
HAPPY READINGš„°
Vita dan Budi sedang dalam perjalanan pulang dari butik, sepanjang jalan Budi terus saja menggenggam tangan Vita. Dia enggan sekali berpisah dengan Vita karena besok dia harus berangkat ke Singapura.
Vita sedari tadi mencoba menghibur Budi dengan bercerita hal2 yg lucu, Budi sesekali terkekeh mendengar cerita Vita, apalagi cerita saat dulu Alin dan Yuli masih SMP. Budi tak tahan sampai terngakak mendengarnya. Vita merasa senang melihat Budi tertawa karena sedari tadi di butik dia selalu terlihat murung.
Mobil mereka berhenti karena lampu merah, Budi mencium tangan Vita berkali-kali sebagai tanda Terima kasih nya karena Vita sudah menghibur nya.
"Makasih ya sayang, karena ceritamu aku sedikit merasa lega. Aku siap untuk berangkat besok " ucap Budi sambil menatap Vita.
__ADS_1
" sama-sama mas, semangat ya! Aku akan menunggumu pulang disini " timpal Vita balas menatap Budi, Budi lalu memeluk erat Vita. Dia merasa bersyukur karena memiliki kekasih yg mempunyai pemikiran yg dewasa seperti Vita.
Mereka tidak sadar, di seberang sana ada sepasang mata yg sedang menatap kearah mereka dengan tatapan yg kaget. Setelah beberapa saat Budi pun melepaskan pelukan nya dan mencium kening Vita.
Arif yg menyaksikan adegan itu mengencangkan rahangnya. Dia juga mengepalkan tangannya, dadanya bergemuruh melihat mantan kekasihnya di peluk oleh Budi. Entah mengapa dia masih merasa tidak rela melihat Vita bersama dengan pria lain padahal sebentar lagi Arif akan bertunangan dengan Cantika.
' aku tak akan membiarkan pria itu merebutmu dariku, Vita ' ancam Arif dalam hati. Arif terus saja menatap ke arah Vita dan Budi sampai-sampai dia tidak sadar kalau Cantika memanggilnya sedari tadi.
" ahh, tidak ada sayang. Itu tadi aku liat pengemis di seberang sana" bohong Arif.
__ADS_1
" pengemis?mana? " tanya Cantika celingukan. Akan tetapi mobilnya sudah bergerak meninggalkan tempat tadi, sehingga dia tidak dapat melihat pengemis yg di ucapkan oleh Arif. Cantika hanya mendengus saja lalu kembali bersandar di pundak Arif.
Tak lama mobil mereka pun tiba di rumah tante Amel. Cantika dan juga Arif langsung turun dan masuk ke dalam, mereka bertiga di sambut oleh bi Susi, pembantunya tante Amel. Tante Amel lalu meminta bi Susi untuk mengantarkan Arif ke kamar tamu. Sedangkan Cantika tidur di kamar atas bersama tante Amel, tante Amel adalah seorang janda. Anaknya yg bernama Surya tinggal diluar negeri bersama istrinya yg bernama Angelina dan anaknya yg bernama Angkasa.
Tante Amel tinggal berdua saja bersama bi Susi, sehingga saat Cantika datang menginap di sana tante Amel sangat senang, karena dia tidak merasa kesepian.
Mobil Budi tiba di pelataran rumah Vita, Vita lalu turun setelah sebelumnya dia mencium tangan Budi berpamitan seperti biasa. Rencananya Vita besok pagi akan mengantarkan Budi ke bandara. Karena Budi sangat ingin di antar oleh Vita sebelum dia berangkat keluar negeri.
.
__ADS_1
.
Esok paginya, Cantika dan Arif baru selesai sarapan di temani oleh tante Amel. Mereka bertiga lalu segera bersiap untuk berangkat menuju bandara. Begitupun dengan Vita, dia juga sudah siap untuk mengantarkan Budi ke bandara, tiba-tiba bunyi klakson mobil terdengar. Vita mencium tangan mamanya dan meminta izin untuk pergi. Dia lalu segera berlari keluar dan menghampiri mobil Budi. Vita segera masuk dan Budi langsung menjalankan mobilnya menuju bandara.