Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Bab 49.


__ADS_3

Vita dan Yuli sedang berdiri menatap Alin yg baru saja tiba di butik, Alin terkejut sambil mengusap usap dadanya "kalian berdua bikin kaget aja deh" seru Alin, Vita dan Yuli menatap Alin dengan tatapan menyelidik lalu mereka berdua menghampiri Alin.


"Kayaknya ada bau bau yg baru jadian nih " ujar Yuli sambil mengendus-endus tubuh Alin, Alin kemudian memukul kepala Yuli hingga Yuli berteriak "Aduh! ".


"Kalau ngomong suka sekata kata deh, siapa juga yg jadian" elak Alin sambil memalingkan wajahnya, Vita yg mengetahui gelagat berbeda dari Alin langsung menyeletuk, "Kalau ngga jadian ngga mungkin senyumnya merekah begitu saat melambaikan tangan" ejek Vita sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Alin langsung gelagapan karena ketahuan oleh Vita, kemudian Alin pun menceritakan semua yg dia alami saat makan di restoran tadi bersama dengan Randi.


"Gila, ternyata Randi cowok romantis ya, jadi iri gue" seru Yuli saat mendengar cerita dari Alin.


"Iya gue aja ngga nyangka banget, malah minggu ini dia ngajakin gue nonton, duh gimana nih gue gak pede jalan sama Randi" ucap Alin merasa insecure karena Randi sosok yg tinggi dan tampan, sedangkan dia kecil dan tidak terlalu tinggi cuma 155cm.


"Cinta itu ngga memandang fisik Lin, kalau Randi beneran cinta sama lo ya dia harus nerima kelebihan dan kekurangan lo. Sekarang aja dia yg nyoba maju duluan kan karena lo nya terlalu pasif klo menurut gue" ujar Vita memberikan nasihat kepada Alin.


"Nah bener tuh apa kata Vita, lo terlalu pasif, saran gue kalo nanti Randi ngungkapin cinta nya sama lo, lo jangan kelamaan mikir ya nanti gue yg samber baru tau rasa" ucap Yuli sengaja mengejek Alin, Alin memelototkan matanya ke arah Yuli sambil bertolak pinggang.


"Berani lo nyamber Kak Randi, gue ceburin lo ke lahar gunung Semeru! " celetuk Alin sambil memonyongkan bibirnya, Yuli tertawa ngakak saat mendengar omelan Alin.


"Kayak pernah ke gunung Semeru aja lo, gunung yg deket aja lo gak berani daki kan, Alin Alin" seru Yuli sambil tertawa terbahak-bahak.


Vita hanya menggelengkan kepala nya saja melihat tingkah 2 sahabat nya itu, mereka memang jarang akur kalau sudah ketemu. Tapi mereka berdua juga tak bisa jauh satu sama lain.

__ADS_1


"Gue do'ain semoga hubungan lo sama Kak Randi berjalan dengan lancar, dan semoga Kak Randi serius sama lo dan dia ngga akan menyakiti lo" ucap Vita sambil memeluk Alin dari samping.


"Aamiin, do'ain aja yg terbaik buat gue ya. Karena ini pertama kali gue deket sama cowok" balas Alin sambil memeluk Vita.


"Gue ngga di ajak nih? " tanya Yuli sambil cemberut, lalu Vita dan Alin menghampiri Yuli dan mereka berpelukan bersama.


.


.


Di Jakarta, Cantika sedang membantu mendekorasi gedung untuk acara pertunangan nya dengan Arif, dia ingin suasana yg romantis dan juga mewah karena tamu undangan nya rata rata tamu kelas atas dan kebanyakan relasi dari Papanya.


Arif yg baru pulang dari kafe langsung menghampiri Cantika dan memeluknya dari belakang.


"Maaf ya sayang, abis kamu aku liatin serius banget sih, sampai aku datang aja kamu ngga engeh" ujar Arif sambil mengusap kepala Cantika.


"Maaf sayang, aku lagi ngeliatin yg dekor, biar lusa tuh tampil sempurna gitu loh sayang, ini kan acara special kita" ucap Cantika dengan nada yg manja. Cantika lalu membawa Arif ke salah satu meja yg terdapat makanan dan juga minuman. Lalu menyodorkan kepada Arif, "Terima kasih sayang" ucap Arif saat Cantika menyodorkan minuman kepadanya.


"Sayang kamu tau ngga, aku ngundang mbak Vita loh" ucap Cantika antusias.


Uhuk

__ADS_1


Uhuk


Arif tiba-tiba tersedak minumannya saat Cantika menyebutkan nama Vita, Cantika tersentak lalu menyerahkan tisu kepada Arif.


"Sayang kamu kenapa? Kok bisa keselek gitu? " tanya Cantika heran.


"Gak kenapa napa sayang, emang mbak Vita itu siapa? " tanya Arif penasaran.


"Dia desainer yg buatin gaun pertunangan aku kemarin, yg di Surabaya itu loh" Jawab Cantika.


Deg!


Jantung Arif seketika berdetak kencang, 'jangan jangan dia' pikir Arif dalam hati. Arif terlihat gugup dan sedikit gelisah karena memikirkan ucapan Cantika, Cantika yg melihat perubahan pada Arif langsung merasa heran.


"Sayang kamu kenapa? Kok kayaknya gelisah gitu? Kamu kenal sama mbak Vita? " tanya Cantika menyelidik.


"Ahh ngga kok sayang, cuma saja namanya mirip dengan teman SMP ku dulu" jawab Arif pura-pura tenang.


"Ohh mungkin aja sayang, soalnya kata tante Amel dulu dia pernah tinggal di Jakarta" ucap Cantika membuat Arif semakin gelisah.


Gluk! 'Mati aku' batin Arif, tapi kemudian dia segera menepis pikiran nya, mungkin hanya kebetulan saja pikirnya.

__ADS_1


Akhirnya Arif mengajak Cantika untuk pulang ke rumah karena hari sudah semakin larut malam.


__ADS_2