
Cantika dan tante Amel melongo melihat gaun yg mereka pesan, gaun itu terlihat sangat indah dan sangat bagus. Cantika tersenyum sumringah saat melihat gaun tersebut.
" wah ini gaun saya mbak? Cantik sekali.... " ucap Cantika penuh kekaguman.
" iya betul mbak Cantika, ini gaun yg di pesan oleh mbak. Semoga mbak suka ya " jelas Vita yg juga sangat puas dengan hasil rancangan nya.
" boleh saya foto mbak? Saya ingin mengirimkan fotonya kepada tunangan saya " pinta Cantika memohon.
" boleh mbak, silahkan " ucap Vita lalu dia mundur beberapa langkah agar Cantika bisa mengambil foto dengan angel yg bagus.
Satu, dia, tiga, klik..
Cantika berhasil mengambil beberapa foto gaun tersebut, lalu dia mengirimkan nya kepada Arif. Dia sudah sangat tidak sabar untuk memakai gaun itu, dia merasa yakin bahwa dirinya akan terlihat sangat cantik dengan memakai gaun tersebut.
Tak lama ponsel Cantika berdering dan ternyata yg menelpon adalah Arif.
Dreett
Dreett
__ADS_1
" Hallo Assalamu'alaikum sayang " sapa Cantika saat mengangkat telpon nya.
" Wa'alaikumussalam " jawab Arif di seberang telpon.
" sayang kamu sudah liat belum foto gaun yg aku kirim? Bagus gak menurut kamu? " tanya Cantika manja seperti biasa.
" cantik, tapi masih cantikan kamu " jawab Arif membuat Cantika tersipu malu. Vita sedari tadi memperhatikan raut wajah Cantika, dia terlihat sangat bahagia dan puas dengan gaun buatan Vita.
" mbak Cantika terlihat sangat bahagia ya bu Amel " ucap Vita sambil menatap ke arah Cantika yg sedang asik telpon sambil memegangi gaunnya.
" Alhamdulillah mbak Vita, Cantika mendapat calon suami yg sangat mengerti dirinya dan sangat mencintainya. Semoga hubungan Cantika dan juga Arif langgeng selamanya " balas tante Amel sambil duduk bersandar memandangi keponakannya yg tak berhenti tersenyum.
jantung Vita seketika berdetak kencang saat mendengar nama Arif, dia sangat terkejut karena nama calon tunangan Cantika sama dengan mantan kekasihnya. Vita ingin menanyakan lebih jauh akan tetapi dia takut di sangka kepo dengan urusan orang lain.
' semoga bukan dia, nama Arif kan banyak. Mungkin hanya kebetulan saja sama ' ucap Vita dalam hatinya.
Setelah menutup telpon Cantika lalu menghampiri Vita dan membayar gaun tersebut. Cantika dan tante Amel lalu pamit kepada Vita untuk pulang, Vita hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum namun jauh di dalam hatinya terdapat tanda tanya besar. Dia sudah berusaha untuk menapik rasa penasaran nya tadi akan tetapi entah mengapa dia yakin jika Arif yg di maksud adalah orang yg sama.
Alin baru saja datang, dia terlambat karena harus membeli beberapa kain untuk membuat baju pesanan pelanggan, saat dia tiba di butik dia melihat Vita sedang duduk termenung di kursi kebesaran nya. Bahkan Vita tak menyadari kedatangan Alin.
__ADS_1
Alin menghampiri Vita dan mengetuk meja membuat Vita berjingkrak kaget.
" Astagfirullah, lo ngagetin aja deh" seru Vita terkejut.
" nah lo kenapa dari tadi bengong, sampai gw datang aja lo gak engeh " tanya Alin penasaran.
" nggak apa-apa kok, cuma lagi mikirin sesuatu aja " Jawab Vita sambil termenung.
" mikirin apa sih? Oh iya gaun yg kemarin kemana? Udah di ambil ya, kok gak ada? " tanya Alin kembali sambil keheranan.
" iya udah barusan, ehh lo tau gak? Ternyata yg pesan gaun itu keponakan nya ibu Amel yg tinggal di jakarta. Terus yg bikin gw shok lagi, nama calon tunangannya Arif " jelas Vita sambil memelototkan kedua matanya.
" HAH?? serius??? Kok bisa sama kayak nama mantan lo Vit? Apa jangan-jangan Arif yg itu lagi? " seru Alin sambil membungkam mulut nya dengan kedua tangannya.
" awalnya gw juga mikir gitu, tapi nama Arif kan banyak gak cuma dia, ya kalaupun memang dia ya biarkan saja. Kita do'akan saja semoga dia bahagia " ucap Vita panjang lebar sambil mengangkat bahunya. Jujur sebenarnya di dalam hatinya masih ada perasaan tidak rela, hanya saja dia berusaha menutupinya agar terlihat tegar.
" iya betul itu, dia aja bisa move on masa lo ngga. Lagi pula sekarang kan ada mas Budi yg selalu setia mencintai dan menyayangi elo Vit, jadi biarkan aja masa lalu itu pergi. Kita pun berhak untuk bahagia, bener gak? " tukas Alin sambil mengedipkan sebelah matanya.
" ihh sok bijak loh, lo sendiri aja masih jomblo sok an nasehatin gw, hahahaha... " ucap Vita meledek Alin.
__ADS_1
" yeee,, gw jomblo bukan karena gak laku, cuma belum nemu aja pangeran gw masih ngumpet tau " jawab Alin sambil memonyongkan bibirnya. Vita terkekeh melihat Alin yg cemberut, tak lama kemudian mereka berdua kembali menyiapkan bahan untuk membuat gaun berikutnya karena pelanggan lain sudah menunggu.