Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Di jakarta....


Pesawat arif sudah mendarat di bandara soekarno-hatta, akan tetapi dia tidak langsung pulang ke rumah melainkan ke kafe milik sopyan, dia akan pulang kerumah nya esok hari karena dia tidak ingin membuat ibunya curiga akan kepulangan nya yg mendadak sedangkan seharusnya dia baru akan pulang besok. Dia sudah menelpon sopyan untuk menjemputnya di bandara, sopyan yg merasa bingung hanya mengiyakan saja dan langsung meluncur ke bandara.


Setelah sampai di kafe, arif langsung merebahkan tubuhnya di sofa di dalam ruangan khusus milik sopyan, sopyan yg melihat raut wajah arif merasa heran, pasalnya sebelum berangkat dia nampak sangat bersemangat, akan tetapi kenapa sekarang berubah menjadi lesu dan juga menyedihkan. Apa yg sebenarnya terjadi dengan kawannya itu. Sopyan ingin sekali bertanya tapi arif keburu tertidur pulas, mungkin karena dia kurang tidur dan juga karena terlalu lelah memendam perasaan yg sudah bercampur aduk. Akhirnya sopyan meninggalkan arif seorang diri agar dia bisa beristirahat. Sopyan memaklumi mungkin kawannya itu lelah karena di perjalanan.


Di surabaya...


Vita sedang duduk sambil di suapi oleh tante rina, karena badan vita masih agak lemah jadi terpaksa harus disuapi dulu, tante rina sangat senang melihat putrinya makan dengan lahap berarti sebentar lagi sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Selepas makan vita langsung meminum obat yg tadi dibawakan oleh perawat disana.


Tante rina mengusap punggung tangan putrinya dan menatap nya sendu, jujur di dalam hatinya dia ingin sekali memberitahukan kedatangan arif kemarin malam, tetapi tante rina juga takut kalau-kalau vita bersedih karena arif telah salah paham saat melihat vita hanya berduaan dengan budi, entah apa yg arif lihat hingga dia berani memukul budi, tante rina sampai lupa menanyakan hal itu kepada budi.

__ADS_1


"Mah.. "


"Iya sayang"


"Mama kenapa? Seperti ada yg lagi dipikirkan? " tanya vita menyelidik.


"Tidak sayang, mama gak lagi mikir apa-apa" jawab tante rina bohong.


"Mama yakin gak ada yg mama tutupin dari aku? " tanya vita kembali seakan tidak percaya dengan omongan mamanya.


Esoknya.....

__ADS_1


Arif pulang ke rumah nya setelah semalam menginap di kafe milik sopyan, dia berusaha menutupi wajah kecewanya karena dia tak ingin ibunya mengetahui yg sebenarnya. Setelah sampai di rumah ternyata rumah nya kosong, ibunya sudah berangkat ke pasar ternyata. Arif menarik nafas lega dan segera bergegas bersiap-siap karena dia akan berangkat ke sekolah.


Siang harinya di sekolah, alin dan juga yuli sedang asik makan di kantin, mereka duduk sambil asik bercengkrama karena ternyata mereka sedang naksir salah satu kakak kelas di sekolah nya itu yg ternyata seorang atlet basket. Saat sedang asik tertawa alin melihat arif yg sedang berjalan menuju kantin, alin pun langsung memanggilnya, arif yg melihat alin melambaikan tangan langsung berbalik arah meninggalkan kantin, alin yg melihat itu merasa aneh kok rasa nya ada yg berbeda dari arif pikirnya.


"Si arif kenapa dah, masa gue panggil malah melengos? " ucap alin.


"Hah melengos? Masa sih lin? " tanya yuli gak percaya.


"Beneran, tadi kan gue manggil dia, gue lambain tangan ehh dia malah puter balik" jelas alin.


"Mungkin dia gak liat lo kali atau mungkin ada yg ketinggalan jadi dia balik lagi" kata yuli kepada alin, alin hanya mengangguk kepala saja tetapi dia tadi sempat melihat ekspresi arif yg seperti ada rasa kekecewaan di matanya dan juga seperti sedang menghindari alin dan yuli.

__ADS_1


"Ada apa ya? Semoga mereka baik-baik saja" batin alin.


Bel sekolah berbunyi dan mereka langsung masuk ke dalam kelas, alin berniat untuk menemui arif sepulang sekolah nanti, dia ingin menanyakan sesuatu kepada arif dan dia berharap semoga arif tidak menghindari nya lagi.


__ADS_2