternyata Rangga gak berubah)" ucapnya sambil memberikan senyuman tipis.
"Hey?" Ucapnya melambaikan tangan ke depan muka Bu Maya.
"Eh? Iyh? Eh aku gapapa kok ngga" Ucapnya gugup.
"Kamu ngeliatin aku segitunya" Godanya.
"Eh? Apaan si kamu!" Ucapnya.
"Emmm yudh kamu sendiri ngapain disini?" Tanya baliknya.
"Oh iyh ada anak teman aku nah dia kecelakaan dan temen aku minta aku jagain gitu" Jawabnya.
"Ooh"
"Yudh kalau begitu gimana kalo kita makan dulu? Lagian aku belum makan pagi!" Ucap Pak Rangga.
"Yudh yu!" Jawab Bu Maya.
pak Rangga dan Bu Maya pun pergi ke kantin.
Sesampainya di kantin...
pak Rangga dan Bu Maya duduk di bangku kantin yang ramai.
"Emmm kamu mau makan apa? Biar aku yang pesanin" Tawar Pak Rangga.
"Eh aku mau nasi goreng aja yah nga jangan lupa gak pake bawang yah!" Jawabnya.
"Oh Okey"
#Maaf yah gays karena aku belum pernah ke kantin rumah sakit jadi emmm siapa tau di kantin rumah sakit ada nasi goreng:) jadi kalo misalnya gaada aku minta maap yah Gays.
Pak Rangga dan Bu Maya pun memakan makanan pesanannya.
Bu Maya yang terlintas memikirkan tentang masalah Bu Nela.
"Emmmm Rangga kamu ingat gak si sama pasien yang pernah lahiran 18 tahun yang lalu?"
"Emmm yang mana yah may? Karena kan udh lama juga?" Tanya nya.
"Emmmm yang sebelum gempa waktu itu?"
__ADS_1
"Oh iyh iyh aku inget! Emang kenapa may?"
"Emmm Waktu itu aku nukerin bayi orang ngga"
Omongan Bu Maya membuat Pak Rangga tersedak.
"Hug" Sedakan Pak Rangga.
"Eh nga? Kamu kenapa! Nih minum minum!"
Pak Rangga pun menerima minuman Bu Maya dan meminumnya
"Eee kamu kenapa sih nga?" Tanyanya.
"Emmm? Aku gapapa kok!"
"Mmmmm btw may? Soal itu kamu seriusan?"
"Kenapa bisa?" Tanya seriusnya.
"Emmm waktu itu bayi nya memiliki golongan B- dan aku disuruh untuk mencari bayi bergolongan B-" Jawabnya.
"Apa? Kamu menukarkan bayi itu demi uang?" Tanya kagetnya.
"Eh Rangga! Aku bener bener gak bermaksud!" Ucap khawatirnya.
"Emmm? Iyh deh iyh! Tapi kamu bahas ini atas dasar apa?" Tanya serius Pak Rangga.
"Emmm jadi aku udah janji sama ibu yang aku tuker bayi nya untuk mencari bayi nya"
"Terus udah ada hasil?"
"Dia belum ngasih kabar sih! Tapi aku sudah memberi dia alamat nya dan seharusnya dia udah bertemu sama orang tuanya sih" Ucapnya.
"Owh Okey"
"Emmm kalo kamu perlu bantuan aku, aku siap bantu kok may" Ucap ramah Pak Rangga.
"Iyh Rangga nanti aku kabari kamu kalo aku perlu bantuan kamu"
...
Merekapun Menghabiskan makanya dan kembali ke ruangan mereka.
Tania dan Vina yang pergi ke kantin.
Kantin yang berisik dan penuh.
"Nah Tania liat!" Ucap Vina sambil menunjuk meja kosong.
"Itu ada tempat yang kosong! Kita duduk di sana aja yu!"
"Emmmm yudh yu!" Jawab Tania.
Dan merekapun duduk.
"Kamu mau pesan apa Tania?" Tanya Vina.
"Eh iyh aku mau mie ayam nih!" Jawabnya.
"Okeh"
Gak lama kemudian Renata yang melihat Tania pun menghampirinya.
"Emang yah pada dasarnya penjahat itu jago menghasut orang!" Ejek Renata.
"Lo ngomong apa sih Renata!" Ucap lemas Tania.
"Maksud gw, Lo kasih hasutan apa ke Vina sampe dia masih mau berteman sama Lo!" Ucapnya dengan suara keras.
Membuat semoga yang ada di sekitarnya memperhatikannyan.
"Gw gak ngehasut apapun ke Vina! Karena dia percaya sama aku kalo aku gak mendorong Syafira!" Ucap lemasnya.
"Loh gaush sok polos yah Tania! Karena hati loh yang busuk!"
Vina yang memperhatikan Renata kehilangan kesabaranya.
Dan menghampiri Tania dan Renata.
"Byuuur"
Vina yang menumpahi air minum ke muka Renata.
"Vinaaa! Lo apaan sih? Liat gw jadi basah!" Ucap keselnya.
"Udh yah Renata! Lo gak berhak terus menerus menginjak injak Tania!" Belanya.
"Vinaaa!" Ucap marahnya.
Renata yang menatap tajam Tania.
"Heh bener kok apa yang di katakan Tania!"
"Karena apa! Karena seorang teman akan terus mempercayai dan selalu ada didekatnya meskipun ia melakukan kesalahan yang sangat besar sekalipun!" Kata bijaknya.
"Iiiii!"
Renata yang kehabisan kata memutuskan untuk pergi dari situ.
Tania yang sedih melihat perubahan Renata.
"Tania, kamu gaush terlalu memikirkan Renata! Lagian dia memang gitu orangnya!"
"Emmm iyh Vin!" Ucapnya berusaha tegar.
Vina pun kembali ke tempat tadi ia berada untuk melanjutkan antriannya dan memakan makanan pesanannya bersama Tania.
Saat di kelas...
"Blukkkk"
__ADS_1
Membanting tangan ke meja.
Suaranya yang keras membuat orang yang memang sedang sedikit melirik ke arahnya dengan heran.
"(Ihk! Vina bener bener keterlaluan yah!)"
"(Bisa bisanya dia berada di pihak Tania!)"
"(Ihk)"
Kesalnya.
(Aku harus buat Vina membenci Tania!)"
...
Sesudah makan Pak Rangga dan Bu Maya pun pergi menuju ruangan Syafira dan Bu Nela.
"Emmmm nga makasih yah kamu udh mau Ngajak aku makan" ucapnya.
"Iyh may sanss aja!" Ucapnya manis.
"Emmm kalo gitu aku langsung pergi ke ruangan anak teman aku yah"
"Iyh silahkan"
"Okeh"
Saat Bu Maya hendak pergi ia sempat melihat di kaca yang kurang jelas bahwa di dalamnya terlihat seperti Bu Nela.
"(Itu kan Bu Nela?)" Ucapnya dalam hati.
"(Ahk Engak engak! Lagian kan disini kurang jelas juga!)"
"(Mungkin cuma mirip aja?)" Ucapnya.
Dengan pikiran ia yang kemana kemana Bu Maya pun memutuskan untuk membuang pikirannya dan pergi ke ruangan Syafira.
>Ruangan Syafira<
Bu Maya pun masuk dan duduk di kursi dekat ranjang tidur Syafira.
"(Yang tadi beneran Bu Nela bukan sih?)" Ucapnya penasaran.
"(Atau cuma perasaanku saja?)"
"(Tapi kenapa perasaanku gak enak?)"
Pikiran Bu Maya yang berantakan mengkhawatirkan Bu Nela.
...
Sepulang sekolah.
Tania dan Vina yang mau pulang ke sekolah.
"Tania? Kamu mau jenguk Syafira?" Tanyanya.
"Emmm tapi Vin?" Jawabnya ragu.
"Udh percaya sama gw, semua akan kembali normal! Kalo Lo menceritakan yang sebenernya!" Ucapnya.
Renata yang tiba tiba datang.
"Yah gak bisa gitu lah Vina! Mana ada pembunuh menjenguk orang yang udh dia hampir bunuh! Yang ada dia ketakutan melihat orang yang hampir dia bunuh!" Ucap sindirannya dengan menatap sinis Tania.
Membuat Tania tersinggung.
"Heh? Binyul Lo bener bener keterlaluan yah!"
"Emang bener kan yang gw katain? Kalo pembunuh itu gak mungkin menjenguk orang yang udh hampir dia bunuh" jawabnya.
"Ihk! Udh deh Renata Lo mending pergi aja!" Ucap kesan Vina.
"Yah serah deh! Palingan juga Tania di usir sama Tante Sari!" Ucapnya dengan menatap tajam Tania dan pergi dari hadapannya.
"Ishk!" Kesal Vina.
"Udh yah Tania Lo gak usah dengerin ucapan orang yang gaada ahlak kaya dia!" Ucap Vina.
"Emmm iyh Vin" jawab lemasnya.
"Ish Udh ahk kita langsung aja ke rumah sakit yuk!" Ucap Vina.
"Emmm tapi Vin!"
"Udh Tania Lo gak boleh nolak! Pokonya Lo ikut gw!" Ucap memotong omongan Tania.
Tania yang pasrah dengan Vina yang membawanya menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit.
Tania yang melihat sudah ada Bu Sari Bu Maya dan Renata.
Dan Renata melihat ke arah Tania.
"Eh Tante ternyata masih ada yah pembunuh! Menjenguk orang yang udh ia bunuh" ucap sinis Renata.
Tania yang merasa tersinggung oleh Renata.
Bersambung
Episode selanjutnya
"Tania loh gak boleh terus aja diam ketika loh di injak injak kaya gini!" Ucap Vina.
"Tapi Vin!"
"Udh Tania loh gak boleh terus aja diem! Lo itu gak salah!" Ucap Vina memotong omongan Tania.
"Karena gw...." Ucap keceplosan nya.
__ADS_1
"Gw? Gw apa Vin?" Ucap bingung Tania.
...(Sadarnya Syafira)...