
HAPPY READING 🥰
"Maaf Bu, di bawah ada yg datang mencari Ibu." ucap Lisa, karyawan Vita.
"Siapa Sa?" tanya Vita penasaran.
"Saya lupa menanyakan bu" jawab Lisa sambil nyengir.
"Siapa ya?" tanya Vita kepada Alin, Alin mengangkat bahunya lalu mereka berdua turun ke bawah.
Saat mereka tiba dilantai bawah, Vita dan Alin membelalakan kedua matanya.
"Yuli..! " teriak mereka berdua hampir bersamaan.
Mereka bertiga langsung berpelukan, sudah lama mereka tidak bertemu hanya saling bertukar kabar lewat ponsel saja. Yuli sengaja datang tanpa memberitahukan Vita dan juga Alin.
"Kalian berdua apa kabar? Gw kangenn..... " tanya Yuli sambil memeluk kedua sahabat nya.
"Kita berdua baik kok, lo sendiri gimana kabarnya? Kok kesini gak bilang sih? "Jawab Vita sambil melepaskan pelukan.
"Hehe sengaja, biar kalian berdua kaget. Btw gw haus banget nih, ngga ada minuman apa?"ucap Yuli sambil memegangi tenggorokan nya yg terasa kering.
"Ya ampun gw lupa, lo duduk dulu disini gw ambil minuman dulu ya. "Ucap Alin antusias lalu bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Yuli.
"Gw seneng banget lo datang, jadi makin rame deh butik gw, hehe" ucap Vita.
"Iya Vit, gw datang mau minta bantuan lo. "
"Bantuan apa? " tanya Vita penasaran.
"Gw baru aja keluar dari tempat kerja gw" jawab Yuli terlihat sendu.
"Hah keluar?! Kenapa Yul? " tanya Vita penasaran.
Yuli pun menceritakan kalau dia selalu di ganggu oleh mantan kekasih Yusuf nya yg selalu meminta nya untuk balikan, akan tetapi Yuli tak mau karena tempramen kekasih nya yg mudah emosi dan cemburuan. Karena Yusuf sering mengganggu nya dan menghampiri nya ke tempat kerja, akhirnya Yuli memutuskan untuk keluar dan pergi dari Jakarta.
__ADS_1
"Gw berharap, dia berhenti ngejar-ngejar gw Vit, sumpah gw capek banget di kejar-kejar mulu. Kayak buronan tau gak. " ucap Yuli sambil emosi.
"Lo yg sabar ya! Semoga dia ngga tau kalo lo pergi kesini. Lo tenang aja nanti lo bisa tinggal bareng sama Alin kok. Kebetulan Alin sendirian di kosannya. " ujar Vita sambil mengusap bahu Yuli.
"Serius Vit? " tanya Yuli sambil melotot.
"Ya iya lah, gw juga kesepian di kosan gak ada temen ngobrol. Untung lo datang Yul. " jawab Alin tiba-tiba saat kembali dari dapur.
"Nih di minum dulu! " titah Alin.
"Makasih ya! " ucap Yuli lalu dia langsung menenggak minuman itu sampai habis.
"Gila, haus bener kayaknya, wkwkwk" canda Alin sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Abis di kejar-kejar cowok dia, makanya haus" timpal Vita sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Enak banget lo di kejar-kejar cowok, lah gw masih ngejomblo aja nih" ucap Alin sambil cemberut.
Mereka bertiga lalu tertawa bersama, bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Tak lupa mereka juga makan malam bersama sebelum kembali ke kediaman masing-masing. Alin pulang bersama Yuli sedangkan Vita pulang menyetir sendiri dengan mobil milik Budi.
"Mobil lo kenapa, Lin? " tanya Yuli sambil tolak pinggang.
"Gw juga ngga tau, tadi pagi masih baik-baik aja kok. Kok tiba-tiba mati ya? " jawab Alin kebingungan.
"Bensin nya habis kali? " ucap Yuli.
"Banyak Yul, gw baru isi kok tadi sebelum ke butik. Duh gimana nih gw ngga ngerti mesin. Mana sepi lagi" ucap Alin sambil celingukan melihat jalan yg sangat sepi.
Saat mereka sedang sibuk mengecek mobil, tiba-tiba ada mobil yg berhenti tak jauh dari tempat mereka parkir. Dan turun seorang pria yg tampan dan juga keliatan perlente.
"Mobilnya kenapa mbak? " tanya pria tersebut.
"Ngga tau nih mas, tiba-tiba mati" jawab Yuli.
"Boleh saya cek? " pria itu menawarkan diri, Alin hanya mengangguk pasrah.
__ADS_1
Kemudian pria itu mengambil alih, dia mulai memeriksa mesin mobil Alin, dia pun menganggukkan kepala sedangkan Alin dan Yuli menatap nya dengan bingung.
"Ini air radiator nya kosong, harus di bawa ke bengkel." ucap pria itu.
"Yah gimana dong? Bengkel kan jauh. Terus kita pulang naik apa? " rengek Yuli, sedangkan Alin hanya terdiam sejak tadi.
"Begini saja, kebetulan saya punya kenalan orang bengkel. Nanti mobilnya minta di jemput saja. Kalian berdua saya antar pulang". Pria itu menawarkan diri kepada Alin dan Yuli.
"Baiklah, maaf ya saya ngerepotin kamu" ujar Alin merasa tak enak.
"Ngga apa kok, saya hanya membantu. Oiya perkenalkan saya Randi" ucap Randi sambil mengulurkan tangan.
"Alin" "Yuli" ucap mereka berdua lalu menjabat tangan Randi bergantian.
Randi menelpon orang bengkel untuk meminta nya mengambil mobil milik Alin, lalu dia mengajak Alin dan Yuli untuk masuk ke dalam mobilnya dan mengantarkan mereka berdua pulang.
Yuli sedari tadi terus saja mencecar Randi dengan beberapa pertanyaan, sedangkan Alin hanya diam saja sambil mendengarkan ocehan sahabatnya itu. Sesekali dia tersenyum mendengar jawaban dari Randi. Randi sedari tadi terus saja memperhatikan Alin, sesekali dia melirik ke arah Alin yg hanya terdiam tidak banyak bicara.
Akhirnya mereka pun sampai di kosan milik Alin. Mereka bertiga pun turun dari mobil.
"Makasih ya kamu udh nganterin kita berdua pulang, makasih juga udah urus mobil ku yg mogok" ucap Alin kepada Randi.
"Sama-sama. Oiya aku minta nomer kamu ya, kalau nanti mobilnya sudah selesai aku bisa langsung ngabarin kamu" pinta Randi kepada Alin sambil menyodorkan HP nya.
Alin mengambil HP Randi dan memasukkan nomer ponselnya. Karena waktu sudah terlalu malam akhirnya Randi pamit pulang kepada Alin dan Yuli, mereka berdua lalu segera masuk ke dalam kosan. Alin segera bergegas ke kamar mandi sedangkan Yuli merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Cowok tadi ganteng ya Lin, daritadi dia ngelirik lo terus tau, kayaknya dia naksir lo deh" ucap Yuli sambil melirik ke arah Alin yg baru keluar dari kamar mandi.
"Apaan sih lo, ngga mungkin lah. Dia cuma nolong kita doang. Jangan bikin ge er deh" jawab Alin lalu melemparkan handuk ke arah Yuli.
"Mandi sana, bau banget kambing lo" ujar Alin sambil menutup hidungnya.
"Deh suwek banget nyamain gw ama kambing" seru Yuli sambil melotot lalu dia masuk ke dalam kamar mandi. Alin terkekeh melihat Yuli yg cemberut, lalu dia mengambil ponselnya yg berbunyi ada pesan masuk.
(Di save ya, Randi)
__ADS_1
Alin tersenyum tipis, lalu dia membalas dengan kata (oke) lalu dia meletakkan kembali ponselnya. Dia merebahkan diri si atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya.