
Ditempat lain, saat ini arif sedang bingung sebab Vita sudah beberapa hari ini tidak menghubungi nya, dia merasa ada yg aneh dengan vita karena biasanya vita akan selalu menghubungi nya meskipun dia sibuk. Arif sempat berpikir jangan-jangan vita tidak menyukai hadiah yg dia berikan jadi vita merajuk.
Arif mencoba menelpon vita, sekali dia kali tidak ada jawaban. Lalu dia pun mengirimkan pesan kepada vita.
"Sayang, are you okey?kenapa tidak mengabari ku? Kamu marah ya? " tanya arif lewat pesannya. Dia menunggu beberapa menit berharap vita segera membalas, tetapi dibaca pun belum.
"Mungkin dia sibuk" pikir arif, lalu dia kembali membantu ibunya di pasar, iya ibunya arif membuka warung sayuran yg lumayan besar di salah satu pasar di jakarta. Selama libur dia membantu ibunya saat buka dan tutup warung.
Sementara disurabaya vita sedang merasa cemas, saat melihat arif mengirimkan pesan padanya, dan saat tadi arif menelpon sebenarnya vita melihat tetapi dia ragu untuk mengangkat nya. Vita merasa takut kalau nanti arif akan marah karena kotaknya sampai sekarang belum juga ditemukan. Dia merasa bersalah tetapi dia belum mempunyai keberanian untuk memberitahukan arif. Sedari tadi dia mondar-mandir seperti setrikaan di balkon kamarnya mencari alasan apa yg tepat untuk membalas pesan dari arif.
"Arghhhh aku bingung!!! " teriak vita sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal. Akhirnya dia memilih untuk mematikan ponselnya, dia takut kalau nanti arif menghubungi nya kembali.
Hari ini hari pertama sekolah, vita sudah siap dengan seragam barunya dan tidak lupa memyisir rambutnya yg panjang, setelah siap dia langsung turun ke bawah untuk sarapan. Disana sudah ada tante rina, om adnan dan juga budi, saat melihat vita turun si mbok langsung menuangkan susu untuk vita.
__ADS_1
"Morning semuanya" sapa vita
"Morning sayang" "pagi nona"
"Wah anak mama udah dewasa ya sekarang, udh ganti putih abu" canda tante rina.
"Iya ya mah, sebentar lagi di kawinin" timpal om adnan.
"Ihh papa, apaan sih. Aku kan baru kelas 1 SMA main ngawinin aja, emangnya aku kucing" jawab vita sambil memonyongkan bibirnya.
"Ada kok mah" timpal om adnan.
"Hah siapa pah? " tanya vita penasaran.
__ADS_1
"Budi" jawab om adnan singkat.
Uhuukk
Uhuukk
Uhuukk
Budi yg sedang minum kopi langsung tersedak, dia terkejut saat mendengar omongan om adnan, dia juga heran kenapa om adnan menyebut namanya, dia pikir mungkin om adnan hanya bercanda saja.
"Papa becanda aja deh, vita kan udh punya arif" jawab vita sewot.
Semua tertawa termasuk budi, walaupun sebenarnya hatinya perih tetapi dia berusaha untuk menutupinya. Karena lagi-lagi dia berpikir dia hanyalah seorang supir.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan vita pun berangkat kesekolah dengan diantar oleh budi, sepanjang perjalanan vita hanya diam, biasanya dia agak bawel akan tetapi saat ini dia enggan untuk bicara, hatinya masih agak kesal dengan candaan papanya tadi. Budi yg melihat raut wajah vita hanya bisa menarik nafas pelan, jujur dia merasa tidak enak kepada vita dia takut vita salah paham dan berpikir yg bukan-bukan terhadap dirinya.
"aku akan bicarakan ini dengan non vita sepulang sekolah nanti" batin budi.