Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Menyembunyikan


__ADS_3

Budi terkejut saat mendengar pertanyaan dari vita, dia tidak menyangka jika pukulan tadi akan berbekas, dia ingin berkata jujur tapi dia takut membuat vita khawatir, kalau dia mengelak nanti pasti vita akan curiga dan tidak percaya.


"Ohh ini, tadi saya kejedot nona" alibi budi


"Masa sih kejedot sampai kayak gitu? Bengkak loh mas" tanya vita tidak percaya, dia malah melihat lebam itu seperti pukulan tangan, vita sempat berpikir apakah budi bertengkar dengan seseorang tetapi dia segera menepis pikiran itu karena selama ini budi di mata vita adalah sosok yg baik. Akhirnya vita tidak mempertanyakan lagi soal lebam di pipi budi, dia pun kembali tertidur saat reaksi obat mulai menjalar di sekujur tubuhnya.


Sementara itu di sebuah masjid, arif baru saja selesai sholat isya, dia duduk bersimpuh dan memanjatkan doa kepada Allah atas kegalauan yg ada di dalam hatinya saat ini. Segala kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan juga mungkin kesalah pahaman yg terjadi semoga segera Allah hilangkan dari dalam hatinya. Jujur dia tak pernah merasa sesakit ini, saat melihat orang yg dia cintai di cium mesra oleh pria lain yg lebih dewasa dan lebih mapan darinya menurut pandangannya. Arif mengusap air matanya dan bertekad untuk pulang saja ke jakarta, dia merasa perjuangan nya sia-sia sudah. Sebelum pulang dia sempatkan diri nya untuk mampir ke salah satu warung makan karena dia baru ingat kalau dia belum makan dari siang. Meskipun selera makannya kini telah hilang tetapi dia tak ingin egois karena perutnya perlu di isi supaya dia kuat untuk pulang ke Jakarta.


Setelah selesai makan, arif mencari taksi untuk ke bandara, saat sedang menunggu taksi arif menengok ke arah rumah sakit tempat vita di rawat inap, dia berbisik di dalam hati mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan untuk vita.


"Semoga kau segera menghubungi ku vit,aku ingin tahu apa yg sebenarnya terjadi, maaf aku tak bisa menemuimu saat ini, hatiku benar-benar sakit dan remuk" bisik arif lirih, tak lama taksi datang dan arif segera masuk ke dalam taksi dan minta supir untuk mengantarkan nya ke bandara.


Om adnan dan juga tante rina baru saja tiba di rumah sakit, mereka langsung menuju kamar tempat vita sedang di rawat saat ini, saat pintu di buka tante rina merasa heran sebab tidak ada siapapun kecuali budi, padahal tadi dia berpapasan dengan arif di lobby rumah sakit. Dia melihat ada sebuah totebag di dekat sofa tetapi totebag itu tergeletak di lantai.


"Apa tadi arif sudah kesini ya? Kok ini seperti totebag yg dibawa oleh arif" tanya tante rina dalam hati.


"Budi, gimana kondisi vita? " tanya om adnan cemas.

__ADS_1


"Alhamdulillah om sudah membaik, tadi sudah mau makan dan sudah minum obat juga" jelas budi.


"Syukur lah kalau begitu, om makasih banget karena kamu mau menjaga vita, tidak salah om menitipkan vita kepadamu" ucap om adnan sambil menepuk-nepuk bahu budi.


Budi tersenyum sambil mengangguk sopan kepada om adnan, sedangkan tante rina masih termenung dengan sejuta tanda tanya. Om adnan yg melihat istrinya tengah termenung lalu menghampiri nya.


"Kenapa mah? " tanya om adnan bingung.


"Pah tadi tuh mama ketemu arif di lobby saat mau pulang ke rumah, terus mama liat totebag ini di tangannya, sekarang dia dimana ya kok mama gak liat dia cuma ada totebag ini saja? Bisik tante rina kepada om adnan.


Om adnan terkejut mendengar penuturan istrinya, tapi kemudian dia berpikir betul juga kemana perginya arif kok saat mereka tiba mereka tak melihat nya sama sekali.


" iya ada om, seorang pria" jawab budi.


"Apa dia sempat ke dalam menemui vita? Astagfirullah pipimu kenapa budi?" pekik tante rina saat melihat pipi budi yg lebam dan agak bengkak.


"Sebenarnya tadi pria itu masuk ke dalam tapi saat saya ingin menyapa nya dia langsung memukul saya" begitu penuturan dari budi.

__ADS_1


Tante rina langsung terduduk di atas sofa, dia merasa ada kesalah pahaman antara arif dan budi, mungkin arif merasa cemburu dan langsung memukul budi.


"Kamu gapapa bud, kita obati pipimu dulu" ajak om adnan kepada budi.


"Gapapa kok om nanti juga sembuh, udah gak sakit kok" tolak budi.


"Sebenarnya pria tadi itu siapa tante? Tanya budi penasaran.


" dia arif, kekasih nya vita" jawab tante rina lesu.


DEGGGG....


jantung budi seakan berhenti saat mendengar ucapan tante rina, dia tidak pernah berpikir kalau pria tadi adalah kekasih vita, pantas saja tadi di pukul mungkin arif merasa cemburu melihat keberadaan budi di samping vita, akan tetapi belum sempat budi menjelaskan arif sudah keburu pergi dari tempat itu.


"Maafkan budi om tante, budi tidak tahu kalau itu pacarnya vita, karena tadi setelah memukul saya dia langsung pergi begitu saja, dan sebelum pergi dia sempat mengatakan sesuatu" jelas budi.


"Apa yg dia katakan? " ucap om adnan penasaran.

__ADS_1


"Semoga kalian bahagia" ucap budi menirukan omongan arif.


Tante rina menarik nafas dalam, benar dugaan nya arif saat ini sedang salah paham, dia merasa bersalah karena tadi langsung pulang tidak menemani arif ke atas terlebih dahulu. Dia juga takut melihat bagaimana respon vita nanti saat dia tahu arif kesini dan pergi dengan kesalah pahaman, pasti vita akan merasa sedih. Tante rina berencana menyembunyikan kedatangan arif, dia meminta budi untuk menyembunyikan totebag itu ke dalam mobil mereka agar vita tak mengetahui kedatangan arif, tante rina bertekad akan memberitahukan nya nanti jika vita benar-benar sudah sembuh.


__ADS_2