Menikah Lagi Untuk Balas Dendam

Menikah Lagi Untuk Balas Dendam
Kecelakaan


__ADS_3

"KEVIN!!"


Erica memekik sekencang-kencangnya saat melihat Kevin pulang dalam keadaan berdarah-darah. Belum sampai sepuluh menit dia pergi, tapi Kevin kembali dengan keadaan terluka parah.


Darah segar memenuhi sebagain wajah dan pakaiannya. Erica menghampiri suaminya itu lalu memapahnya menuju kamar mereka dilantai dua.


"Duduklah dulu, aku ambilkan air hangat dan kotak p3k dulu." Ucap Erica lalu beranjak dari hadapan Kevin.


Tak sampai lima menit Erica kembali. Kevin sedang bersandar pada sandaran sofa sambil menutup matanya. Kemeja dan Vest-nya yang terkena noda darah sudah ia tanggalkan dari tubuhnya, menyisakan kaos putih tanpa lengan yang melekat pas di tubuhnya.


"Apa yang terjadi, kenapa kau bisa terluka sampai separah ini?" Tanya Erica di tengah kesibukannya.


"Aku mengalami kecelakaan tunggal saat berusaha menghindari seorang anak kecil yang tiba-tiba berlari ketengah jalan untuk mengambil bolanya." Jelas Kevin.


Erica menghela napas. "Kenapa orang tuanya begitu sembrono, padahal itu bisa sangat berbahaya bagi anaknya sendiri dan juga orang lain. Lalu kenapa kau tidak langsung ke rumah sakit dan malah pulang ke rumah?"


"Aku benci rumah sakit, aku masih sedikit trauma pada tempat itu. Karena di sana aku dua kali kehilangan," jawab Kevin datar.


"Baiklah, aku hanya bisa memberikan penangangan awal saja. Setelah ini aku akan menelfon dokter supaya dia yang memeriksa keadaanmu. Bagaimana jika ada luka yang serius, terutama luka di kepalamu." Ujar Erica.


Tampak sebuah perban membebat kening Kevin dengan bercak merah darah tepat diatas alis kanannya, perban lain juga tampak pada pelipis dan tulang pipinya yang juga terluka saat Kevin terlempar dan terguling diaspal. Luka lain tampak pada lengan kiri atas dan dadanya.


"Sebaiknya kau istirahat saja. Keadaanmu benar-benar buruk," ucap Erica lalu beranjak dari hadapan Kevin dan pergi begitu saja.


Kevin merubah posisinya. Dia berbaring di sofa, kepalanya terasa seperti dihantam batu besar. Mungkin istirahat sebentar bisa sedikit mengurangi rasa pusing dan nyeri pada luka-lukanya.


-


-


Berita tentang Kevin yang mengalami kecelakaan telah sampai ke telinga Sean, sepupu Kevin dari pihak ibu. Dia pun segera terbang dari America menggunakan jet pribadi milik keluarganya.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat-sangat panjang dan melelahkan. Akhirnya Sean tiba di kota Seoul. Jet pribadinya mendarah di landasan yang berada di belakang mansion mewah milik keluarga Nero.


Setelah turun dari pesawat. Sean masuk ke dalam sebuah sedan hitam. Jarak antara landasan pesawat dan Mansion lumayan jauh, jadi tidak mungkin ia berjalan kaki karena itu bisa memakan waktu sampai 15 menit lebih.

__ADS_1


"Yakk!! Jangan lelet, cepat sedikit mengemudinya!!" Omel Sean pada supir yang mengemudikan mobil itu.


"Ini juga sudah cepat, Tuan Sean, anda saja yang kurang bersabar."


"Yakk!! Kenapa kau malah membantahku?! Bagus bukan aku yang menggajimu, jadi gajimu aman-aman saja. Karena jika sampai aku yang menggajimu, pasti gajimu sudah aku potong!!"


"Tuan Sean, sampai kapan Anda mau mengomel? Kita sudah sampai, apakah Anda tidak mau turun?" Tegur si supir menyadarkan Sean.


Mata Sean lalu menyapu. "Benarkah? Eh iya," kemudian dia turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam. Sean sudah tidak sabar untuk segera melihat keadaan Kevin. Apakah parah atau tidak.


Baru juga dia memasuki mansion mewah itu. Namun langkahnya harus terhenti saat matanya tanpa sengaja melihat seorang wanita cantik yang sedang menuruni tangga. Mulut Sean terbuka lebar dan matanya membulat sempurna, dia tidak bisa berkata apa-apa dan hanya menunjuk wanita itu.


"Tuan, Ada apa denganmu?" Tegur si sopir yang datang membawakan koper milik Sean.


"Se..Se...Se...!!"


"Se..Se..Se.. apa? Sehat?" Sean menggeleng. Sopir itu berpikir. "Semangka?" Lagi-lagi Sean menggelengkan kepala. "Seledri?" Masih bukan juga. "Lalu apa?!"


"SETAN!!"


Sopir itu pun mengikuti arah tunjuk Sean dan menghela napas. Jadi yang membuat Sean syok adalah istri dari majikannya. Wajar sih, pasti Sean berpikir jika Erica adalah jelmaan arwah Stella yang sudah lama tiada.


"Dia bukan arwah nyonya Stella, tapi dia Nyonya Erica, istri kedua Tuan. Memang wajahnya sangat mirip, tapi mereka dua orang yang berbeda." Jelasnya.


"Be..Benarkah?" Sopir itu mengangguk. "Haha, aku sudah menduganya, mana mungkin ada orang mati yang hidup lagi." Kemudian Sean menghampiri Erica yang hanya diam menatapnya. "Halo adik ipar, senang bertemu denganmu. Aku adalah kakak sepupu Kevin yang paling tampan dan baik hati sedunia."


Erica menatap Sean dan menggelengkan kepala lalu melenggang pergi. "Dasar narsis." Erica masih harus membuatkan bubur untuk Kevin. Luka disekitar lehernya membuatnya sedikit kesulitan untuk menelan makanan yang agak kasar.


.


.


"Huaaa...!! Kevin, kenapa keadaanmu begitu menyedihkan seperti ini. Huhuhu, baru juga ditinggal kurang dari dua bulan, tapi malah babak belur begini."


Kevin mendorong Sean menjauh. Tubuhnya yang besar itu malah membuat luka-lukanya semakin sakit. Maklum saja, tubuh Sean lebih besar darinya. "Kau membuatku tidak bisa bernapas, bodoh!!"

__ADS_1


"Eh, benarkah?! Maaf," ia pun segera melepaskan pelukannya.


Kedatangan Erica menyita perhatian mereka berdua. Wanita itu datang sambil membawa nampan yang berisi bubur untuk Kevin. Sean tersenyum lebar. "Adik ipar, kau sangat baik sudah mau merawat sepupuku ini. Maaf, tadi sempat mengira kau adalah hantu." Ucap Sena penuh sesal. Dia sudah salah mengenali orang.


"Tidak apa-apa. Aku membuatkan bubur untukmu, mau aku suapi sekarang?"


Kevin menggeleng. "Nanti saja, aku masih agak kenyang." Jawabnya.


"Kalau begitu aku letakkan saja disini, kalian berdua mengobrol saja. Aku keluar dulu." Kevin mengangguk.


Erica memutar mata jengah saat melihat Alyssa yang sedang melemparkan tatapan kebencian padanya. Wanita itu melewati Alyssa begitu saja dan mengabaikannya. Erica terlalu malas meladeni perempuan seperti Alyssa.


Alyssa mendecih. Dia pergi ke kamar Kevin untuk mengetahui bagaimana kondisi kakaknya itu. Karena jika ada Erica ia tidak bisa leluasa bertemu dengan Kevin, apalagi Erica sangat membatasi dirinya untuk berinteraksi dengan Kevin. Dan Alyssa benci itu.


-


-


"Apa, jadi Erica masih hidup? Wanita yang saat itu datang bersama Kevin hari itu adalah dia?!"


"Benar, Tuan."


Rasanya Dion masih tidak percaya jika wanita yang Kevin kenalkan sebagai istrinya ternyata adalah Erica, mantan istrinya. Penampilannya yang berubah drastis membuat Dion sampai pangling dan tidak mengenalinya.


"Kalau begitu atur pertemuanku dengannya. Aku ingin bertemu dengan dia sesegera mungkin."


"Baik, Tuan."


Jika wanita itu benar adalah Erica, maka Dion tidak akan melepaskannya lagi. Dia akan merebut Erica kembali dari sisi Kevin, karena sejak awal yang ditakdirkan berjodoh dengan Erica adalah dirinya bukanlah Kevin Nero.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2