
Setelah beberapa jam di pesawat akhirnya vita, tante rina dan juga budi tiba di jakarta. Mereka di sambut oleh anak buat om adnan yg akan mengantarkan mereka bertiga untuk menginap di salah satu hotel di jakarta. Budi duduk di kursi depan sedangkan vita dan mamanya di kursi belakang. Vita menatap keluar jendela dengan senyum yg mengembang terus di bibirnya. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sahabat nya dan juga dia sudah sabar ingin berjumpa dengan arif.
Mobil tiba di lobby hotel, dan mereka bertiga langsung turun dari mobil dan segera masuk ke dalam hotel, budi melakukan reservasi sedangkan Vita dan tante rina menunggu sambil duduk di sebuah sofa, budi memesan 2 kamar, satu untuk nya dan satu lagi untuk tante rina dan Vita. Setelah reservasi budi langsung menghampiri Vita dan tante rina, budi menyerahkan kunci kepada tante rina dan office boy menghampiri mereka dan membantu membawakan koper2 mereka.
Ting...
Pintu lift terbuka, saat ini mereka berada di lantai 24,vita dan juga tante rina segera masuk ke dalam kamar setelah sebelumnya dia memberikan uang tip kepada sang office boy, office boy tersebut sangat senang karena uang tip yg diberikan lumayan besar. Budi juga masuk kedalam kamarnya dan langsung mandi karena dia merasa sangat lelah. Vita berjalan ke arah balkon dan melihat pemandangan kota jakarta pada malam hari yg sangat indah dengan banyaknya kerlip-kerlip lampu gedung dan juga kendaraan yg berlalu lalang, Vita lupa memberitahukan alin kalau dia sudah sampai di jakarta, dia pun segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada alin dan yuli. Rencana nya besok pagi mereka akan mengunjungi Vita di hotel untuk menyusun rencana kejutan untuk arif.
Tante rina baru saja selesai mandi, dia melihat ke arah putri nya yg sedang asik memainkan ponsel sambil tersenyum, tante rina tersenyum simpul melihat putrinya yg nampak bahagia, dia pun lalu menghampiri Vita dan memintanya untuk mandi, setelah itu mereka akan pergi untuk makan malam di lantai bawah. Vita mengangguk lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Tante rina mengambil ponsel miliknya lalu mengirimkan pesan kepada suaminya bahwa mereka sudah sampai di jakarta dan sudah berada di hotel.
Setelah magrib mereka bertiga lalu turun ke lantai bawah untuk makan malam, Vita berjalan di depan bersama dengan tante rina sedangkan budi mengikutinya di belakang, Vita yg melihat sikap budi merasa ada yg aneh, pasalnya selama perjalanan sampai dengan sekarang budi sama sekali tak berbicara dengan Vita, biasanya dia selalu cerewet kepada Vita tapi saat ini Vita melihat budi sangat dingin kepada nya. Vita hanya mengangkat bahunya tidak perduli karena saat ini hatinya sedang senang.
Setelah makan malam mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Tak ada perbincangan di antara budi dan Vita membuat tante rina bingung, ada apa dengan mereka pikir tante rina, tapi segera tante rina paham bahwa mungkin saat ini budi sedang merasa cemburu karena Vita akan bertemu dengan arif. Saat Vita masuk ke dalam kamar, tante rina tidak langsung ikut masuk, dia memanggil budi ingin mengajak nya berbicara. Budi yg merasa terpanggil langsung menghampiri tante rina.
__ADS_1
"Sabar ya budi, jika memang Vita adalah jodohmu dia pasti akan menjadi milikmu" ucap tante rina sambil mengusap bahu budi. Budi mendengar ucapan tante rina hanya tersenyum getir lalu dia menganggukkan kepala nya menandakan iya, lalu dia pun izin kembali ke kamarnya.
Esok harinya alin dan juga yuli sudah tiba di hotel, dia mengirimkan pesan kepada Vita lalu mereka menunggu di lobby sambil duduk di salah satu sofa yg ada disana, tak lama pintu lift terbuka dan terlihat Vita dengan wajah sumringah nya berlari menghampiri sahabatnya itu, mereka betiga berpelukan melepas rasa rindu.
"Gue kangen kalian" ucap Vita.
"Kita juga kangen sama lo" balas mereka berdua.
Mereka berdua mengangguk dan langsung menuju kamar Vita di lantai 24,setelah sampai di kamar mereka berdua bersalaman dengan tante rina dan disana juga ada budi. Alin dan juga yuli melongo melihat ketampanan budi,mereka terus saja melotot sampai Vita menyenggol tangan mereka barulah mereka berdua tersadar dan tersenyum malu.
"Vit itu siapa? " tanya alin.
"Iya Vit, ganteng banget kayak MC di novel2" tambah yuli sambil terkekeh.
__ADS_1
"Hehe itu mas budi, supir sekaligus bodyguard gue, dy yg kemarin di pukul sama arif karena salah paham" jelas Vita kepada kedua sahabat nya. Mereka berdua langsung membulat kan bibir mereka dan pikir mereka pantas saja jika arif cemburu karena budi lebih tampan daripada arif.
"Jadi gimana rencana kita nanti malam? " tanya Vita sambil mengunyah cemilan nya.
"Yg gue dengar arif kerja di kafe sopyan" jelas alin.
"Terus kita ngejutin dia di kafe nya gitu? " tanya yuli bingung.
"Ya iyalah.... " jawab alin dan Vita berbarengan lalu mereka tertawa bersama-sama. Tante rina dan budi mendengar tertawa mereka bertiga langsung menoleh dan menggelengkan kepala melihat tingkah laku tiga anak gadis tersebut.
"Yaudah kalo gitu nanti kita janjian di jalan boni dekat kafe sopyan ya jam 7 malam" ucap Vita.
"Siap laksanakan...! " ucap alin dan yuli hampir berbarengan. Lalu mereka kembali tertawa.
__ADS_1