Menikah Lagi Untuk Balas Dendam

Menikah Lagi Untuk Balas Dendam
Tertangkap


__ADS_3

Hari sudah larut ketika Kevin tiba di rumahnya. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam dan kota Seoul masih terlihat sangat ramai. Lelaki itu berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua, Kevin sangat yakin jika Ellena sudah tidur mengingat jika sekarang sudah larut malam.


Tapi dugaannya salah. Setibanya di kamar, ternyata Ellena belum tidur dan sedang berkutat dengan laptopnya. Kevin tidak tau apa yang sedang dilakukan oleh wanita itu. Kevin mendekati Ellena untuk melihat apa yang sedang dilakukannya.


"Kau sedang membuat apa?"


Ellena mengangkat kepalanya dan menatap sang suami yang berdiri disampingnya. "Aku sedang melacak keberadaan Cindy Kim. Aku penasaran ke negara mana wanita itu pergi,"


Kevin memicingkan matanya. "Kau bila melakukannya?" Ucapnya ragu.


Ellena menyeringai. "Kau meragukanku? Begini-begini aku bisa melakukan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bahkan jika aku mau, aku bisa membuat perusahaanmu bangkrut dalam hitungan menit saja." Ujarnya.


Kevin menjitak kepala Ellena. "Jangan sembarangan. Jika aku sampai jatuh bangkrut, lalu bagaimana aku bisa menghidupimu?!" Ellena terkekeh sambil mengusap kepalanya yang baru saja dijitak oleh Kevin. Padahal dia hanya bercanda, tapi kenapa Kevin menanggapinya dengan serius.


Penasaran bagaimana Ellena melakukannya. Kevin duduk disamping wanita itu dan memperhatikan jari-jari Ellena yang sedang menari dengan sangat lincah diatas keyboard laptopnya. Sungguh tak pernah terpikir oleh Kevin jika istrinya memiliki kemampuan yang begitu luar biasa.


"Ketemu!!" Seru Ellena. "Aku menemukan tempat dan lokasi wanita itu saat ini. Ternyata dia tidak pergi kemanapun dan masih ada di negeri ini, saat ini wanita itu berada di sebuah pedesaan kecil di barat kota Seoul." Jelas Ellena.


"Bagaimana kau bisa melakukannya?" Kevin menatap Ellena penasaran.


Ellena tersenyum seraya mengangkat bahunya. "Entah, hanya mengikuti insting saja." Jawabnya. Lalu ia merubah posisi duduknya, kedua tangannya memeluk leher Kevin. "Lalu apakah tidak ada penghargaan untuk istrimu yang hebat ini?" Ucapnya sambil mengunci kedua mata Kevin.


"Memangnya kau ingin sebuah penghargaan yang bagaimana?" Dia memeluk pinggang Ellena dan membalas tatapannya.


"Em, bagaimana kalau bercocok tanam?" Usulnya.


Kevin menyeringai. "Heh, kau sendiri yang memintanya, jadi mana mungkin aku bisa menolaknya." Kevin mengangkat tubuh Ellena bridal style lalu membaringkan di tempat tidur.


Kedua lengan Ellena masih memeluk leher Kevin. Mata mereka saling mengunci dan menatap satu sama lain. Ellena tersenyum, dia mengangkat sedikit kepalanya dan mengawali ciumannya dengan Kevin. Namun ciuman itu tak berlangsung lama, karena Kevin mengambil alih segalanya, ciuman kini dikuasai oleh Kevin sepenuhnya.


Kevin melepaskan tautan bibirnya dan menatap Ellena selama beberapa detik tanpa berbicara. Mereka hanya saling menatap dan menyelami keindahan mata masing-masing.


Lalu dicium kembali bibir ranum itu dengan penuh hasrat dan membuat Ellena semakin merapat ke tubuh suaminya. Bibir Kevin mulai meng*lum bibir Ellena dan dia merasakan suatu arus deras dikeliling tubuhnya dan melewati nadi-nadinya.


Ellena begitu terbawa oleh buaian Kevin yang begitu indah dan mengelorakan. Ellena merasakan tubuhnya terhisap dengan kuat masuk kedalam tubuh Kevin dan mereka bukan bukan lagi dua tubuh yang saling merenggut melainkan sudah menyatu. Ellena tidak tahu dengan pasti berapa lama mereka berciuman.


Kevin melepaskan ciumannya dan Ellena merasa menggigil dan tubuhnya merasa lemas, kemudian Kevin menariknya lagi dalam dekapannya dan tiba-tiba bibir Kevin kembali menerkam bibir Ellena dengan penuh nafsu. Dan selanjutnya bukan lagi bibir mereka yang menyatu, tapi t*buh dan jiwa mereka. Menghabiskan malam yang dingin ini untuk saling menghangatkan.

__ADS_1


-


-


Dion berjalan terburu-buru saat melihat sekumpulan polisi yang sedang mengamankan lalu lintas. Lelaki itu merapatkan topinya dan melewati polisi-polisi itu dengan terburu-buru. Akan sangat berbahaya baginya jika keberadaannya sampai disadari.


Seorang anak laki-laki tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menunjuk Dion. "Ma, bukankah itu orang yang sering muncul di televisi? Yang sedang diburu oleh polisi?" Ibu si anak kemudian menoleh.


"Kau mungkin hanya salah lihat,"


Dan apa yang dikatakan oleh anak itu di dengar jelas oleh beberapa polisi tersebut. Mereka mengikuti arah tunjuk bocah itu. Dua diantaranya menghampiri Dion dan menghentikannya.


"Tuan, tunggu sebentar." Ucap salah satu dari kedua polisi itu.


Alih-alih berhenti. Dion malah berlari sekencang-kencangnya dan hal tersebut membuat mereka semakin yakin jika orang itu memang Dion Martadinata, seseorang yang saat ini menjadi buronan polisi.


Aksi kejar-kejaran diantara mereka pun tak terhindarkan lagi. Karena Dion tidak mau berhenti, akhirnya polisi itu memutuskan untuk melepaskan tembakannya ke kaki Dion. Beberapa kali sempat meleset, namun tembakan kelima berhasil mengenainya dan membuat Dion tersungkur.


Dan setelah menjadi buronan selama lebih dari satu bulan. Akhirnya Dion tertangkap juga dan dikenai pasal berlapis. Karena kasus Dion tidak hanya satu saja. Selain kasus pembunuhan Sarah dan Video bug*l, Dion juga terjerat kasus penipuan serta penggelapan uang pajak. Hukuman yang Dion terima bisa sangat berat.


"Aku tidak bersalah, lepaskan aku!!" Teriak pria itu.


"Baik, Pak."


-


-


Berita tentang penangkapan Dion semalam sudah tersebar diberbagai media.


Dan mendengar berita tersebut membuat Ellena sangat puas. Akhirnya satu persatu dari mereka mendapatkan karmanya. Dan hidupnya tak lagi dibayang-bayangi oleh orang-orang yang berasal dari masa lalunya.


"Kau terlihat bahagia sekali. Apa itu karena mantan suamimu itu?" Tegur Kevin melihat wajah sumringah Ellena.


Ellena mengangkat bahunya. "Lalu apa lagi jika bukan karena hal itu? Aku sangat puas, akhirnya para bajingan itu mendapatkan karmanya, dan sekarang aku bisa menikmati hidupku dengan tenang karena tidak ada lagi para hama pengganggu!!" Tuturnya.


"Perlu kita merayakannya?" Tanya Kevin memberikan penawaran.

__ADS_1


"Itu harus dong. Bagaimana kalau malam ini kau temani aku minum?" Usul Ellena.


Mata Kevin memicing. "Memangnya kau bisa minum?" Ia memastikan.


"Tentu saja bisa, kau tidak perlu meragukan kemampuanku dalam hal satu itu." Ucap Ellena dengan percaya diri.


Kevin menyentil kening Ellena dengan gemas."Kenapa kau begitu percaya diri sekali, hm. Dan bagaimana jika kau sampai kalah? Kau harus mendapatkan sebuah hukuman dariku!!" Kevin menyeringai.


Ellena menatap suaminya itu dengan penasaran. "Bukan masalah, memangnya hukuman seperti apa yang akan aku dapatkan? Asal jangan yang aneh-aneh. Atau aku akan menggantungmu hidup-hidup!! Aku lapar, ayo membuat ramyeon," Ellena bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


Kevin mendengus berat. Pria itu menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang terkadang mirip seperti bocah. Kemudian Kevin melangkahkan kakinya dan menyusul Ellena ke dapur. Sebenarnya Kevin juga lapar, makan ramyeon mungkin memang tidak ada salahnya. Toh sudah lama juga dia tidak makan, makanan cepat saji.


-


-


Song Ho memegangi perutnya yang terasa keroncongan sambil melihat orang-orang yang sedang makan di restoran mewah dipusat kota. Dulu dia sering sekali datang ke restoran tersebut untuk makan malam bersama rekan bisnisnya, tapi sekarang tidak lagi.


Jangankan untuk memesan makanan di restoran tersebut. Untuk membayar secangkir kopi yang paling murah pun ia tidak akan mampu. Hidup Song Ho berubah 180°, dia yang sebelumnya merupakan seorang CEO dari perusahaan besar, sekarang menjadi gelandangan setelah jatuh miskin.


"Tunggu, kau bukannya Song Ho ya?" Tegur seorang pria dengan setelan jas mahal yang baru saja turun dari mobil mewahnya.


Song Ho menggeleng. "Bukan, kau salah mengenali orang." Ucapnya dan pergi begitu saja.


"Apa yang terjadi padamu, hah?! Apa kau sekarang sudah jatuh miskin?!"


Song Ho menghentikan langkahnya setelah mendengar seruan keras pria itu. Song Ho menoleh dan menatapnya marah. "Itu tidak ada hubungannya denganmu!! Sebaiknya urus saja dirimu sendiri daripada mencampuri urusan orang lain!!"


"Aeyoo. Dunia sungguh berputar dengan adil ya, seorang bos besar yang dulu dikenal sombong, angkuh dan arogan sekarang malah jadi gelandangan!! Apakah ini yang dinamakan karma?! Nasibmu sungguh malang sekali, dan apakah kau berada disini karena lapar? Bagaimana kalau kau ikut aku ke dalam dan aku akan mentraktirmu sup tulang B2, bagaimana?" Pria itu menyeringai.


"Kau bajingan!!" Song Ho lalu pergi begitu saja.


Orang-orang kini menertawakan dirinya. Song Ho sudah tidak memiliki apapun lagi untuk dipamerkan, jangankan untuk membeli rumah mewah dan mobil bagus seperti dulu, sepeser uang untuk makan pun dia tidak punya. Song Ho benar-benar jatuh misk!n sekarang.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2