
Akhirnya mereka tiba di salah satu mall, tidak terlalu besar tetapi disini paling komplit untuk perlengkapan sekolah. Mereka lalu turun dan masuk ke dalam, Vita mulai melihat-lihat ke kiri dan kanan.
Dia menghampiri toko seragam dan memesan sesuai ukuran nya, setelah selesai mereka lanjut ke toko sepatu, Vita membeli 4 buah sepatu dengan berbeda warna sesuai dengan kebutuhan sekolah nya, setelah selesai mereka lanjut lagi ke toko buku dan lain-lain nya. Budi ikut memilihkan barang-barang yg diperlukan oleh Vita, Vita tidak menolak dia justru malah senang ada yg membantunya disaat dia tengah bingung karena pilihan nya semua bagus-bagus. Setelah membayar kini mereka ke toko terakhir yaitu toko tas. Disini Vita mulai kebingungan pasalnya semua tas disini bagus-bagus.
Vita meminta budi untuk membantu memilihkan tas yg bagus untuknya, tetapi budi juga terlihat kebingungan.
"Mas budi ini bagus gak? " tanya Vita.
"Bagus nona" jawab budi.
"Tapi ini kurang besar, klo yg ini bagus ga? " tanya Vita lagi.
"Itu juga bagus nona" jawab budi.
"Tapi yg ini kebesaran, duh aku pusing deh yg mana ya yg pas buat aku? " tanya Vita kebingungan sambil memegang 2 tas dengan model yg berbeda.
"Mas budi bantuin aku dong jangan diem aja" rengek Vita manja karena dia sudah mulai lelah, budi yg melihat Vita seperti kelelahan lalu meminta Vita untuk duduk terlebih dahulu. Lalu dia menyodorkan air minum untuk Vita, Vita yg sadar kalau dia sudah lelah lalu mengambil air itu dan meminumnya sampai habis setengah botol. Dengan nafas yg terengah-engah dia pun mengelap bibirnya yg basah bekas minum tadi.
"Pelan-pelan minumnya nona" ujar budi sambil tersenyum.
"Aku haus banget mas, makasih ya air nya, mas budi tau aja klo aku lagi haus" timpal Vita sambil duduk bersandar di sofa yg ada di toko tersebut.
"Iya sama-sama nona, nona duduk dulu saja biar saya yg carikan tasnya" ujar budi lalu dia pergi mencari tas yg cocok untuk Vita, setelah lama dia melihat-lihat tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah tas yg sangat cantik, tidak besar juga tidak terlalu kecil.
__ADS_1
"Ini pasti pas, semoga nona suka" gumam budi pelan lalu dia membawa tas itu kepada Vita.
"Nona saya menemukan tas ini" ucap budi.
"Wah ini bagus banget, ini juga kayaknya pas deh di aku, mas budi kok pinter banget sih pilih tasnya" ucap Vita merasa kagum dengan tas yg dipilihkan oleh budi. Budi hanya menggaruk lehernya yg tak gatal sebab dia hanya asal memilih saja tetapi dia senang karena Vita menyukai tas pilihannya. Akhirnya Vita mengambil tas itu dan membayar nya, selepas berbelanja mereka berdua merasa lapar dan memutuskan untuk makan siang bersama.
Tibalah mereka di restoran khas itali, mereka langsung masuk dan memesan makanan juga minuman. Disana terlihat sangat ramai untung saja mereka masih kebagian tempat duduk.
"Capek banget ya mas, rasanya abis makan aku pengen buru-buru pulang deh, pengen rebahan" ucap Vita sambil melipat kedua tangannya di atas meja.
Budi yg melihat merasa kasihan, ingin rasanya dia mengelus kepala Vita tetapi dia tak berani.
"Apa sebelumnya nona belum pernah berbelanja seperti ini? " tanya budi.
"Sabar ya nona, mungkin nyonya ingin nona lebih mandiri karena sekarang nona sudah SMA, sudah mendekati dewasa" ucap budi.
"Hmm iya mungkin" jawab Vita sambil mengangkat bahunya.
Akhirnya makanan mereka pun datang, Vita yg sudah kadung kelaparan langsung melahap makanan nya. Budi hanya geleng-geleng saja sambil memperingatkan Vita agar hati-hati takut tersedak. Vita tidak mengindahkan omongan budi karena dia sudah sangat lapar.
Disela sela mereka makan tiba-tiba Vita bertanya kepada budi.
"Mas budi sudah punya pacar? "
__ADS_1
"Uhuukk"
"Uhuukk"
"Uhuukk"
Budi tersedak mendengar pertanyaan Vita, Vita yg kaget langsung menyodorkan minum kepada budi.
"Pelan-pelan mas, sampai keselek gitu" ucap Vita.
"Maaf nona saya kaget tadi" jawab budi sambil tersenyum
"Saya masih singel nona" tambah budi lagi.
"Ohhh, tapi klo gebetan punya kan? " tanya Vita kembali membuat budi tersedak kembali. Vita merasa aneh kok setiap ditanya soal pacar budi selalu tersedak.
"Maaf nona, tetapi saya tidak punya pacar maupun gebetan, saya hanya fokus kerja saja" bohong budi padahal dia sangat menyukai Vita, entah kenapa jawaban budi membuat Vita merasa lesu. Dia seperti mengharapkan kalau budi menyukai nya.
"Duh Vita kamu ini kenapa sih? Masa kamu ngarepin mas budi suka sama kamu. Ada-ada aja deh" gumam Vita dalam hati.
Setelah selesai makan siang mereka pun segera pulang ke rumah, karena Vita juga sudah sangat lelal sampai-sampai dia tertidur di dalam mobil.
"Benar-benar tidak ada rasa waspada sama sekali" kata budi dalam hatinya sambil melirik Vita yg tengah tertidur pulas.
__ADS_1