Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Bab 48.


__ADS_3

Alin dan Randi tiba di sebuah restoran yg bernuansa korea. Randi turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Alin, Alin tersipu malu karena tingkah Randi. Randi tersenyum lalu mengajak Alin untuk masuk ke dalam restoran.


Alin termangu melihat restoran itu, pasalnya dia belum pernah makan disana sebelum baik sendiri maupun bersama dengan Vita dan Yuli, saat mereka hendak masuk mereka di sambut oleh seorang pegawai restoran yg sangat ramah.


"Annyeonghaseyo" sapa pegawai restoran dengan menggunakan bahasa korea, "annyeong,saya mau pesan untuk 2 orang ya mbak" sahut Randi, pegawai tadi mengangguk lalu menjelaskan tata cara makan di restoran tersebut. Alin hanya termangu saja mendengar percakapan 2 orang tersebut.


Kemudian mereka di tuntun oleh pegawai restoran menuju sebuah meja, dan mereka mulai memesan makanan. Setelah selesai mencatat pegawai tadi pun pergi menyiapkan pesanan yg telah di pesan oleh Randi.


"Kamu suka ngga sama tempat ini? " tanya Randi kepada Alin.

__ADS_1


"Suka kok, Aku baru pertama kali kesini" Jawab Alin sambil melihat ke sekeliling. "Ohh ya? Kalau begitu Aku akan sering ajak kamu kesini nanti" ucap Randi membuat Alin terpaku.


'Lain kali? Berarti..... 'Pikir Alin dalam hatinya.


Tak lama makanan mereka pun tiba, Randi pun mulai menyalakan kompor yg ada di atas meja lalu mulai memasukkan daging dan yg lainnya, ada yg di bakar ada juga yg di rebus. Alin nampak antusias melihat makanan yg ada di hadapan nya.


Randi mengambilkan daging yg sudah di bakar lalu di serahkan ke atas piring milik Alin, "cobalah! " ucap Randi, Alin mengangguk lalu mencapit daging tersebut dengan sumpit dan memakannya. Seketika matanya membulat sempurna karena rasanya sangat enak, " Kak ini enak banget! "Seru Alin, Randi terkekeh lalu mengambilkan daging yg lain " makanlah yg banyak ya" ucap Randi bersemangat sambil terus membakar daging untuk Alin, Alin menikmati makanan tersebut sambil sesekali melirik ke arah Randi, 'ternyata dia sangat perhatian dan romantis' batin Alin lalu dia tersenyum simpul.


"Sekarang kita mau kemana? " tanya Randi, Alin mengangkat wajahnya terkejut karena dia pikir Randi hanya mengajaknya makan siang saja. "Kayaknya Aku harus balik ke butik deh Kak, karena kan masih jam kerja" jawab Alin merasa tak enak, Randi tertegun karena dia sendiri pun lupa kalau Alin masih bekerja dan dia berjanji hanya mengajak nya makan siang saja.

__ADS_1


"Oh iya maaf ya Aku lupa, weekend ini kamu ada acara ngga? " tanya Randi kembali, "Emmmm... Belum tau sih Kak, memangnya kenapa? " jawab Alin penasaran, "Aku mau ngajakin kamu nonton, kamu mau kan? " ujar Randi membuat Alin terkejut.


'Kenapa sih dia selalu penuh dengan kejutan? ' batin Alin, " Insya Allah ya Kak kalau Aku bisa nanti Aku kabari" ucap Alin.


"Bener ya kabarin, Aku tunggu" seru Randi di balas anggukan oleh Alin, Randi merasa sangat senang karena Alin tidak menolak ajakannya. Entah kenapa Randi merasa kalau dia menyukai Alin sejak pertama bertemu, dan dia ingin melanjutkan ke tahap yg lebih serius.


Selesai makan Randi pun mengantarkan kembali Alin ke butik, sepanjang jalan Alin hanya terdiam karena jantungnya saat ini sedang berdebar kencang, entah kenapa saat bersama Randi hatinya merasa nyaman dan tenang, kadang juga berdebar kencang seperti ada desiran aneh dalam dirinya.


Akhirnya mereka berdua sampai di butik, "Terima kasih ya Kak untuk makan siang nya dan sudah mengantarkan aku ke butik" ucap Alin sebelum turun dari mobil, "sama sama, ngga usah sungkan. Aku pergi dulu ya, Assalamu'alaikum" ucap Randi lalu pergi meninggalkan Alin, Alin menjawab salam Randi dan melambaikan tangannya. Saat Alin membalikkan badan tiba-tiba ada yg mengejutkan dirinya.

__ADS_1


"Astagfirullah....!"


__ADS_2