
Waktu terus berjalan, hubungan Arif dan Vita sudah semakin renggang. Vita sekarang sibuk sekolah dan sebentar lagi dia akan lulus, sementara Arif pun sama halnya seperti Vita. Dia sibuk sekolah sambil bekerja dan sekarang hubungan nya dengan Cantika semakin dekat, karena Cantika tidak pernah mau berdekatan dengan orang lain, Cantika selalu bergantung dengan Arif bahkan orang tua nya pun tak bermasalah asalkan Cantika baik-baik saja. Bahkan rasa trauma nya sedikit demi sedikit mulai memudar, jujur Cantika mulai menyukai Arif, karena baginya hanya Arif lah yg bersedia menerima kekurangan yg ada di dalam dirinya, Arif juga selalu bersikap lembut dan selalu mengerti Cantika.
Di tempat lain, yaitu di surabaya. Vita saat ini sedang merayu papanya, dia ingin membuka usaha butik kecil-kecilan karena dia ingin sukses seperti mamanya, tante Rina memang punya beberapa butik dan juga minimarket kecil di jakarta, dan saat ini jiwa usahawan kedua orang tua nya menurun ke Vita selaku anak.
Hari ini hari minggu, Vita di temani Budi pergi untuk survey ruko yg akan di ambil oleh om adnan untuk Vita membuka butik pertama nya. Vita sangat senang, dia tak henti-hentinya tersenyum lebar sambil mengirimkan chat kepada kedua sahabat nya di jakarta, Alin dan juga Yuli sangat antusias mendengar kalau Vita akan membuka usaha, bahkan Vita sudah berjanji akan mengajak Alin dan Yuli untuk menjalankan usaha butik ini bersama-sama.
__ADS_1
Budi yg sedari tadi memperhatikan Vita hanya tersenyum simpul, iya memang belakangan ini Vita selalu menyibukkan dirinya. Dia sedang berusaha mengobati rasa sakit di hatinya dan mencoba menerima kedekatan nya dengan Budi, di tambah Vita sudah mengetahui identitas asli Budi yg ternyata bukan lah seorang supir, melainkan anak sahabat papanya sendiri. Vita tak keberatan dengan kedekatan nya saat ini, karena selama ini Budi selalu ada untuk nya dan selalu memahaminya. Membuat Vita sedikit membuka hatinya untuk Budi.
Akhirnya mereka sampai di tempat yg mereka tuju, ruko nya sangat besar berlantai 2,parkiran untuk tamu pun lumayan luas. Vita sangat senang melihat nya, Budi yg melihat Vita gembira langsung mengelus kepala Vita, Vita menoleh lalu dengan cepat Budi menarik tangan Vita untuk melihat-lihat ke dalam ruko tersebut, karena dia tak ingin Vita terus menatap nya dengan tatapan yg tak bisa di artikan.
"Mas aku suka banget sama tempat ini, menurut mas gimana? " tanya Vita sambil melihat sekeliling dengan tatapan takjub.
__ADS_1
Vita lalu mulai membahas masalah dekorasi butik nya bersama beberapa anak buah dari papanya, dia sudah tidak sabar ingin segera membuka butik nya. Beberapa kali dia tersenyum lebar merasa puas karena keinginan nya akan segera terwujud. Setelah dirasa cukup Budi pun mengajak Vita keluar untuk makan siang lalu segera mengantarkan Vita pulang ke rumah, karena besok Vita harus kembali ke sekolah.
Vita pulang dengan perasaan yg sangat bahagia, setelah turun dari mobil dia tidak langsung masuk kedalam, dia membalikkan badannya untuk menghampiri Budi dan langsung memeluknya. Budi terpaku mendapat perlakuan itu dari Vita.
" makasih ya mas, kamu udah nemani aku hari ini, aku sangat bahagia " ucap Vita sambil memeluk Budi.
__ADS_1
Jangan di tanya bagaimana perasaan Budi saat ini, rasanya jantungnya seperti mau loncat dari tempat nya, Budi agak gugup tapi kemudian dia melepaskan pelukan Vita karena dia takut ada yg melihat dan berburuk sangka.
"Iya sama-sama, apapun demi tuan putriku yg cantik " ucap Budi lembut sambil mengusap kepala Vita. Vita yg dipuji merasa malu lalu dia menundukkan kepala nya karena saat ini pipinya sudah bersemu merah. Vita lalu membalikkan badannya dan berlari masuk ke dalam rumah, Budi tersenyum puas karena dia merasa cintanya telah disambut oleh Vita. Tak lama kemudian Budi pun masuk kembali ke dalam mobil dan mengendarai nya menuju kantor.