Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
gangguan


__ADS_3

Setelah selesai makan, arif mulai angkat bicara dengan vita.


"Beb kamu ada masalah apa sih? Cerita dong sama aku, gak biasanya kamu seperti ini? " tanya arif yg penasaran.


Seketika vita jadi kikuk, dia bingung harus bagaimana memberitahukan arif kalau dirinya akan pindah.


"Ehm itu.. Aku... Emmm... " jawab vita gugup


"Emm itu apa beb..? "


"Sebenarnya aku.. Aku... Itu... " jawab vita terbatas


Arif memandang vita dengan heran, juga penasaran. Sebenarnya vita mau ngomong apa sih kok kayak nya gugup banget, batin arif


"Ngomong apa sih beb? Yg jelas dong" tanya arif dengan lembut dan sabar.


"Itu beb sebenarnya aku.... "


"Vita....!!! " tiba2 ada seseorang yg memanggilnya dan ternyata adalah fajar.


Fiuhh untung ada fajar datang, jantung gue rasanya pengen loncat barusan batin vita.


"Iya kenapa jar? "


"Dicariin pak dadang tuh, disuruh ke ruang guru sekarang" jelas fajar.


"Ohh, oke gue kesana" sahut vita lalu dia segera beranjak dari duduknya tapi seketika tangan nya di tahan oleh arif,

__ADS_1


"Kamu belum selesai ngomong tadi, main pergi aja" kata arif yg masih penasaran.


"Nanti aja ya sepulang sekolah, aku mau ketemu pak dadang dulu ya" tukas vita lalu dia berlari meninggalkan arif yg termenung sendiri di kantin.


Sebenarnya vita mau ngomong apa sih, bikin aku makin penasaran aja, batin arif lalu dia pun membayar makanan dan pergi ke aula.


Sore hari......


Vita pulang sekolah diantar oleh arif dengan menggunakan sepeda motor, vita sengaja tidak di antar supir karena dia ingin menghabiskan sisa waktunya bersama arif sebelum dia pindah ke Surabaya, sepanjang jalan vita diam sambil memikirkan bagaimana caranya memberitahukan arif tentang kepindahannya, sebenarnya sederhana saja ya tinggal ngomong aja tapi rasanya berat bagi vita.


Sesampainya di depan rumah vita, vita langsung turun dan menyerahkan helm kepada arif.


"Masuk dulu yuk" ajak vita


"Engga usah beb aku langsung aja mau jemput ibuku" tolak arif


"Kenapa beb? " tanya vita heran


"Kamu belum cerita sama aku yg tadi di kantin" jelas arif.


Vita seketika terdiam, ada keraguan di matanya yg terbaca oleh arif.


Sebenarnya vita ragu, tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk memberitahukan hal itu kepada arif.


"Beb sebenarnya aku.. " belum sempat vita menjelaskan tiba2 handphone arif berdering.


Drettt

__ADS_1


Dreett


Dreett


"Beb handphone kamu bunyi" kata vita


"Iya nanti aja aku jawab" elak arif


"Ck, angkat dulu siapa tau penting" suruh vita


Akhirnya mau ga mau arif angkat, ternyata telpon dari ibunya yg memintanya segera menjemput. Arif hanya mengangguk lalu memutuskan telponnya.


"Aku pulang ya, ibu udah nunggu" jelas arif lalu menyalakan motornya. Vita menatap kepergian arif dengan rasa bersalah karena dia masih belum berani memberitahukan kepindahannya. Sedikit saja celah tadi tetapi ada saja halangannya. Akhirnya vita pun masuk ke dalam rumah, dia masuk ke dalam kamar dan langsung membersihkan dirinya.


malam hari......


vita lalu turun ke bawah untuk makan malam, disana ada tante rina mamanya vita sedang menyusun makanan di meja makan, melihat anaknya turun tante rina langsung menyendokan makanan ke piring lalu diberikan kepada vita.


"papa belum pulang mah? " tanya vita karena tak terlihat papanya di meja makan.


"belum sayang, papamu sedang mengurus surat2 kepindahan kita mungkin sampai malam, kamu sudah bilang ke teman2 kamu kalau kamu mau pindah? " tanya tante rina. vita hanya mengangguk saja.


"belum mah, baru alin sama yuli yg tau yg lain vita gak bilang" jelas vita sambil mengangkat bahunya.


"ohh" jawab tante rina.


"arif sudah kamu kasih tau? " tanya tante rina, seketika vita menghentikan makannya.

__ADS_1


__ADS_2