Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
pelukan pertama


__ADS_3

"Gimana aku mau ngomong mah, tadi sewaktu di kantin aku mau ngomong ehh fajar manggil aku, terus tadi di depan aku mau ngomong lagi ehh ibunya arif telpon." jelas vita sambil memonyongkan bibirnya kedepan.


Tante rina tersenyum sambil geleng-geleng mendengar penjelasan sang putri. Setelah selesai makan vita langsung kembali ke kamarnya.


Sementara ditempat lain, arif baru selesai mandi. Tiba-tiba handphone nya berdering dan ternyata itu telpon dari Nanda.


"Ngapain ya Nanda telpon gue? " batin arif.


Kemudian dia pun mengangkat telpon nya.


Nanda : hallo Rif kamu lagi apa


Arif : beres mandi kenapa?


Nanda : yaelah kamu ketus banget sih sama aku? Rengek Nanda manja


Arif : ada apa? Kalau gak ada yg penting aku tutup ya telpon nya.


Nanda : jangan, aku mau tanya sesuatu.


Arif : tanya apa?

__ADS_1


Nanda : kamu udah tau belum kalau vita dan keluarga nya mau pindah ke Surabaya?


Arif : pindah?? Tanya arif heran.


Nanda : iya pindah? Masa vita gak kasih tau kamu sih, kamu kan pacarnya. Ejek Nanda


Arif : kamu kata siapa? Jangan ngarang deh.


Nanda : dari papa aku, papa aku kan satu kantor sama papanya vita, jadi papanya vita di pindah tugas ke surabaya jadi mereka harus pindah. Yah sedih dong harus LDR? Ejek Nanda dia berharap arif akan kesal dan memutuskan vita, karena Nanda masih mengharapkan arif.


Arif hanya terdiam, lalu memutus telpon nya. Dia cukup terkejut pantas saja vita terlihat berbeda hari ini pikir arif dalam hati. Arif lalu mengirimkan pesan kepada vita, dia ingin mendengar langsung dari mulut vita tentang kebenaran omongan Nanda tadi.


Besoknya.....


"Kamu udah nunggu lama ya? " sapa vita dengan senyum manisnya.


"Belum kok, aku baru sampai" balas arif lalu mengajak vita duduk. Arif menatap vita dengan serius membuat vita gugup. Kemudian arif membuka pembicaraan.


"Beb, apa benar kamu mau pindah ke Surabaya? " tanya arif


Degg....

__ADS_1


Jantung vita seakan berhenti, dia kaget kenapa arif bisa tau soal ini padahal dia belum memberitahu nya. Vita tampak gelagapan mendapat pertanyaan dari arif.


"Emm itu kamu.. Tau darimana beb? " " a-aku bisa jelasin beb" jawab vita terbata.


Arif menarik nafas dalam, ternyata benar yg Nanda bilang pikir dia dalam hati. Jujur arif merasa sakit karena sang kekasih akan meninggalkan nya.


"Aku udah tau semuanya dari Nanda, kenapa kamu gak jujur aja sama aku, apa aku harus liat kamu berangkat dulu baru kamu mau jujur sama aku? " tanya arif, nampak segurat kekecewaan di mata arif.


Vita terdiam, jujur hatinya seperti sesak, dia ingin menangis karena arif harus mengetahui hal ini dari orang lain bukan darinya langsung. Matanya mulai berembun dia tidak berani menatap mata arif. Arif mengangkat dagu vita agar vita menatap matanya. Seketika airmata vita lolos begitu saja.


"Ma-maafin aku, a-aku pengen ngomong ta-tapi aku ga sanggup" jawab vita terbata sambil menangis sesegukan. Arif yg melihat itu tak tega lagi dia langsung menghapus airmata sang kekasih dan menggenggam tangannya.


"Vit, apapun itu jujur sama aku, kita pacaran sudah 3 tahun. Apa yg kamu takutkan sampai kamu gak mau bilang sama aku? " tanya arif selembut mungkin. Karena dia tidak ingin menunjukkan kekecewaan nya didepan vita.


"Aku takut kamu mutusin aku karena kita akan LDR-an, aku takut kamu gak mau LDR-an" jawab vita masih sesegukan.


Arif menarik nafas dan membuangnya perlahan. Dia paham kekhawatiran vita, tetapi dia bukan pria yg seperti itu.


"Aku ngga mungkin mutusin hubungan kita, kita kan sudah janji akan bersama selamanya. Kalau cuma LDR aku sanggup kok, asalkan jangan putus komunikasi saja. Jika ada waktu aku akan mengunjungi mu nanti. " jelas arif dan seketika vita berhambur memeluk kekasih nya itu dan membuat arif bengong sebab baru pertama dia memeluk vita.


"Makasih ya, kamu udh ngertiin aku, makasih kamu mau ngejaga hubungan kita, aku sayang banget sama kamu aku gak mau kehilangan kamu" tangis vita dalam pelukan arif. Arif terharu lalu membalas pelukan vita, dia mengelus rambut vita dengan lembut. Karena arif pun sangat menyayangi vita.

__ADS_1


"Sama-sama sayang, jangan pernah ragu dengan perasaan ku ya" Jawab arif kemudian melepaskan pelukan nya. Lalu dia mencium kening vita supaya vita tidak menangis lagi, vita tertawa malu karena baru pertama kali dia dicium oleh arif. Keduanya lalu tertawa sambil tersipu malu. Kemudian mereka memutuskan untuk berjalan jalan lalu di akhiri dengan makan bersama.


__ADS_2