
Di meja makan semua orang sedang menikmati masakan tante rina, budi sedari tadi memperhatikan vita yg hanya mengaduk-aduk makanannya tetapi tidak dimakannya. Dalam hati budi terus saja bertanya-tanya kenapa dengan vita padahal tadi siang masih tidak kenapa-napa.
"Sayang kok gak dimakan? Kenapa gak enak ya? " tanya om adnan melihat anaknya cuma mengaduk-aduk makanan sambil tertunduk lesu.
"Sayang dimakan dulu, jangan dipikirkan nanti mama bantuin kok cari kotaknya" timpal tante rina.
"Kotak? Kotak apa mah? " tanya om adnan bingung.
"Itu pah kotak dari arif yg diberikan ke vita saat di bandara. Kata vita kotaknya hilang" jawab tante rina sambil mengusap bahu vita. Seketika airmata vita menetes kembali hingga jatuh menimpa makanannya. Suaranya mulai terisak tetapi sangat pelan.
"Arif itu siapa?" tanya budi dalam hati sambil terus menatap vita dengan sangat iba.
"Owhh... Udah sayang nanti mama sama papa juga budi bantu cari, kamu jangan nangis terus nanti matanya bengkak gimana, Nanti cantiknya luntur loh klo nangis terus-terusan" hibur om adnan agar putrinya mau berhenti menangis.
Vita bangkit dari duduknya lalu memeluk papanya sambil berdiri, vita memang sangat manja kepada kedua orang tua nya. Mungkin karena dia anak satu-satunya dan juga karena kedua orang tua nya begitu sangat menyayangi vita, segala yg terbaik untuk anak semata wayangnya. Budi yg melihat itu hanya menarik nafas perlahan dia merasa kasihan kepada vita.
__ADS_1
"Andai aku bisa memelukmu juga nona, aku ingin sekali menghiburmu sama seperti tuan adnan saat ini. Tetapi apalah dayaku ini hanya seorang supir" bisik budi dalam hati. Hatinya serasa sakit melihat orang yg dia suka bersedih seperti itu. Entah kenapa budi semakin menyukai vita bahkan mungkin juga sudah mencintai nya. Tetapi budi simpan rasa itu rapat-rapat, dia tidak mau perasaan nya itu menjadi boomerang bagi dirinya dan juga pekerjaannya.
"Yang sabar ya nona, nanti saya ikut bantu mencarinya" akhirnya budi angkat bicara, yah hanya itu yg bisa dia lakukan saat ini untuk bisa ikut menghibur anak majikannya itu.
"Makasih ya mama, papa, mas budi. Maaf kalau vita cengeng. Karena kotak itu sangat berarti untuk aku" akhirnya vita mau angkat bicara.
Semua nya mengangguk tanda mengerti, Kemudian tante rina mengajak vita untuk duduk dan makan kembali, piring yg tadi kena airmata sudah di ganti sama si mbok dengan piring yg baru. Kemudian vita pun mulai memakan makanannya sesuap demi sesuap karena jujur dia pun merasa lapar.
Setelah selesai makan, mereka berempat tante rina, om adnan, vita dan juga budi mulai mencari kotak tersebut. Setelah kurang lebih setengah jam kotak itu belum juga ketemu. Vita terduduk lesu di bibir ranjangnya. Tante rina yg melihat itu segera menghampiri vita dan memberikan semangat.
"Sabar sayang, mungkin terbawa ke gudang. Besok kita cari lagi ya sekarang sudah malam. Besok kita lanjut lagi ya. Kamu istirahat dulu jangan sampai sakit" bujuk tante rina untuk menyemangati vita.
Vita hanya mengangguk, tante rina mencium putrinya disusul oleh om adnan, lalu mereka bertiga keluar dari kamar vita setelah merapihkan kamar tersebut.
"Tuan boleh saya bertanya? " tanya budi memberanikan diri.
__ADS_1
"Iya budi, tanya saja" jawab om adnan.
"Maaf den arif itu siapa tuan? " tanya budi dengan sangat hati-hati.
"Ohh arif itu pacarnya vita, dan kotak itu hadiah saat vita akan pindah kesini. Harap kamu maklumi ya anak saya memang agak manja" jelas om adnan.
Deggg
Hati budi terkejut saat mendengar vita sudah punya pacar, seketika tubuhnya merasa lemas seperti tidak ada tenaga tetapi dia mencoba untuk kuat, rasanya hancur menerima kenyataan itu tetapi dia berusaha untuk menerima toh dia hanya supir bukan siapa-siapa nya vita pikir budi.
"Ohh iya tuan tidak apa-apa saya bisa memaklumi nona vita, semoga kotaknya cepat ketemu ya tuan" kata budi meskipun saat ini hati kecilnya sangat hancur.
"Aamiin. Kamu menginap saja disini budi, sudah malam besok kamu baru pulang" titah om adnan.
"Tidak tuan, saya tidak enak jika menginap sebaiknya saya pulang saja" tolak budi.
__ADS_1
"Tidak apa, kamu tidak usah merasa tidak enak. Sudah kamu istirahat kamar tamu ada disana" jawab om adnan sambil menunjuk ke suatu pintu.
Budi pun tidak bisa membantah perintah tuannya, tidak enak menolak permintaan om adnan yg sudah sangat baik kepada nya. Akhirnya diapun pamit kepada om adnan untuk masuk ke dalam kamarnya.