
Kevin dan Erica pergi ke rumah sakit setelah pria itu mendapatkan kabar jika hasil tes DNA sudah keluar. Kevin sangat penasaran apakah Erica benar saudari kembar Stella atau bukan, tak hanya Kevin yang penasaran, tapi Erica juga.
Hampir 30 menit berkendara, mereka tiba di rumah sakit. Seorang dokter sudah menunggu kedatangan mereka berdua di ruang inap Tuan Su.
Air mata Tuan Su mengalir deras saat melihat kedatangan Erica, tanpa banyak berkata-kata dia pun langsung memeluk perempuan itu dengan erat. "Firasat seorang ayah tidak pernah salah, Nak. Kau memang putriku, Ellana." Ucap Tuan Su sambil mengeratkan pelukannya.
Erica tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya dia diam sambil membalas pelukan pria yang ternyata adalah ayah kandungnya. Rasanya Erica masih tidak percaya dengan keberanian yang terungkap hari ini. Dia, ternyata bukanlah putri keluarga Song, melainkan keluarga Su.
Dan sekarang Erica tau alasan kenapa Tuan Song tidak pernah menyayanginya sama sekali, karena dia memang bukan putri kandungnya.
"Hasilnya 99.99% cocok. Nona Erica adalah putri Tuan Su yang hilang puluhan tahun lalu." Ucap Dokter yang membantu melakukan tes DNA.
"Terimakasih atas bantuan Anda, Dokter."
"Sama-sama, Tuan Muda. Kalau begitu saya permisi dulu," Kevin mengangguk.
Kemudian Kevin menghampiri Erica dan Tuan Su. Kevin sendiri juga tidak menduga jika orang yang dinikahinya ini adalah adik kandung dari mendiang istrinya, rencana Tuhan memang penuh misteri dan tidak terduga.
Tuan Su melepaskan pelukannya dan menatap putrinya itu dengan senyum lembut. Diusapnya kepala Erica penuh sayang. "Papa tidak menduga jika akhirnya bisa bertemu kembali denganmu, Papa pikir sudah kehilanganmu untuk selama-lamanya. Tapi Tuhan masih menyayangi kita, dan mempertemukan kita kembali." Ujar Tuan Su.
"Pa..Pa.." Erica memanggil Tuan Su dengan sebutan Papa sedikit ragu-ragu. Namun hal tersebut membuat air mata Tuan Su kembali menetes.
"Putriku!!"
Kevin ikut terharu melihat pemandangan mengharukan di depannya itu. Sepasang ayah dan anak yang telah lama terpisah akhirnya dipertemukan kembali secara tidak sengaja oleh Tuhan. Dan sungguh betapa indah rencananya untuk para umatnya.
"Pa, saat aku masih bayi kau memberiku nama Ellena kan?"
Tuan Su mengangguk. "Benar, Nak."
"Lalu apakah boleh jika sekarang aku memakai nama itu, nama yang kau dan mama berikan padaku sebagai bentuk kasih sayang kalian berdua untukku? Hari ini aku terlahir kembali sebagai seseorang yang baru. Erica, adalah nama yang selalu membawa penderitaan tanpa henti dalam hidupku. Dan aku ingin melepaskan nama itu untuk selamanya," ucap Erica dengan kedua mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Tentu boleh, Nak. Tentu saja boleh, dan mulai hari ini kau akan dikenal dengan nama Ellena!!"
-
-
Erica, bukan.. tetapi Ellena sudah memutuskan untuk menutup buku lama dan mulai membuka lembaran baru dalam hidupnya. Identitasnya bukan lagi sebagai Erica Song, melainkan Ellena Su. Karena sebenarnya dia adalah putri dari keluarga terpandang itu yang hilang ketika masih bayi.
Ellena mematut dirinya di depan cermin. Memastikan jika tidak ada yang kurang pada penampilannya. Tubuh rampingnya dalam balutan dress putih sepanjang mata kaki yang memiliki belahan panjang pada bagian kaki kanannya.
Malam ini. Tuan Su akan memperkenalkan Ellena ke semua orang. Agar semua orang tahu, jika putrinya yang telah lama hilang akhirnya ia temukan kembali. Di sisi lain, tujuan Tuan Su adalah untuk menarik penculik itu keluar dari sarangnya.
Derap langkah kaki seseorang yang datang menyita perhatian Ellena, wanita itu lantas menoleh dan mendapati Kevin berjalan menghampirinya. Di tangannya menggenggam sebuah kotak berbentuk persegi yang didalamnya berisi sebuah kalung berlian.
"Kevin, bagaimana penampilanku?"
Kevin tersenyum seraya mengangguk."Sangat cantik," ucapnya dengan senyum yang sama.
Ellena tersenyum lebar mendengar apa yang Kevin katakan. "Apa itu artinya aku sudah diterima sebagai menantu di keluarga ini?" Ellena berbalik, posisinya dan Kevin saling berhadapan.
Kevin menjitak gemas kepala Ellena. "Dasar bodoh!! Kok sudah diterima sejak menginjakkan kaki di rumah untuk pertama kalinya. Sudah, jangan membuang waktu lagi. Sebaiknya kita berangkat sekarang. Ucap Kevin yang kemudian dibalas anggukan oleh Ellena.
Keduanya kemudian meninggalkan Mansion mewah keluarga Nero dan menuju gedung dimana acara itu akan dilangsungkan.
-
-
Vera dan Ibunya sama-sama tidak tau untuk apa Tuan Su mengadakan pesta dengan menghadirkan ribuan tamu undangan. Padahal ini bukan ulang tahun pernikahan ibunya dengan ayah tirinya, juga tidak ada yang berulang tahun hari ini. Tapi kenapa ayah tirinya itu sampai membuat pesta sebesar ini.
Vera menghampiri ibunya yang sedang berbincang dengan beberapa tamu undangan yang datang. "Ma, sebenarnya untuk apa acara ini digelar?" Tanya Vera penasaran.
__ADS_1
Ella menggeleng. "Mama juga tidak tau, karena papamu tidak mengatakan apapun pada Mama." Jawabnya.
"Bikin orang penasaran saja."
Kedatangan Kevin dan Ellena menyita perhatian banyak pasang mata. Bukan karena kecocokan mereka berdua sebagai pasangan. Melainkan sosok yang berjalan di samping Kevin. Para Kolega Tuan Su sangat mengenali wajah cantik itu, dia adalah Stella Su, putri tunggal keluarga Su. Tapi setau mereka putri Tuan Su sudah meninggal beberapa tahun lalu.
"Kakak ipar," seru Vera seraya berlari menghampiri Kevin. "Kau juga datang, tapi kenapa perempuan ini ikut datang juga?" Dia menatap Ellena tidak suka.
Ellena menyentak tangan Vera dari lengan suaminya dan menatapnya tak suka. "Nona Muda, jangan menyentuh suami orang dengan sembarangan jika kau tidak ingin disebut sebagai P.E.L.A.K.O.R!!"
"Kau~" Vera menghentakkan kakinya kesal. Dia beranjak dari hadapan Kevin dan Ellena dan pergi begitu saja.
Kevin dan Ellena melanjutkan langkah mereka yang sempat tertunda. Mereka segera bergabung dengan para tamu undangan yang lain. Orang-orang bertanya pada Kevin siapa sosok cantik yang mirip dengan mendiang Putri Tuan Su tersebut.
"Kalian akan segera tau. Ayah mertua akan segera mengumumkannya." Begitulah jawaban Kevin ketika orang-orang bertanya.
Tuan Su tiba bersama asisten dan para bodyguard-nya. Dia langsung naik keatas podium untuk memberikan beberapa sambutan pada para tamu undangan yang datang.
"Selamat malam untuk para tamu undangan yang hadir malam ini. Saya ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas kedatangan kalian semua. Dikesempatan baik ini, saya ingin mengumumkan sesuatu yang sangat membahagiakan."
"Saya sudah kehilangan harta paling berharga ketika putri saya meninggal dalam kecelakaan, tapi Tuhan memiliki rencana lain yang sangat luar biasa. Akhirnya setelah puluhan tahun berpisah, saya bisa bertemu kembali dengan buah hati saya yang telah lama menghilang. Ellena, kemarilah Nak."
Semua mata kini tertuju pada satu sosok yang tengah berjalan menuju podium dimana Tuan Su berada. Mata Vera dan ibunya membelalak sempurna, terkejut lebih tepatnya.
"APA?! JADI SEBENARNYA DIA ADALAH PUTRI KANDUNG PAPA YANG SELAMA INI HILANG?!"
-
-
Bersambung.
__ADS_1