Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Ke Jakarta


__ADS_3

"Sebenarnya malam itu mama bertemu dengan arif di lobby rumah sakit" jelas tante rina.


Vita sangat terkejut mendengar perkataan dari tante rina, dia benar-benar tidak menyangka bahwa arif akan benar-benar datang ke surabaya. Dia membekap mulut nya menahan rasa terkejut nya sambil menggelengkan kepala nya tidak percaya. Lalu tante rina menyerah kan tas totebag yg ada di atas meja kepada Vita dan meminta dia untuk membuka nya. Vita langsung menangis melihat isi tas tersebut ternyata adalah barang2 yg selama ini dia inginkan. Ada juga beberapa note dari alin dan juga dari yuli, dan dia sangat terkejut saat membaca tulisan dari arif.


"Dear Vita, ini adalah hadiah kecil yg aku beli dengan hasil keringat ku sendiri, aku sekarang bekerja di tempat sopyan, agar aku bisa memberikan mu kejutan. Semoga kau suka dengan kejutan ku ini. I love you... Arif "


Vita langsung menangis memeluk tante rina, dia merasa bersalah karena tak sempat bertemu dengan arif malam itu. Vita menangis sesegukan di dalam pelukan tante rina. Budi yg melihat itu merasa tak tega. Lalu dia mulai angkat bicara.

__ADS_1


"Sebenarnya malam itu, saat kamu belum sadarkan diri, hanya ada saya yg menemani kamu di ruang rawat inap, tiba-tiba ada seorang pria datang dengan wajah yg sangat kesal, saat saya tanya dia siapa dia langsung memukul saya dan langsung pergi begitu saja. " ucap budi menjelaskan semuanya. Vita langsung menengok ke arah budi dan dia semakin terisak. Dia berpikir pasti arif sudah salah paham kepadanya. Vita semakin terpukul karena saat ini arif pasti sedang membenci dirinya yg berpikir kalau Vita telah menghianati nya. Tante rina yg mengerti perasaan Vita langsung menenangkan Vita, dia mengusap-usap punggung Vita dengan lembut.


"Mama mengerti bagaimana perasaan kamu sayang, maka dari itu ayo kita ke jakarta. Kita jelaskan semua nya kepada arif agar kesalah pahaman ini segera berlalu. " ucap tante rina sambil menangkup pipi Vita.


"Ma-mama serius? Kita akan ke jakarta? " tanya Vita sambil sesegukan.


Vita langsung memeluk mamanya kembali, dia mengusap airmata nya dan tersenyum senang, dia mengucapkan terimakasih berkali-kali kepada tante rina karena sangat mengerti dirinya. Budi yg melihat itu hanya tersenyum. Walaupun hatinya saat ini sedang merasa sakit karena melihat hubungan Vita yg akan segera berbaikan dengan arif. Tetapi dia tak ingin egois. Apapun demi pujaan hatinya meskipun dia harus merelakan kebahagiaan nya sendiri yg penting dia bisa melihat Vita bahagia.

__ADS_1


Akhirnya hari yg ditunggu tiba, Vita saat ini sudah berada di bandara bersama dengan tante rina dan juga budi, om adnan tidak bisa ikut karena ada rekan bisnis dari Singapura yg datang ke surabaya untuk membahas proyek baru mereka. Vita terlihat sangat senang, tak lupa dia memberi kabar kepada kedua sahabat nya bahwa dia akan ke jakarta, tentu saja kedua sahabat nya itu sangat senang, Vita berpesan kepada mereka jangan memberitahukan dulu kepada arif karena Vita akan memberikan kejutan kepada arif. Mereka berdua pun mengiyakan.


"Sampai bertemu di jakarta Rif.... " ucap Vita dalam hati, budi sedari tadi terus saja memperhatikan Vita yg tampak senang, sedangkan hatinya saat ini sedang merasakan galau, sebenarnya dia enggan untuk ikut tapi karena om adnan sudah menitipkan amanah kepada budi untuk menjaga istri dan juga putri nya mau tak mau dia ikut ke jakarta.


"Aku harus siap dengan semua kejadian yg akan aku lihat, dan semoga aku bisa mengontrol emosiku" batin budi sambil menatap ke arah depan.


Akhirnya mereka pun naik ke dalam pesawat. Vita duduk bersama mamanya sedangkan budi duduk di kursi belakang sendirian. Dia memandang keluar jendela pesawat. Hatinya semakin berdebar-debar tidak karuan. Dia lalu menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan, dia ulangi beberapa kali sampai hatinya tenang kembali. Sedangkan Vita saat ini sedang berbahagia karena dia akan segera bertemu dengan kedua sahabat dan juga kekasih hatinya.

__ADS_1


__ADS_2