Menikah Dengan Paman Tampan

Menikah Dengan Paman Tampan
Niat Syafira


__ADS_3

Episode sebelumnya


"oh, emmm Syafira? Lo gapapa kan?" tanya Vina.


"hah? gw kenapa emangnya?" jawab gugup Syafira.


"yah Engak, karena kan Lo sedang di stir oleh Renata, yah gw cuma kasian aja sama Lo! lagian gw yakin kok, kalo Tania gak sama sekali mendorong Lo"


"hemmm iyh Vina, lagian gw juga merasa kalo gw itu jatuh karena lantai yang licin"


ucap Syafira yang membuat Vina tegang.


"(aduh, gimana nih? jadi Syafira sadar, bahwa dia jatuh karena lantai?)" ucap tegang Vina.


"Vin?Lo kenapa?" ucap Syafira yang menyadari bahwa Vina sedang ketakutan.


"eh? enggak kok!" ngelas Vina.


"(aduh gw sampe lupa sama apa yang udh gw lakukan, Dan gw yakin Renata jahat sama Tania karena dia berfikir bahwa Tania lah yang menyebabkan Syafira jatuh)" ucapnya.


"emmmm?( Gw yakin banget kalo Vina lagi memikirkan sesuatu, Tapi apa?" ucap Syafira menatap heran Vina.


"Hemmm yaudh kalo gitu aku mau pergi mencari petugas camp untuk menanyakan apa Tania sudah ketemu atau belum" ucap Vina.


"eh iyh" jawab Syafira.


Vina pun pergi meninggalkan Syafira untuk mencari petugas camp.


Akhirnya Vina bertemu dengan petugas camp.


"hai kak" sapa Vina.


"eh iyh iyh!" ucap petugas camp sambil memalingkan pandangan kepada Vina.


"emmmm kak? apa Tania sudah ketemu?" tanya Vina.


"oh? saya dan yang lain sedang mencari keberadaan Tania" jawab petugas camp.


"Tapi kak? apa gak sebaiknya kita kabari orang tua Tania?" ucap salah satu siswa.


"Iyh kak?" ucap balasan siswa lain.


"hemmm? (tapi pak Dimas pasti akan terkejut bila mendengar Tania hilang)" ucap Vina.


"(tapi gapapa sih, ini malah bisa membuat pak Dimas kemungkinan besar serangan jantung)" Ucap Vina dengan muka jahat.


"emmmm baik lah, karena ini sudah semalam dan apalagi ini di hutan saya akan kabari pak Dimas ayahnya Tania" ucap kak Riko.


"kak! biar saya aja yang memberitahu pak Dimas" ucap vina.


"oh iyh boleh! lagian kamu sahabatnya Tania" Ucap kak Riko.


"baik kak"


Vina dengan semangat pergi dari tempatnya untuk menelpon ayahnya Tania.


"(dengan pak Dimas tau kalo Tania hilang di hutan, gw yakin pasti ia akan serangan jantung)" Ucap jahat Vina.


" Tut...tut.tut..."


sebelum itu.

__ADS_1


pak Dimas yang sedang berada di kantor di ganggu oleh seseorang yang mengetuk pintu.


"Tok tok tok"


Ketukan pintu.


"masuk" ucap pak Dimas.


lalu seorang wanita cantik datang.


dan ia tidak asing bagi pak Dimas.


karena ia adalah Bu sari.


"ada apa kamu kemari?" tanya pak Dimas.


"selamat siang pak Dimas" ucap lembut Bu Siska.


"Thu the point aja sari, ada apa kamu kemari" tanya pak Dimas.


"saya hanya ingin memberikan makan siang buat bapak" jawab sari.


sari pun menghampiri pak Dimas dan kenaruh makanannya di meja pak Dimas.


"kamu kelihatan lelah sekali mas" ucap Bu sari sambil mengelap elus keringat di muka pak Dimas.


"udh cukup sari!" ucap pak Dimas menjauhkan sari darinya.


"ada apa sih mas?" tanyanya.


"niat aku baik loh! aku membawakan makan siang untuk kamu" ucapnya.


"tapi mas...." ucap Bu sari terpotong dengan telpon masuk dari hp pak Dimas.


dan yang menelpon tidak lain adalah Vina.


"Halo?" tanya pak Dimas.


"halo pak Dimas, saya Vina teman Tania" ucap Vina.


"oh iyh iyh kamu Vina kan? yang suka berempat itu sama siapa itu! oh iyh Renata dan Syafira!" ucap Dimas.


"(Syafira? oh iyh apa syafira anaku?)" Ucap heran Bu sari.


"(dan Renata, berarti teman anaku tidak lain adalah teman anak pak Dimas juga?)" ucapnya.


"(Kenapa Syafira tidak bilang tentang ini!)"


"(anak itu bener bener!)"


"(aku akan omongin hal ini sepulang dia camp)"


"iyh om! Jadi Vina menelpon om, untuk memberitahukan bahwa Tania dari kemarin malem hilang dan gaada di tempat camp" Ucap Engan Vina.


"APAA?!" Ucap kaget pak Dimas.


"Kenapa bisa?"


"Bukanya seharusnya Tania ada di sana?" tanya nya cemas.


"Kenapa bisa hilang?"

__ADS_1


"Seharusnya kamu stanbay dekat Tania dong!"


entah berapa cemasnya pak Dimas, yah sama ratanya seperti seorang ayah yang baru mengetahui anak gadis satu satunya hilang.


"iyh maaf om, tapi sama petugas petugas camp disini sedang mencari keberadaan Tania kkj om!" ucapnya sedikit takut.


"Pokonya saya akan suruh anak buah anak buah saya untuk mencari Tania, dan jika sampe Tania belum ketemu ketemu juga! saya akan laporkan petugas camp dan sekalian para guru yang mengadakan camp itu masuk penjara, ngerti!" ucapnya.


"Eh? iyh om! Vina ada urusan nih om! jadi Vina tutup Telponya yah om! daaaah!" ucap Vina ketakutan dan langsung menutup telponnya.


"AHG!" Ucap kesel pak Dimas.


dan dengan gesat pak Dimas menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Tania.


sedangkan Bu sari yang terus menunggu pak Dimas selesai akan kerjaannya.


"Ish!" Kesal vina.


"iyh sih! khawatir sih khawatir tapi gaush pake marah marah sama anak orang juga kali!" ucap kesel Vina.


"dari pada marah marah gajelas gitu! gak sekalian aja kek struk! atau serangan jantung! atau gak! langsung aja tuh meninggal!" ucap Vina.


"ish! ngeselin banget sih!" ucap Vina.


Syafira yang kelihatanya kebingungan berjalan tanpa tujuan.


Tak lama Renata yang melihat Syafira, dan menghampirinya.


"Fir?" Ucap Renata sambil menepuk dada Syafira.


"eh!" ucap kaget Syafira.


"loh kenapa sih Syafira?" tanya Renata.


"emmmm?" Syafira yang terdiam dan melamunkan sesuatu.


"Gw gabisa menutupi ini semua dari Vina!" ucap Syafira.


"maksud Lo apa Syafira!" ucap Renata.


"gw harus kasih tau Vina atas semua yang terjadi sama Tania!" ucap Syafira yang tidak sengaja di dengar oleh Rendy yang sedang berjalan tak jauh dari situ.


"Apa maksud Lo syafira! oh, jadi Lo lupa sama semua pembelaan yang gw lakukan untuk Lo?"


"bukan gitu Renata! tapi gw emang bener bener takut kalo Tania gak mendorong gw di balkon!" ucap Syafira.


"(ini apa apaan sih Syafira! gw harus tenang, pokonya gw harus buat Syafira tutup mulut sama semua ini!)" ucap Rendy.


Bersambung


Episode selanjutnya


"Awww sakit!" ucap Syafira melepaskan tarikan tangan Rendy.


"Denger yah Syafira! gw minta sama Lo, jangan sampe Lo kasih tau kesiapan siapa tentang Tania! ngerti?" ucap Rendy.


"eh! apaan sih Lo! lagian yah Rendy! ****** yang belum di mandikan dan di solatkan mau di kubur dan di sembunyikan segimana pun! pasti baunya akan tercium, ngerti!" jawab Syafira.


Rendy yang tidak bisa mengatakan apa apa dan terus saja panik dalam keadaan.


...(Rencana Rendy)...

__ADS_1


__ADS_2