
Arif mengacak rambutnya karena frustasi, dia baru saja memutuskan hubungan nya dengan vita, entah kenapa hatinya benar-benar sakit saat melihat vita dipeluk oleh budi, dia melihat dari sorot matanya budi sangat menyayangi vita, dia ingin menyerah tapi dalam lubuk hatinya dia masih mencintai vita, dia merasa galau pikiran nya kacau. Dia tak sadar bahwa dirinya pun bersalah, dia tak pernah melihat vita semarah itu sampai menampar pipinya. Dia tak habis pikir kenapa Nanda bisa melakukan hal nekad seperti tadi, dia memegangi bibirnya dan dia berteriak frustasi, selama ini dia menahan dirinya agar tidak menodai vita akan tetapi malah orang lain yg menodai dirinya.
Jam menunjukkan pukul 11 malam, arif kemudian bersiap-siap untuk pulang ke rumah, dia berpamitan dengan sopyan, sopyan menghampiri arif dan menepuk bahunya memberikan semangat kepada arif, arif hanya tersenyum kecut dan menganggukkan kepala saja. Lalu dia segera bersiap pulang ke rumah, arif menyalakan motornya lalu mulai menjalankan nya perlahan, sepanjang jalan ia terus terbayang-bayang adegan tadi saat vita menampar nya dan meneriaki nya. Rasa sesak kembali merasuki hatinya, dia menepi sejenak untuk menetralkan perasaan nya. Saat dia sedang melamun dia mendengar suara teriakan minta tolong dari seorang perempuan, arif terkejut dan segera menghampiri arah suara tersebut. Tak jauh dari sana ada seorang perempuan sebayanya yg sedang menangis di pinggir jalan, pakaiannya sebagian ada yg robek dan rambutnya sangat berantakan. Arif segera menghampiri perempuan itu lalu bertanya ada apa, akan tetapi perempuan itu seperti ketakutan, dia mundur perlahan melihat arif sambil terus menangis, arif kebingungan dan mencoba menenangkan perempuan tersebut.
__ADS_1
"Tenang, saya bukan orang jahat. Saya antar kamu pulang ya" ucap arif lembut.
"Tidak!! Pergi kamu pergi!!! " teriak wanita itu ketakutan. Arif semakin frustasi, dia bingung harus bagaimana meyakinkan gadis itu, dia berpikir jangan-jangan dia korban pelecehan. Arif terus mencoba mendekati nya sampai tiba-tiba gadis itu pingsan, arif semakin panik lalu meminta bantuan disekitarnya. Lalu ada 3 orang warga yg sedang ronda melintas, mereka kebingungan melihat arif dan kondisi gadis tersebut, arif pun menjelaskan lalu mereka berempat berinisiatif membawa gadis itu ke rumah sakit dengan di bonceng bertiga agar gadis itu tidak jatuh, motor arif dia titipkan kepada salah satu warga yg tadi tidak ikut mengantarkan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, dia memanggil perawat untuk memeriksa gadis tersebut, perawat berlarian membawa ranjang pasien dan mereka segera menidurkan nya di sana lalu membawanya ke ruang IGD. Arif menunggu di luar ruangan dengan perasaan cemas, salah satu perawat menanyakan Identitas gadis tersebut tetapi arif tidak mengenalnya, dia lalu menjelaskan kronologi pertemuan dia dan gadis itu, sang perawat menganggukkan kepala nya paham lalu meminta arif untuk menjadi walinya. Lalu arif di minta untuk ke bagian administrasi untuk pembayaran tindakan selanjutnya dan juga biaya ruang rawat inap, untung saja arif mempunyai tabungan di ATM nya.
"Siapa sebenarnya gadis itu? Wajahnya seperti aku pernah melihat nya tapi dimana? " gumam arif perlahan sambil terus menatap gadis itu dari balik jendela. dia merasa seperti pernah bertemu dengan gadis itu akan tetapi dia tidak ingat kapan dan dimana.
__ADS_1