
"Maaf aden cari siapa? " tanya mang dadan setelah membukakan gerbang. "Maaf apakah benar ini rumah vita hapsari? " tanya arif kepada mang dadan.
"Iya betul, aden temannya non vita? " tanya mang dadan penasaran.
"Iya saya temannya dari jakarta, apa vita nya ada di rumah? " jawab arif lalu dia menanyakan keberadaan vita karena yg dia lihat rumah itu sangat sepi.
"Ohh non vita nya lagi di bawa ke rumah sakit dengan, tadi non vita pingsan" jelas mang dadan, seketika arif terkejut mendengar penuturan mang dadan.
"Apa?? Pingsan? Di bawa ke rumah sakit mana pak? " tanya arif tegang. "Rumah sakit umum surabaya mas. Mas nya naik taksi saja nanti minta di antar ke rumah sakit umum gitu, supir sini tau semua kok" mang dadan memberikan petunjuk kepada arif. Arif yg kadung khawatir langsung memesan taksi dan meminta di antarkan ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan arif terus meremas tangannya, dia sangat menghawatirkan vita, tadinya dia pikir vita akan terkejut saat melihat kedatangan nya akan tetapi malah dia yg dibuat terkejut oleh vita.
__ADS_1
Sementara di rumah sakit, vita baru saja dipindahkan ke ruang inap VVIP oleh para perawat, disana ada budi, tante rina dan si mbok yg setia menemani, tante rina terus saja menangis karena vita belum juga sadar. Budi yg melihat itu merasa tak tega lalu mengusap bahu tante rina.
"Tante yg sabar ya, vita pasti akan segera siuman" hibur budi kepada sang tante.
"Tante merasa bersalah budi, Vita sakit tetapi tante malah gak ada untuk dia" ucap tante rina sambil sesegukan.
"Tidak ada yg mengetahui kapan musibah itu terjadi tante, mari kita sama-sama berdoa untuk kesembuhan vita ya tan" ucap budi mencoba menghibur tante rina, tante rina mengusap airmata nya lalu mencium punggung tangan vita.
"Bangun sayang, mama sangat menghawatirkan mu. " ucap tante rina sambil menciumi tangan putrinya..
"Iya nyonya ayo pulang sama saya, nanti malam nyonya bisa kesini lagi sama tuan" timpal si mbok yg juga kasihan melihat sang nyonya.
__ADS_1
"Baiklah tante titip vita ya, kalau dia sudah sadar segera hubungi tante ya budi" jawab tante rina kemudian dia mencium kening vita dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Saat tante rina hendak keluar dari rumah sakit, dia berpapasan dengan arif, arif yg melihat tante rina langsung menghampiri dan mencium tangannya.
"Arif, kamu kok ada disini? Sama siapa nak? " tanya tante rina
"Arif sendiri tante, tadi arif ke rumah tapi kata orang disana vita sedang dirawat, vita sakit apa tante? " jawab arif dengan nafas yg terengah-engah karena dia tadi setengah berlari karena mencemaskan vita. Tante rina yg melihat arif terengah-engah merasa kasihan lalu dia berkata sambil tersenyum.
"Vita demam tinggi, sekarang masih belum siuman, bantu doa ya Rif untuk kesembuhan vita" ucap tante rina sambil mengusap kepala arif. Sejujurnya tante rina suka dengan pribadi arif yg sopan dan juga penyayang, apalagi dia tak pernah macam-macam terhadap putrinya.
"Dimana ruangannya tante? Arif mau kesana" tanya arif.
__ADS_1
"Di lantai 4,VVIP 2" jawab tante rina, arif pun mengangguk lalu dia bergegas menuju lantai 4,dia sudah sangat tidak sabar ingin bertemu sang pujaan hati.
"Ya ampun aku lupa, di atas kan ada budi? Semoga tidak ada kesalah pahaman di antara mereka" gumam tante rina, dia merutuki dirinya yg sampai melupakan vita yg hanya dijaga oleh budi seorang diri.