
Hari yg di tunggu pun tiba, Cantika dan Arif sudah berada di altar tempat mereka akan bertukar cincin.
Semua tamu undangan telah hadir, mereka semua tampak menyalami tuan rumah dan juga pasangan yg berbahagia itu.
Vita dan Budi baru saja tiba, mereka menulis di buku kehadiran sebelum masuk ke dalam gedung, seketika mata Vita menbulat saat melihat foto yg terpasang di pintu masuk.
"Tak mungkin" ucapnya sambil membekap mulutnya.
Budi tak kalah terkejut dari Vita, ternyata yg bertunangan hari ini adalah mantan kekasih nya Vita.
Budi menggenggam tangan Vita, dia tersenyum mencoba menghibur Vita, Vita menoleh dan menatap Budi.
"Aku tak apa apa, semua sudah masa lalu" ucap Vita.
"Aku percaya padamu, ayo kita masuk" ajak Budi lalu mereka pun masuk ke dalam.
Vita bertemu dengan beberapa teman sekolah nya dulu, mereka merasa kagum melihat Vita sekarang yg sudah sukses, vita melirik ke arah Cantika dan Arif, mereka nampak sangat bahagia, ada sedikit rasa sakit dalam hati vita tapi segera dia tepis.
'Dia hanya masalalu, sedang kan mas Budi adalah masa depan ku' ucapnya dalam hati
Cantika yg melihat kedatangan vita lalu berjalan menghampiri nya, dia menepuk bahu vita, vita menoleh lalu tersenyum.
__ADS_1
"Alhamdulillah mbak bisa datang di hari bahagia ku" ucap Cantika sambil memeluk vita.
"Selamat ya, semoga di lancarkan sampai hari pernikahan mu" Vita memberikan selamat kepada Cantika.
"Terima kasih, ayo aku kenalkan pada tunangan ku" ajak Cantika antusias.
"ehh Cantika, aku... " vita terdiam saat Cantika menarik tangannya.
Arif sedang berbincang dengan teman SMA nya, tiba-tiba Cantika memanggilnya.
"Sayang, kenalin ini mbak Vita" ucap Cantika.
"Hai, saya Vita" sapa Vita berpura-pura tidak mengenalnya.
Arif terkejut, lalu dia pun paham dengan maksud Vita.
"Arif, Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk datang kesini"
"sama-sama, Cantika aku kesana dulu ya" ucap Vita enggan berlama-lama bertatapan dengan Arif.
Vita berjalan menghampiri Budi, Budi merangkul pinggang Vita lalu membisikkan sesuatu, Arif yg menatapnya merasa panas.
__ADS_1
'Ternyata mereka masih bersama, dasar supir tak tahu malu' rutuk Arif dalam hati.
Arif berniat mempermalukan Budi, dia pun berjalan menghampiri Vita dan Budi.
"Lihat siapa yg datang bersama mantan kekasih ku? " ledek nya.
Budi tersenyum miring saat mendengar ucapan Arif, dia pun berpura-pura santai saja. sedangkan Vita terlihat sedikit emosi.
"Selamat untuk pertunangan mu Pak Arif, semoga kalian bahagia dan dilancarkan sampai hari H" ucap Budi.
"Terima kasih, semoga kalian cepat menyusul, BTW, apa kau tak malu berhubungan dengan seorang supir, Vit? " ledek nya.
Vita ingin menyela ucapan Arif tapi Budi mencegahnya, Arif tersenyum sinis menatap Budi yg baginya seperti orang yg tak tahu malu dan hanya menumpang hidup kepada Vita.
"Seperti nya Pak Arif salah sangka" ucap Budi.
"Maksudnya? memang benar kan kau hanya seorang supir yg mencoba merayu Vita agar dia mau menerima mu dan bersedia berpacaran denganmu, cih memalukan" decak Arif sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Budi hanya tersenyum, dia merasa lucu dengan sikap Arif, "Apakah Pak Arif masih belum bisa merelakan mantan kekasih nya? sampai repot repot mencela saya" sindir Budi.
Arif kesal, dia mengeraskan rahangnya, tangannya terkepal, dia hendak memukul Budi tapi tiba-tiba ada suara yg mengejutkan nya.
__ADS_1