Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
hilang


__ADS_3

Vita segera bangkit dari tempat tidur nya, lalu dia mulai mencari kotak pemberian dari arif, tetapi tidak kunjung ketemu. Sudah semua tempat dia cari, dia acak-acak tetapi tetap tidak ketemu.


"Duh dimana ya, perasaan aku taro dalam tas ini deh kok ngga ada ya? " seru vita sambil membongkar isi tas nya. Tetapi tetap kotak itu tidak ditemukan. Vita mulai merasa gelisah, dia takut kalau kotak pemberian arif hilang dan dia takut nanti arif murka terhadap nya.


"Duh dimana sih? Argghhh..... Pusing deh. Klo hilang gimana dong? Bodohnya aku... " seru vita merutuki dirinya sendiri. Semua tas dan koper yg ada di kamarnya sudah dia bongkar tetapi tetap tidak ditemukan. Seketika vita pun merasa lemas karena kotak tersebut hilang entah kemana.


"Habislah aku, arif pasti murka deh sama aku, soalnya isi kotak itu pasti sesuatu yg sangat penting, duhh dimana sih? Tak.. Kotak.... Where are you...?! " seru vita sedikit berteriak sambil merasa kesal. Sudah sejam dia mencari tetapi tidak kunjung ketemu. Sampai-sampai dia tidak sadar bahwa kamarnya sudah sangat berantakan, bahkan isi lemarinya pun dia keluarkan semuanya. Vita terduduk lemas di lantai sambil bersandar di bawah tempat tidurnya, vita merasa putus asa kemudian dia pun mulai terisak. Dia merasa sangat bodoh, benar-benar bodoh karena telah menghilangkan kotak itu.


"Hiks.. Hiks... Kemana kamu kotak? Hiks hiks.... " tangis vita sambil memegangi ponselnya, dia ingin mengabari arif akan tetapi dia takut arif akan marah kepada nya. Tetapi dia juga bingung kalau nanti arif bertanya kepada nya apa yg akan dia jawab soal isi kotak itu, vita merasa dilema antara jujur atau harus berbohong kepada arif.

__ADS_1


Vita terus menangis, sampai-sampai dia kecapean dan tertidur. Tak terasa waktu sudah petang, saat ini tante rina sedang menyiapkan makan malam, ada om adnan dan juga budi di bawah. Iya om adnan sengaja mengajak budi karna dia sudah menganggap budi seperti anaknya. Dan karena budi juga tidak punya orang tua jadi om adnan mengangkat nya sebagai anaknya meskipun budi tidak mau dia tidak enak karena baru kenal dengan keluarga tuannya itu dia takut bertindak diluar batas dan mengecewakan keluarga om adnan, akan tetapi om adnan tidak perduli, dia tidak pernah menganggap budi seperti seorang supir.


"Mah, vita mana kok belum turun? " tanya om adnan kepada istrinya


"Iya ya pah, tumben dia belum turun, sebentar mama panggilin dulu ya" jawab tante rina


"astagfirullah vita! " teriak tante rina saat melihat isi kamar vita.


teriakan tante rina sontak membuat om adnan dan juga budi terkejut. lalu mereka segera berlari ke lantai atas, mereka takut sesuatu terjadi kepada vita karena mendengar istrinya berteriak. sesampainya mereka tiba di atas mereka langsung masuk ke dalam kamar vita, seketika om adnan dan juga budi terkejut melihat isi kamar yg sangat berantakan dan tidak karuan itu,

__ADS_1


om adnan melihat sang istri yg sedang memeluk putrinya yg sedang terisak, om adnan merasa bingung kenapa putrinya menangis dan kenapa pula kamar itu sangat berantakan.


"nak ada apa ini? kenapa dengan kamarmu? " tanya om adnan dengan sedikit khawatir.


"sudah pah nanti saja bertanya nya kasian vita, sudah ya sayang nanti kita cari sama-sama ya, sekarang kita turun dulu yuk kita makan malam dulu nanti keburu dingin" ajak tante rina sambil mengelus rambut vita.


tante rina memberikan kode kepada suaminya, om adnan mengerti lalu kemudian mengajak budi turun ke bawah. dia tidak mau banyak bertanya, dia sangat paham sifat putrinya itu. tunggu tenang dulu baru nanti dia akan bertanya kembali kepada putrinya.


"sebenarnya ada apa dengan nona vita? kenapa kamarnya begitu berantakan? dan kenapa pula dia menangis? " batin budi penuh tanya.

__ADS_1


__ADS_2