Menikah Lagi Untuk Balas Dendam

Menikah Lagi Untuk Balas Dendam
Kembang Api


__ADS_3

Kevin dan Erica baru saja meninggalkan cafe tempat mereka menyantap makan malamnya, dan sekarang berjalan menuju parkiran.


Erica memeluk lengan Kevin yang tersembunyi di balik kemauan putihnya dengan mesra, membuat iri beberapa pasang mata yang melihatnya.


Tap...


Erica menghentikan langkahnya membuat Kevin ikut berhenti juga dan menatap wanita itu dengan bingung. "Ada apa?" Tanya Kevin menatap Erica. Wanita itu mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Kevin.


"Sepertinya aku meninggalkan sesuatu di cafe itu. Tadi aku membawa ponsel, tas dan.." Erica menggantung kalimatnya karena dia tidak ingat barang apa yang ia bawa selain ponsel dan tasnya. "Dan...."


"Apakah ini yang kau maksud?" kemudian Kevin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak merah yang di dalamnya berisi kalung milik mendiang ibu Erica.


Mata wanita itu lantas membelalak. "Benar sekali, ini yang aku maksud. Di dalam kotak ini berisi kalung milik mendiang ibuku, satu-satunya barang berharga miliknya yang tersisa." Jelas Erica.


Kevin menjitak kepala Erica. "Lain kali jangan ceroboh lagi. Sudah tau barang sepenting itu, tapi masih saja meletakkannya dengan sembarangan. Sudah, ayo pulang. Sudah larut malam juga," Erica mengusap kepalanya yang baru dijitak oleh Kevin dan mengangguk.


Keduanya masuk ke dalam mobil Kevin, dan dalam hitungan detik, mobil itu melaju meninggalkan parkiran cafe. "Aku dengar tengah malam nanti akan ada festival kembang api di Sungai Han. Bagaimana kalau kita jangan pulang dulu, kita ke sana, aku ingin melihatnya."


"Baiklah," Erica tersenyum lebar mendengar jawaban Kevin.


Entah kenapa Kevin tidak pernah bisa menolak apapun permintaan Erica, dia selalu mengiyakan dan menuruti setiap permintaannya, selama itu masih wajar dan masuk akal. Kevin pasti selalu mengabulkannya.


.


.


Mobil Kevin berhenti di Sungai Han. Sudah banyak warga yang datang untuk menyaksikan kembang api. Baik mereka yang berpasangan maupun yang tidak.


"Aku belum pernah ke sini saat hampir malam begini, ternyata sejuk sekali udaranya," ucap Erica setelah ia keluar dari mobil.


"Jika kau suka, aku akan lebih sering mengajakmu kemari," jawab Kevin menimpali.

__ADS_1


"Benarkah?" Kevin mengangguk. "Ya, kau memang harus lebih sering membawaku kemari." Lanjutnya dengan antusias.


"Sudah banyak sekali orang yang datang, ayo kita ke sana" Kevin menggenggam tangan Erica lalu membawanya berjalan ke tengah keramaian


Pesta kembang api akan segera di mulai. Pengunjung yang berdatangan di pinggir Sungai Han mulai banyak. Banyak yang mengajak pasangan mereka masing-masing. Ada juga yang membawa kamera dan terlihat sedang asyik berfoto.....


"Kau ingin berfoto juga seperti yang lain?" Tawar Kevin. Erica menggeleng. "Kenapa? Apa kau tidak ingin mengabadikan momen ini?"


"Aku tidak hobi berfoto, mungkin lain kali saja." Jawabnya.


"Baiklah, terserah kau saja. Aku tidak akan memaksamu."


Erica mengusap lengannya yang hanya tertutup kain tipis dress-nya. Menyadari hal itu, Kevin pun tidak tinggal diam, dia melepas jasnya lalu memakaikan pada Erica, menyisakan kemeja dan vest-nya.


"Sudah tau jika akhir-akhir ini udara saat malam hari sangat tidak bersahabat, masih tidak mau membawa pakaian hangat saat keluar rumah." Omel Kevin sambil membetulkan letak jasnya di tubuh Erica.


Erica memandang Kevin dan tersenyum."Coba kalau lihat bayangan kita berdua. Bukankah jika dilihat kita seperti pasangan suami-istri yang saling mencintai dan hidup dengan sangat harmonis." Ucap Erica sambil menunjuk bayangnya sendiri dan Kevin.


Mimik wajah Kevin berubah datar mendengar apa yang Erica katakan, kemudian dia mengalihkan pandangannya pada bayangan yang wanita itu maksud. Dan memang benar apa yang Erica katakan, membuat dia terpaku selama beberapa detik.


Melihat wajah antusias Erica ketika melihat kembang api yang meluncur ke udara dan menggelegar di langit malam membuat Kevin tak bisa berkata apa-apa lagi.


Kevin terus memperhatikan wajah cantik itu dengan seksama mulai dari mata, hidung, pipi, bibir, dagu, semua begitu mirip dengan Stella. Wajah mereka berdua benar-benar bak pinang dibelah dua, hanya sifat dan perilaku yang membedakannya. Stella adalah wanita yang lembut dan anggun, sementara Erica sedikit bar-bar.


Tanpa disadari, air mata Kevin menetes dari pelupuknya. Melihat wajah Erica yang begitu mirip dengan Stella membuat dia sangat merindukannya, dan Kevin masih begitu sulit melepaskan perasaannya apalagi merelakan kepergian mendiang istrinya meskipun bertahun-tahun telah berlalu.


Dan kehadiran Erica disisinya, sedikit banyak mampu mengobati rasa rindu Kevin pada Stella yang saat ini telah tenang di surga.


"Sangat indah sekali, tapi sayangnya aku tidak menikmatinya."


Kevin memicingkan matanya. "Maksudmu?"

__ADS_1


"Mungkin akan lebih terasa maknanya jika melihatnya saat suasana hening dan sunyi, bukan ditengah keramaian seperti ini." Jawab Erica tanpa menatap lawan bicaranya.


Kevin mengangkat kepalanya dan kembali menatap langit yang dihiasi oleh kembang api yang berpencar itu. Lalu pandangannya bergulir pada orang-orang yang ada disekelilingnya.


"Jika kau mau, aku bisa memberikannya padamu." Ucap Kevin dan pandangan Erica kini terkunci pada matanya. "Kembang api yang lebih indah dan lebih menawan dari yang kita saksikan ini."


Erica menggeleng. "Tidak perlu, hanya buang-buang uang saja. Lagipula aku tadi hanya asal bicara, kenapa kau menganggapnya serius. Tiba-tiba aku lelah dan ingin segera tidur. Bisakah kita pulang sekarang?" Ucap Erica lalu berjalan menjauh dari Kevin.


"Erica, tunggu!!"


-


-


Alyssa terus berjalan mondar-mandir di balkon kamarnya. Sudah pukul 01.00 dini hari. Tapi Kevin dan Erica belum juga kembali, dan hal itu membuat Alyssa menjadi tidak nyaman sama sekali.


Dia sudah mencoba menghubungi ponsel kakaknya, tapi tidak aktif. Sekalipun aktif tapi Kevin tidak mau mengangkatnya dan itu membuatnya kesal setengah mati. Membuatnya berpikir apakah Erica lebih penting darinya?!


Deru suara mobil yang memasuki halaman membuat perhatiannya teralihkan. Alyssa melihat dari balkon dan itu memang mobil kakaknya, kesal terpatri di wajahnya saat melihat Kevin masuk sambil mengendong Erica yang sedang tertidur pulas.


"Sial!! Aku menunggu dari tadi bukan untuk melihat pemandangan menyebalkan ini!! Dan kenapa juga kakak harus menggendong wanita itu?! Benar-benar menyebalkan!!"


Alyssa meninggalkan kamarnya dan menghadang Kevin yang sedang berjalan menuju kamarnya.


"Kak, kau dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang? Dan lagi, kenapa kau mengendong wanita itu segala, kalau ketiduran bangunkan saja tidak perlu membuang tenaga dan energi hanya untuk membawanya masuk!!"


"Jangan banyak bicara, kembali ke kamarmu dan segera tidur!!" Ucap Kevin dan melewati Alyssa begitu saja.


"Kakak, kau sangat menyebalkan!!"


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2