
HAPPY READINGš„°
Cantika dan Arif sudah tiba di bandara, mereka menukar tiket online nya terlebih dahulu di kasir lalu menunggu jadwal pemberangkatan sekitar setengah jam lagi. Mereka berdua beserta tante Amel duduk di ruang tunggu sambil berbincang. Sementara di tempat lain Vita dan Budi baru saja tiba di bandara. Mereka langsung menuju Gate pemberangkatan luar negara karena pesawat yg akan di naiki oleh Budi akan terbang 15 menit lagi.
Sebelum masuk ke dalam, Budi menghentikan langkah nya dan menggenggam tangan Vita erat, Vita dapat melihat ketidak relaan Budi saat ini. Budi menatap mata Vita sangat dalam lalu dia memeluk Vita. Dapat Vita rasakan debaran jantung milik Budi, Vita mengusap punggung Budi mencoba menenangkan nya. Hingga akhir nya Budi pun melepaskan pelukan nya dan mencium kening Vita.
" jaga diri ya selama aku disana, ingat jangan nakal selama aku pergi. " ancam Budi kepada Vita, Vita hanya terkekeh mendengar penuturan dari kekasihnya. Lalu kedua tangan Vita menangkup kedua pipi milik Budi dan mengecup bibir Budi sekilas membuat mata Budi membulat sempurna.
" aku janji akan jaga diri selama mas pergi, tapi mas juga janji. Jangan terpikat dengan bule2 disana ya. " ucap Vita sambil memonyongkan bibirnya.
Budi tertegun beberapa saat, hingga suara mikropon menyadarkan lamunannya. Budi tersenyum dan kemudian mengeluarkan sebuah kotak. Vita menatap kotak kecil itu dan dia sangat terkejut saat Budi membukakan kotak tersebut dan ternyata isinya sebuah kalung yg sangat indah.
" mas ini.... " ucap Vita terbata, Budi mengangguk lalu memakaikan kalung tersebut di leher Vita. Vita sangat bahagia memakai kalung pemberian dari Budi. Senyum nya merekah membuat Budi semakin gemas. Budi lalu mengacak rambut Vita, Vita mendengus kesal karena rambutnya di acak oleh Budi.
__ADS_1
" kamu suka? " tanya Budi.
" suka banget mas, makasih ya" jawab Vita lalu memeluk Budi kembali, Budi pun segera masuk ke dalam pesawat karena sebentar lagi pesawatnya akan terbang, dia melambaikan tangan ke arah Vita begitupun sebaliknya.
Saat Vita membalikkan badan, Vita terkejut melihat seseorang yg sedang menatap nya. Orang itu adalah Cantika, dia tadi hendak ke toilet akan tetapi saat di tengah jalan dia melihat Vita bersama dengan seseorang. Dia merasa penasaran lalu melihat adegan 2 kekasih itu sambil senyum2 sendiri.
" mbak Cantika.. " ucap lirih Vita.
" ahh iya, kebetulan sekali ya mbak kita ketemu disini. itu tadi kekasih saya. Dia mau ke luar negeri jadi saya antar kesini. Mbak sendiri sedang apa disini? " jawab Vita sedikit canggung karena dia yakin kalau Cantika melihat semuanya.
" saya mau pulang ke Jakarta mbak, kebetulan tunangan saya datang menjemput kemarin, jadi hari ini bisa pulang sama-sama. " jelas Cantika sambil tersipu malu.
Vita mengangguk paham, lalu dia pun pamit karena harus kembali ke butik, sedangkan Cantika kembali ke ruang tunggu karena sebentar lagi pesawat nya akan segera berangkat.
__ADS_1
" kamu darimana saja? Ke toilet kok lama bener? " tanya tante Amel penasaran.
" oh, itu tante tadi aku bertemu dengan mbak Vita. " jawab Cantika sambil mengambil kopernya.
DEG
Arif seketika tertegun mendengar jawaban dari Cantika, seketika dia teringat dengan mantan kekasih nya.
" mbak Vita sama siapa Tik? " tanya tante Amel kembali.
" sama pacarnya tan, tadi dia nganter pacarnya yg mau ke LN. " Jawab Cantika kembali, tante Amel menganggukkan kepala nya tanda mengerti, sedangkan Arif sedari tadi hanya diam sambil melamun.
Cantika dan Arif akhirnya kembali terbang ke Jakarta, ada sedikit rasa penasaran di hatinya tentang kedekatan Cantika dan juga Vita. Apakah Vita yg di maksud adalah Vita mantan kekasih nya atau bukan. Tetapi dia enggan untuk menanyakan karena takut kalau Cantika akan merasa curiga padanya.
__ADS_1